03 October 2018

Benarkah Menonton Blue Film Sebabkan Disfungsi Ereksi?

benarkah menonton blue film sebabkan disfungsi ereksi?

Halodoc, Jakarta - Disfungsi ereksi menjadi keluhan kesehatan yang kerap menakutkan kaum adam. Pasalnya, keluhan di “senjata” pria ini bisa membuat kehidupan asmara dengan pasangan jadi bermasalah. Umumnya, disfungsi ereksi ini disebabkan karena berbagai masalah kesehatan.

Seperti dilansir Performance Insiders, studi  dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases mengatakan, banyak penyakit yang bisa menyebabkan gejala disfungsi ereksi. Contohnya, penyakit yang mempengaruhi pembuluh darah dan jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, multiple sclerosis, dan penyakit peyronie (kondisi ketika bentuk Mr P menekuk).

Secara fisik, disfungsi ereksi bisa terjadi karena faktor hormonal, gangguan persarafan, aliran darah, atau pemakaian zat kimia tertentu. Kalau psikologis bisa karena depresi, kecemasan, atau stres.

Dari beberapa penyakit di atas yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi atau diabetes diketahui paling banyak berhubungan dengan disfungsi ereksi. Kata ahli, pengidap diabetes berisiko 2?5 kali menderita disfungsi ereksi dibandingkan dengan pria sehat. Bahkan, mereka lebih cepat 10?15 tahun mengidap lemah syahwat ini. Enggak hanya itu sebenarnya, kata ahli sebelum mencapai 70 tahun, sekitar 95 persen pengidap diabetes kemampuan ereksinya melemah.

Nah, selain penyebab di atas, ada pula satu penyebab lainnya yang bisa menimbulkan masalah ini. Ternyata, kebiasaan menonton Blue Film, alias film dewasa bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Lho, kok bisa?

Hilangnya Gairah Seksual

Menurut penelitian, terdapat hubungan antara kebiasaan menonton video porno dengan disfungsi ereksi. Di dunia medis, fenomena ini disebut dengan porn-induced erectile dysfunction (PIED). Melansir, Medical News Today, ada beberapa mekanisme yang mengaitkan video porno dengan lemah syahwat pada pria. Salah satunya terkait dengan dopamin, atau yang biasa dikenal sebagai hormon rasa senang. Nah, ketika seseorang menonton video porno, otak mereka dibanjiri oleh dopamin. Di sinilah masalah itu akan muncul.

Kata ahli, ketika produksi dopamin meningkat, kepuasan seksual akan memuncak. Namun, ketika produksi dopamin mulai berlebihan maka yang terjadi selanjutnya adalah kerusakan reseptor. Dampaknya justru akan membuat seseorang kehilangan gairah seksual. Nah, untuk kaum adam inilah salah satu penyebab utama gagalnya ereksi.

Pro-Kontra Pendapat Ahli

Ada studi menarik yang bisa kamu simak menyangkut hal ini. Dalam jurnal psikologi Behavioral Sciences, para ahli memeriksa sejumlah pria yang percaya adanya hubungan antara kebiasaan pornografi dan kehidupan seks mereka. Contohnya, seorang pelaut yang menghabiskan lima jam perharinya untuk menonton blue film. Efeknya “senjata”-nya tak bereaksi ketika berhubungan intim dengan pasangannya. Namun, Mr. P itu akan kembali ereksi bila dirinya menonton film dewasa tersebut.

Kata ahli, studi ini menyimpulkan bahwa masalah seks terkait dengan pornografi dapat didiagnosis sebagai gangguan kecemasan, salah satu penyebab disfungsi ereksi. Namun yang perlu diingat, enggak semua orang yang gemar menonton blue film akan mengalami masalah ini.

Pasalnya, ada juga ahli lain yang menemukan minimnya bukti hubungan antara pornografi dengan gangguan kesehatan seksual lelaki. Pendek kata, para ahli yang kontra ini mengatakan, tak ada faktor risiko yang signifikan antara ereksi dengan kebiasaan menonton blue film. Menurut para ahli yang kontra, disfungsi ereksi yang disebabkan oleh pornografi adalah teori kontroversial untuk menjelaskan masalah seksual.

Meski ada yang pro dan kontra, lebih baik meninggalkan kebiasaan ini bukan? Tujuannya jelas, demi terhindar dari keluhan disfungsi ereksi yang bisa membuat kamu dan pasangan jadi senewen.

Punya keluhan kesehatan seperti disfungsi ereksi? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: