12 March 2019

Begini Cara Cegah Perkembangan Penyakit Amiloidosis

Begini Cara Cegah Perkembangan Penyakit Amiloidosis

Halodoc, Jakarta – Amiloidosis adalah penyakit yang terjadi karena adanya tumpukan zat amiloid pada organ-organ di tubuh. Zat amiloid merupakan protein abnormal yang diproduksi pada sumsum tulang, dan dapat menumpuk pada jaringan tubuh maupun organ. Jika ini yang terjadi, bisa menyebabkan gangguan pada kinerja dan bentuk organ. Lantas, bagaimana cara mencegah perkembangan penyakit yang satu ini?

Pada dasarnya, ada banyak organ tubuh yang bisa terserang amiloidosis, di antaranya jantung, ginjal, limpa, hati, saluran pencernaan, serta sistem saraf. Kabar buruknya, penyakit yang tergolong langka ini sering muncul tanpa memicu gejala tertentu. Hal itu membuat penyakit amiloidosis baru disadari setelah memasuki tahap yang lebih parah.

Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini, mulai dari kesulitan saat menelan, mati rasa pada kaki dan tangan, perut terasa penuh, hingga sering merasa lelah dan lemas. Selain itu, amiloidosis juga bisa memicu nyeri pada persendian, diare, detak jantung tidak normal, berat badan menurun tanpa sebab, serta anemia alias jumlah sel darah merah menjadi rendah. Pengobatan amiloidosis harus dilakukan dengan tepat untuk menghambat perkembangan penyakit dan meredakan gejala yang terjadi.

Hingga kini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan amiloidosis. Tapi, perawatan dibutuhkan untuk membantu mengatasi gejala serta mencegah kerusakan lebih lanjut. Salah satu cara yang sering disarankan untuk mencegah perkembangan penyakit ini adalah kemoterapi. Sebab, metode ini disebut dapat membantu menghentikan produksi amiloidosis. Cara lain yang juga bisa menjadi pilihan adalah transplantasi sel punca darah perifer.

Baca juga: 5 Jenis Asupan Makanan untuk Pengidap Anemia

Penyebab dan Faktor Risiko Amiloidosis

Semua orang bisa terserang penyakit amiloidosis. Secara umum, penyakit ini terjadi karena adanya penumpukan zat amiloid pada tubuh. Penumpukan zat ini biasanya terjadi pada jaringan tubuh atau organ-organ yang berperang penting dalam tubuh manusia.  

Ada beberapa golongan orang yang disebut lebih berisiko terserang amiloidosis. Pria disebut lebih berisiko mengalami penyakit ini dibanding wanita, sebab mayoritas pengidap amiloidosis adalah pria. Selain itu, faktor usia ternyata juga berpengaruh. Orang yang berusia lanjut disebut lebih berisiko mengalami amiloidosis.

Komplikasi Amiloidosis yang Harus Diwaspadai

Amiloidosis yang tidak mendapat penanganan dengan benar bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Penyakit amiloidosis yang tidak diobati bisa memicu komplikasi berupa kerusakan pada organ, meliputi:

  • Kerusakan Jantung

Berkumpulnya zat amiloid bisa menyebabkan terjadinya penurunan kinerja organ jantung dan berkurangnya kemampuan organ ini untuk mengisi darah di sela-sela detakan. Hal itu menjadi penyebab pengidap amiloidosis mengalami napas pendek yang bisa menjadi pemicu rusaknya organ jantung.

  • Gangguan Pada Ginjal

Penumpukan zat amiloid karena penyakit ini juga bisa memengaruhi organ ginjal. Pengidap penyakit ini berisiko mengalami gagal ginjal, jika amiloidosis tidak diobati dengan benar. Gagal ginjal terjadi karena zat amiloid yang merusak sistem penyaringan pada organ tersebut.

Baca juga: Awas, 3 Gangguan Jiwa Ini Sering Menimpa Pengidap Gagal Ginjal

  • Masalah pada Sistem Saraf

Orang yang mengalami penyakit ini biasanya terlambat menyadari dan baru mendapat penanganan setelah gejala memburuk. Alhasil, amiloidosis memicu terjadinya komplikasi berupa masalah pada sistem saraf. Ini mengakibatkan pengidap amiloidosis merasakan nyeri, mati rasa, atau kesemutan pada jari tangan.

Baca juga: Cegah Lemah Jantung Sejak Dini

Cari tahu lebih lanjut seputar amiloidosis dan komplikasi yang bisa terjadi dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!