Benarkah Kanker Penis Dipicu Oleh Kanker Prostat?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Kanker Penis Dipicu Oleh Kanker Prostat?

Halodoc, Jakarta - Tidak sedikit laki-laki yang cenderung mengabaikan masalah pada kemih dan rasa lelah yang seperti tidak ada habisnya. Bahkan, gejala ini sering dianggap sebagai penyakit biasa. Padahal, tidak seharusnya demikian. Setiap gejala yang tidak biasa pada tubuh perlu mendapatkan perhatian. Pasalnya, masalah berkemih dan letih tubuh berkepanjangan tidak boleh dianggap remeh, karena keduanya mengindikasi gejala kanker penis dan kanker prostat

Tidak melulu dikaitkan dengan usia, karena baik kanker prostat maupun kanker penis dapat terjadi dan menyerang semua laki-laki, meski lebih sering terjadi pada dewasa muda dan lansia. Terlebih dengan kebiasaan atau pola hidup yang tidak sehat yang semakin meningkatkan risiko kedua jenis kanker ini. 

Benarkah Kanker Prostat Memicu Terjadinya Kanker Penis?

Kamu perlu tahu, kanker prostat menduduki posisi ketiga setelah kanker paru-paru dan kanker usus yang paling banyak diidap oleh laki-laki. Kanker prostat menyerang bagian prostat, sebuah kelenjar yang berada di dalam sistem reproduksi pria. Namun, benarkah kanker prostat memicu terjadinya kanker penis?

Baca juga: Sebelum Terlambat, Kenali 3 Cara Mencegah Kanker Prostat

Sebenarnya, kanker prostat dan kanker penis adalah dua jenis kanker yang berbeda. Di tahap awal, kanker prostat cenderung terjadi tanpa gejala. Jika telah berada pada tahap lanjut, gejala mulai bermunculan. Beberapa tanda yang umum seperti lebih sering buang air kecil, bahkan cenderung tidak bisa menahan keinginan untuk berkemih, juga melemahnya aliran kencing. Di beberapa kondisi, mungkin pengidap akan merasa nyeri pada tulang dan keluar darah ketika buang air kecil. 

Kanker prostat lebih sering terjadi pada orang-orang dengan riwayat penyakit yang sama di keluarga alias penyakit keturunan. Pada seseorang yang mengalami obesitas, membiasakan pola makan yang tidak terjaga, perokok aktif, dan mengidap penyakit menular seksual. Jika vasektomi pernah dilakukan untuk menghentikan masa subur, kanker prostat pun sangat rentan terjadi. 

Baca juga: Ketahui Pengobatan Kanker Prostat Berdasar Stadiumnya

Sementara itu, kanker penis lebih jarang terjadi. Namun, bukan berarti kamu tidak waspada, ya. Sama halnya dengan kanker serviks pada wanita, kanker penis dikaitkan dengan infeksi virus HPV. Gejalanya pun tidak sama dengan kanker prostat, yaitu adanya benjolan, ruam, atau muncul luka lecet yang tidak sembuh, dan terjadi perdarahan pada penis. Penyakit ini lebih berisiko pada pria yang melakukan seks bebas atau sering berganti pasangan. 

Sebenarnya, kanker bisa diatasi jika dilakukan deteksi dini. Sayangnya, tidak sedikit laki-laki yang memilih untuk menunda pengobatan meski gejala telah mulai terasa, sehingga seringnya penyakit berkembang menjadi lebih parah dan pengobatan pun terlambat dilakukan. Jadi, supaya kamu terhindar dari komplikasi yang mungkin terjadi, periksakan kondisi kesehatan sedini mungkin jika kamu telah merasakan gejalanya. Buat janji saja dengan dokter di rumah sakit mana saja yang terdekat, supaya penanganan bisa segera dilakukan. 

Kamu juga bisa kok, melakukan pencegahan agar terhindar dari bahaya kanker prostat maupun kanker penis. Tentu saja dengan membiasakan pola hidup sehat, seperti menghindari merokok, melakukan diet dengan konsumsi makanan bergizi, dan sempatkan untuk berolahraga. Jaga selalu kebersihan penis supaya terhindar dari risiko kanker penis. Hindari pula berhubungan intim dengan berganti pasangan atau gunakan pengaman setiap kali berhubungan badan. 

Baca juga: Mr. P Melengkung ketika Ereksi, Waspada Gejala Kanker

Referensi: 
Mayo Clinic. (Diakses pada 2019). Prostate Cancer: Symptoms and Causes.
NHS. (Diakses pada 2019). Penile Cancer.
MedinePlus. (Diakses pada 2019). Prostate Cancer.