Begini Cara Mengobati Fistula Trakea Esofagus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
 fistula trakea esofagus

Halodoc, Jakarta - Fistula trakea-esofagus (TEF) merupakan kondisi yang terjadi ketika adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada organ yang menyambungkan esofagus dan trakea. Penyakit satu ini merupakan kondisi cacat bawaan lahir. Normalnya, kedua pipa ini terpisah satu sama lain. Namun, pada pengidap fistula trakea-esofagus, kedua pipa tersebut menyambung karena adanya pertumbuhan jaringan abnormal.

Bayi dengan fistula trakea-esofagus yang mengonsumsi ASI, cairan bisa saja masuk ke jalur penghubung kedua pipa tersebut, sehingga ASI masuk ke dalam paru-paru. Jika hal ini terjadi, pengidap bisa saja mengalami masalah kesehatan lain, seperti pneumonia dan masalah pada pernapasan lainnya.

Baca juga: Gejala Fistula Trakea Esofagus pada Bayi

Begini Langkah Mengobati Fistula Trakea-Esofagus

Bayi dengan cacat bawaan lahir seperti ini akan memiliki peluang hidup yang kecil, jika prosedur operasi tidak segera dilakukan untuk memisahkan esofagus dan trakea. Setelah prosedur operasi dilakukan, dokter biasanya akan memperbaiki bentuk esofagus agar tetap terpisah dari trakea. 

Namun, operasi tidak dapat langsung dilakukan pada bayi dengan kelahiran prematur, mengidap cacat bawaan lahir lainnya, serta mengidap pneumonia aspirasi, yaitu komplikasi dari aspirasi paru yang terjadi saat makanan, asam lambung, air liur, atau benda asing lainnya masuk ke dalam paru-paru.

Risiko terjadinya pneumonia aspirasi dapat dicegah dengan beberapa tindakan berikut ini:

  • Buang cairan dan liur yang terhirup ke dalam paru-paru dengan menggunakan kateter penghisap.

  • Menyangga bagian belakang kepala bayi saat minum atau makan guna mencegah terjadinya refluks asam lambung masuk ke paru-paru.

  • Jika kondisi tidak memungkinkan anak untuk makan, pemberian makanan lewat selang khusus bisa saja dilakukan.

Sebelum melakukan langkah pengobatan, sebaiknya diskusikan terlebih dulu dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc mengenai langkah apa yang harus dilakukan. Tak hanya itu saja, tanyakan sejelas-jelasnya mengenai hal-hal apa saja yang harus dilakukan sebelum, selama, dan sesudah prosedur pengobatan dilakukan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Awas, Komplikasi yang Diakibatkan Fistula Trakea Esofagus

Adakah Komplikasi yang Terjadi Setelah Melakukan Pengobatan?

Tindakan pengobatan yang dilakukan bahkan dapat menimbulkan komplikasi pada pengidapnya. Beberapa diantaranya:

  • Munculnya fistula trakea-esofagus yang bisa saja kambuh di kemudian hari.

  • Kebocoran isi pada titik anastomosis yang terpisah akibat pengobatan yang dilakukan.

  • Penyempitan organ yang terjadi karena erosi asam lambung esofagus yang pendek.

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD),  yaitu rasa terbakar yang muncul di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan.

  • Disfagia, yaitu kesulitan menelan. 

  • Batuk terus-menerus atau mengi.

Penyebab fistula trakeo-esofagus belum diketahui secara pasti. Pada anak-anak, kondisi ini terjadi karena cacat bawaan lahir. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini disebabkan oleh adanya infeksi dan trauma pada area yang terkena.

Baca juga: Ibu Harus Tahu, Gejala Atresia Ani pada Bayi

Gejala Apa yang Dirasakan Pengidap Fistula Trakea-Esofagus?

Fistula trakea-esofagus dapat diketahui dengan gejala-gejala yang tampak pada pengidapnya. Gejala meliputi:

  • Muntah-muntah.

  • Adanya busa di dalam mulut.

  • Batuk atau tersedak saat makan atau menyusu.

  • Kesulitan bernapas.

  • Kulit membiru, terutama saat makan atau menyusu.

  • Perut terasa membesar dan mengeras.

Jika Si Kecil mengalami sejumlah tanda dan gejala tersebut, segera diskusikan dengan dokter, ya! Pasalnya, fistula trakea-esofagus dapat menyebabkan banyak komplikasi, seperti gangguan pernapasan akut, gizi buruk, bronkiektasis, serta gagal napas yang dapat berujung pada kematian.

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2019. The treatment strategy for tracheoesophageal fistula.
Medscape. Diakses pada 2019. Tracheoesophageal Fistula: Background, Pathophysiology, Etiology.