21 November 2018

Benarkah Minuman Dingin Dapat Menyebabkan Suara Serak?

Benarkah Minuman Dingin Dapat Menyebabkan Suara Serak?

Halodoc, Jakarta - Selama ini mungkin banyak orang yang kerap mengambinghitamkan minuman dingin atau makanan berminyak sebagai penyebab suara serak. Hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Minuman dingin memang bisa memicu, meski hanya sedikit, tetapi terjadinya suara serak secara medis disebabkan oleh beberapa faktor lain.

Sebelum membahas lebih lanjut soal suara serak, perlu diketahui bahwa suara merupakan hasil getaran pita suara yang terdiri dari 2 cabang jaringan otot yang berbentuk seperti huruf V. Pita suara terletak pada laring, yaitu saluran udara yang terletak di antara dasar lidah dan trakea. Ketika berbicara, pita suara akan menyatu dan aliran udara dari paru-paru kemudian membuatnya bergetar.

Getaran tersebut kemudian menghasilkan gelombang suara yang melewati tenggorokan, mulut, dan hidung, sebagai rongga resonansi yang mengubah gelombang suara menjadi bunyi. Kualitas bunyi atau suara ditentukan oleh ukuran dan bentuk pita suara serta rongga resonansi. Perbedaan suara juga tergantung besarnya tekanan pada pita suara. Jika pita suara menegang, maka suara menjadi lebih tinggi. Sebaliknya saat getaran pita suara lebih tenang, maka kualitas suara menjadi lebih berat.

Nah, ketika meminum minuman dingin, terjadilah kondisi yang dikenal dengan istilah laryngopharyngeal reflux (LPR), yaitu naiknya asam lambung ke area laring atau pita suara. Kondisi ini terjadi ketika kita mengonsumsi yang terlalu dingin atau panas, akan terjadi perubahan suhu pada kerongkongan, yang kemudian membuat pita suara berlendir dan menyebabkan suara menjadi agak serak. Namun, kondisi ini umumnya tidak akan berlangsung lama dan akan membaik dengan sendirinya. Kecuali jika ada faktor lain yang menyebabkan suara menjadi serak dalam waktu lama, seperti naiknya asam lambung atau gangguan pada tenggorokan.

Dapat Disebabkan oleh Berbagai Faktor Lain

Berdasarkan penjelasan tadi, dapat disimpulkan bahwa minuman dingin memang dapat memicu seraknya suara, tetapi bukanlah merupakan penyebab utama dan tidak akan menyebabkan kondisi yang parah, kecuali disertai dengan faktor atau gangguan tenggorokan lain. Pada kebanyakan kasus, suara serak kerap terjadi akibat laringitis yang disebabkan oleh adanya infeksi virus pada saluran pernapasan atas. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi karena beberapa faktor berikut:

  1. Batuk kronis.
  2. Iritasi pada saluran pernapasan.
  3. Cedera pada laring atau pita suara.
  4. Kerusakan pada pita suara.
  5. Adanya polip, kista, atau benjolan pada pita suara.
  6. Kanker pita suara.
  7. Penyakit GERD (gastroesophageal reflux).
  8. Gangguan kelenjar tiroid.
  9. Penyakit saraf, misalnya stroke atau penyakit Parkinson.
  10. Alergi.
  11. Aneurisma aorta.
  12. Kanker laring, paru-paru, tiroid, atau tenggorokan.

Selain kondisi-kondisi medis tersebut, beberapa hal lain yang juga dapat memicu suara serak adalah:

  1. Kebiasaan merokok.
  2. Masa pubertas (pada pria).
  3. Konsumsi minuman berkafein dan beralkohol.
  4. Paparan zat beracun.
  5. Berteriak atau bernyanyi secara berlebihan atau dalam waktu lama.

Pengobatan yang Dapat Dilakukan

Pengobatan yang dapat dilakukan pada suara serak tergantung pada penyebabnya. Jika suara serak yang terjadi masih tergolong ringan, beberapa penanganan mudah di rumah berikut ini dapat dilakukan untuk meredakannya.

  1. Minum banyak air putih, upayakan sebanyak dua liter sehari.
  2. Mengistirahatkan pita suara selama beberapa hari dengan mengurangi bicara dan tidak berteriak.
  3. Menghindari konsumsi minuman berkafein atau beralkohol.
  4. Tidak merokok.
  5. Menjauhi faktor-faktor pemicu alergi.
  6. Menggunakan alat pelembap udara untuk menjaga jalan napas tetap terbuka, sehingga mempermudah pernapasan.
  7. Mengonsumsi permen pelega tenggorokan.
  8. Mandi air hangat.

Jika upaya penanganan mandiri belum bisa mengatasi suara serak, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai dengan penyebab suara serak. Saat suara serak disebabkan oleh laringitis, obat akan disesuaikan dengan penyebab laringitis. Misalnya jika penyebabnya adalah alergi, maka dokter akan memberi obat anti-alergi.

Sementara itu, untuk penanganan kasus GERD, dokter akan memberi obat untuk mengurangi asam lambung, di samping meminta pasien menyesuaikan pola makannya. Sementara penanganan untuk polip, kista, atau nodul pita suara, dokter dapat menyarankan terapi suara atau tindakan operasi, untuk menghilangkan jaringan yang mengganggu.

Itu lah sedikit penjelasan tentang suara serak yang perlu diketahui. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal kondisi ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: