Begini Pengobatan untuk Atasi Hipermagnesemia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Begini Pengobatan untuk Atasi Hipermagnesemia

Halodoc, Jakarta – Meski dibutuhkan tubuh, kadar magnesium yang terlalu tinggi juga dapat berbahaya. Kondisi medis ketika tubuh mengalami kelebihan kadar magnesium adalah hipermagnesemia. Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi. Biasanya dipicu oleh ketidakmampuan ginjal untuk membuang magnesium berlebih dalam darah, sehingga tubuh mengalami kelebihan magnesium.

Untuk mengobati hipermagnesemia, dokter terlebih dahulu akan menentukan diagnosis. Langkah awal diagnosis dilakukan dengan menanyakan kondisi medis pengidap, serta jenis obat dan suplemen apa saja yang sedang dikonsumsi. Kemudian, dokter akan melakukan tes darah, guna mengecek kadar magnesium di dalamnya. Normalnya, kadar magnesium dalam darah adalah 1,7-2,3 mg/dL. Seseorang dikatakan hipermagnesemia jika kadar magnesium dalam darahnya melebihi 2,3 mg/dL.

Baca juga: Ini Efeknya Kalau Tubuh Kebanyakan Magnesium

Setelah diagnosis dipastikan, pengobatan akan dilakukan. Pengobatan untuk hipermagnesemia biasanya akan disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa metode pengobatan yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mengatasi hipermagnesemia adalah:

1. Pemberian Obat Diuretik 

Obat diuretik biasanya diberikan untuk meningkatkan produksi urine, sehingga magnesium dalam darah dapat terbuang. Untuk mencegah dehidrasi akibat meningkatnya pengeluaran urine, infus cairan garam dapat diberikan. Namun, perlu diketahui bahwa jenis pengobatan ini hanya ditujukan untuk pengidap hipermagnesemia yang produksi urinenya masih normal dan fungsi ginjalnya masih baik.

2. Pemberian Infus Kalsium Glukonat 

Metode pengobatan ini ditujukan pada pengidap hipermagnesemia yang mengalami gangguan pernapasan dan jantung. Sebab, kalsium glukonat yang diberikan dapat menetralkan efek dari magnesium.

3. Cuci Darah (Dialisis) 

Pengobatan ini dilakukan untuk pengidap hipermagnesemia yang mengalami:

  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Keluhan jantung dan saraf yang berat.
  • Hipermagnesemia berat (>4 mmol/L).

Baca juga: 6 Akibat Kalau Tubuh Kekurangan Magnesium

Bagaimana Gejala Hipermagnesemia?

Jika kadar magnesium masih berada sedikit di atas normal, gejala hipermagnesemia mungkin saja tidak terasa. Namun, ketika kadar magnesium dalam darah meningkat, gejala yang dapat dirasakan adalah:

  • Sakit kepala.
  • Wajah memerah.
  • Lesu.
  • Diare.
  • Pusing.
  • Pingsan.
  • Mual dan muntah.
  • Tidak bisa buang air kecil.
  • Refleks menjadi lambat.
  • Otot lemah atau lumpuh.
  • Tekanan darah rendah.
  • Gangguan irama jantung.
  • Gangguan pernapasan.

Jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, segera download dan manfaatkan aplikasi Halodoc untuk berkonsultasi pada dokter lewat chat, yang bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Kamu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, jika dokter di chat menyarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Baca juga: Bahaya Ibu Hamil yang Alami Hipermagnesemia

Upaya Pencegahan agar Terhindar dari Hipermagnesemia

Ada beberapa upaya pencegahan yang dapat kamu lakukan, jika ingin terhindar dari hipermagnesemia, yaitu:

  • Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung magnesium tinggi. Dalam keadaan normal atau sehat, pria dewasa perlu mengonsumsi sekitar 400-420 miligram magnesium per hari. Sementara itu, wanita dewasa biasanya memerlukan 310-320 miligram magnesium per hari, dan kebutuhannya dapat meningkat ketika hamil. 

  • Jangan konsumsi suplemen atau obat-obat yang mengandung masgnesium tanpa anjuran dokter. Beberapa jenis obat seperti antasida dan obat pencahar, terutama yang dikonsumsi lebih dari dosis yang dianjurkan dokter dapat berisiko meningkatkan kadar magnesium dalam darah. Terlebih pada orang yang memiliki riwayat gagal ginjal

Perlu diketahui bahwa pada orang dengan kondisi sehat, risiko untuk mengalami hipermagnesemia cenderung rendah. Risiko akan tinggi bagi pengidap gangguan fungsi ginjal. Oleh karena itu, bagi kamu yang mengidap gangguan ginjal, sebaiknya selalu diskusikan dengan dokter mengenai risiko dan manfaat obat atau suplemen yang mengandung magnesium, sehingga dapat aman untuk dikonsumsi.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What is hypermagnesemia?