• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bella Hadid Pernah Terkena Lyme Disease, Penyakit Apa Itu?

Bella Hadid Pernah Terkena Lyme Disease, Penyakit Apa Itu?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pernah dengar soal penyakit lyme disease? Meski namanya belum cukup familiar di telinga, nyatanya penyakit ini pernah menyerang sejumlah selebriti luar negeri, salah satunya adalah Bella Hadid. Menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit America Serikat (CDC), penyakit lyme memang paling sering terjadi di Amerika Serikat. Yuk, ketahui lebih lanjut di sini.

Lyme disease atau penyakit Lyme adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri genus Borrelia sp, yang ditularkan lewat gigitan kutu. Penyakit ini terbilang cukup berbahaya karena dapat mengganggu berbagai sistem organ tubuh.

Penyakit Lyme memiliki beragam gejala, yang umumnya muncul secara bertahap dan terbagi menjadi beberapa stadium, yaitu:

  1. Stadium 1

Penyakit Lyme stadium 1 ditandai dengan munculnya ruam kulit yang berbentuk seperti gambar target panahan. Ruam ini merupakan pertanda bahwa bakteri berkembang biak di dalam pembuluh darah. Corak ruam yang terbentuk umumnya adalah kemerahan di daerah bekas gigitan kutu, dengan dikelilingi daerah kulit normal dan dikelilingi lagi oleh daerah kemerahan di bagian luarnya.

Ruam jenis ini dikenal dengan nama erythema migrans. Meskipun erythema migrans khas untuk Lyme disease, pada beberapa kasus, ruam ini bisa jadi tidak muncul. Ruam erythema migrans biasanya muncul sekitar 1-2 minggu setelah pengidap digigit kutu.

Baca juga: Hati-Hati Gigitan Kutu Bisa Sebabkan Penyakit Lyme

  1. Stadium 2

Penyakit Lyme stadium 2 biasanya terjadi beberapa minggu sampai bulan setelah digigit kutu. Pada stadium 2, bakteri Borrelia sudah menyebar ke seluruh tubuh yang ditandai dengan gejala-gejala mirip flu. Penyakit Lyme stadium 2 juga dapat menimbulkan komplikasi seperti meningitis, gangguan saraf, atau penyakit jantung. Gejala yang menandai penyakit Lyme stadium 2, antara lain:

  • Demam.

  • Menggigil.

  • Sakit kepala.

  • Nyeri otot.

  • Pembesaran kelenjar getah bening.

  • Kelelahan.

  • Sakit tenggorokan.

  • Gangguan penglihatan.

  1. Stadium 3

Lyme disease stadium 3 biasanya terjadi jika pengidap tidak diobati pada stadium 1 atau 2. Stadium 3 dapat terjadi beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun setelah gigitan kutu. Gejala Lyme disease stadium 3, antara lain:

  • Artritis pada salah satu atau lebih dari satu sendi, terutama sendi besar seperti lutut.

  • Mati rasa pada tungkai dan lengan.

  • Aritmia.

  • Gangguan ingatan jangka pendek.

  • Gangguan mental.

  • Sulit diajak berkomunikasi.

  • Sakit kepala berat.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Ensefalopati.

Baca juga: Orangtua Perlu Tahu, Pengobatan Penyakit Lyme pada Anak

Hal-Hal yang Meningkatkan Risiko

Seperti yang sudah disebutkan di awal, penyakit Lyme disebabkan oleh bakteri Borrelia sp. Terdapat empat spesies bakteri yang dapat menyebabkan Lyme disease pada manusia, yaitu Borrelia burgdorferi, Borrelia mayonii, Borrelia afzelii, dan Borrelia garinii.

Bakteri Borrelia ditularkan melalui perantara kutu, sering kali melalui kutu genus Ixodes sp., atau pada beberapa kasus, melalui kutu Amblyomma sp. Kutu jenis Ixodes merupakan kutu yang memiliki kemampuan mengisap darah sebagai makanan, baik darah manusia maupun darah hewan. Bakteri Borrelia biasanya ditularkan oleh kutu Ixodes.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang lebih mudah terkena Lyme disease, antara lain:

  • Sering beraktivitas di area berumput. Kutu pembawa Lyme disease seringkali tinggal di daerah berumput. Selain hidup di kulit rusa, kutu pembawa penyakit ini juga dapat hidup di kulit tikus dan hewan pengerat lainnya. Sering beraktivitas di area berumput dapat mengakibatkan seseorang lebih mudah terhinggapi kutu dan terjangkit penyakit Lyme.

  • Tidak membersihkan badan dari kutu. Meskipun sering beraktivitas di daerah berumput, seseorang yang rutin membersihkan kulit dari hinggapan kutu dapat terhindar dari Lyme disease.

  • Berpakaian terbuka. Kutu dapat hinggap dengan mudah pada kulit. Dengan berpakaian terbuka, seseorang dapat lebih mudah terhinggapi kutu dan terkena Lyme disease.

Baca juga: Waspada, Penyakit Lyme yang Tak Segera Ditangani Bisa Picu Masalah Mental

Itulah sedikit penjelasan tentang penyakit Lyme disease. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Chat with a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download Halodoc sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Signs and Symptoms of Untreated Lyme Disease.
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Lyme Disease.