Begini Proses Kemoterapi untuk Penanganan Kanker Payudara

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Begini Proses Kemoterapi untuk Penanganan Kanker Payudara

Halodoc, Jakarta - Payudara merupakan salah satu organ yang berisiko mengalami beberapa penyakit. Salah satu penyakit yang rentan menyerang organ ini adalah kanker payudara. Kondisi ini dapat dideteksi ketika muncul benjolan pada salah satu dada.

Kanker yang satu ini terjadi karena tumor ganas yang menyerang dan berkembang dengan sangat cepat. Untuk menanganinya, beberapa tindakan medis dapat dilakukan. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah kemoterapi. Untuk selengkapnya, ketahui prosesnya melalui penjelasan berikut.

Baca juga: Gaya Hidup Enggak Sehat Bisa Sebabkan Kanker Payudara, Benarkah?

Proses Kemoterapi Kanker Payudara

Tidak semua wanita yang mengidap kanker payudara diharuskan untuk menjalani kemoterapi. Walau begitu, terdapat beberapa kondisi yang sebaiknya melakukan pengobatan kemoterapi. Di antaranya:

  1. Setelah Operasi (Kemoterapi Ajuvan)

Kemoterapi pada kondisi ini digunakan untuk dapat membunuh sel-sel kanker yang masih menyebar. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi supaya kanker tersebut tidak kambuh kembali. Apabila tidak dilakukan, tumor baru mungkin saja timbul di bagian tubuh lain.

  1. Sebelum Operasi (Kemoterapi Neoadjuvant)

Cara ini dapat digunakan untuk mengecilkan tumor yang ada. Hal tersebut dilakukan supaya tumor tersebut dapat diangkat dengan operasi sederhana. Kemoterapi jenis ini umumnya digunakan ketika kanker terlalu besar untuk diangkat.

Cara ini pun dapat dilakukan untuk melihat respons dari kanker tersebut. Jika upaya ini tidak berhasil mengecilkan tumor, pengobatan yang lain pun akan dilakukan. Sama seperti cara sebelumnya, cara ini juga ditujukan untuk menghentikan penyebaran tumor ke bagian tubuh lain.

  1. Pengobatan Lanjutan

Pengobatan yang lebih intens dapat dilakukan apabila tumor tersebut telah menyebar ke luar payudara. Hal tersebut dapat terlihat ketika diagnosis dilakukan atau perawatan awal. Lama perawatan yang dilakukan tergantung pada seberapa parah tumor yang terjadi.

Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal pengobatan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Ayo, download aplikasinya segera!

Pengobatan kemoterapi yang dapat menangani kanker payudara umumnya diberikan melalui intravena. Cara tersebut dapat dilakukan dengan suntikan atau infus. Umumnya dosis yang lebih besar diperlukan untuk melakukan kemoterapi.

Dokter akan memberlakukan siklus pengobatan untuk mengatasi kanker payudara yang terjadi. Periode tersebut dapat digunakan untuk beristirahat dan pulih dari efek obat. Selain itu, lama perawatan yang dilakukan tergantung pada seberapa efektif pengobatan dan efek samping yang timbul.

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Cara Ini

Kemoterapi untuk Mengatasi Kanker Payudara

Kemoterapi untuk menangani kanker payudara dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan. Gunanya adalah untuk menargetkan dan menghancurkan sel-sel kanker payudara. Obat-obatan ini biasanya diberikan langsung ke pembuluh darah melalui jarum atau sebagai pil.

Kemoterapi merupakan tindakan medis yang paling sering dilakukan oleh dokter. Tindakan ini dapat meningkatkan peluang untuk sembuh, mengurangi kanker kembali, dan mengurangi gejala kanker yang timbul. Selain kemoterapi, perawatan lain pun dapat dilakukan. Perawatan lainnya yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker payudara adalah pembedahan, radiasi, atau terapi hormon. 

Baca juga: Bukan Kanker, Ini 5 Benjolan pada Payudara yang Harus Diketahui

Apabila kanker payudara yang terjadi telah menyebar, kemoterapi dapat mengendalikan penyebarannya. Tindakan tersebut dapat membuat pengidapnya memiliki harapan hidup yang lebih panjang. Di samping itu, kemoterapi dapat meringankan gejala yang timbul karena kanker tersebut.

Walau begitu, kemoterapi yang dilakukan untuk menangani kanker payudara juga dapat menyebabkan efek samping. Dampak efek samping yang terjadi dapat bersifat ringan dan sementara, serta bisa menjadi lebih serius atau berat. Dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risiko yang dapat terjadi dari kemoterapi.