Benarkah Nonton Joker Bisa Picu Gangguan Psikologis?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Benarkah Nonton Joker Bisa Picu Gangguan Psikologis?

Halodoc, Jakarta - Joker adalah salah satu film yang sangat dinantikan oleh netizen pada tahun ini. Film asuhan sutradara Todd Phillips ini mendapatkan klasifikasi R karena mengandung kekerasan dan perilaku kekerasan.

Film ini mengangkat tema psychological thriller dengan adegan yang tidak boleh dilihat oleh anak di bawah umur. Selain itu, terkait tentang tema filmnya psikologikal, seseorang yang mempunyai gangguan psikologis mungkin akan terpicu dengan menonton film ini. Lalu, bagaimana bisa menonton film Joker memicu gangguan psikologis? Ini ulasannya!

Baca juga: 10 Tanda Kalau Kondisi Psikologis Sedang Terganggu

Film Joker Dapat Memicu Gangguan Psikologis

Joker adalah film yang bercerita tentang seorang Arthur Fleck, yang diperankan oleh Joaquin Phoenix dengan latar tahun 1981. Orang ini berprofesi sebagai badut di kota Gotham yang sedang kacau balau. Sayangnya, ia sering mendapat ejekan dari orang lain karena profesinya tersebut. Selain itu, ia bercita-cita menjadi komika namun terhalang karena penyakit mental yang diidapnya.

Arthur ternyata mengalami kelainan pada otaknya yang membuatnya tertawa di saat yang tidak tepat. Karena hal tersebut, dirinya sering mengunjungi tempat layanan sosial untuk mendapatkan obat. Akses obat yang semakin sulit membuatnya terbiasa untuk meladeni gangguan yang ada otaknya untuk melakukan keonaran.

Di balik cerita tersebut, ternyata tidak sedikit orang yang mengalami gangguan psikologis setelah menonton tersebut. Hal tersebut terjadi karena banyak adegan kekerasan yang terjadi. Selain itu, simpati yang timbul dengan tokoh utama membuat kamu merasakan penderitaan yang terjadi padanya sehingga menimbulkan depresi.

Seseorang dengan gangguan psikologis dapat terpicu untuk kambuh dan mengalami rasa cemas yang berlebih. Saat menonton, mungkin kamu merasakan gejala, seperti tubuh gemetar, jantung berdetak kencang, hingga kesulitan berdiri. Hal tersebut menjadi pertanda apabila gangguan psikologis terjadi padamu.

Memang, ada baiknya untuk tidak menonton bagi seseorang yang mengalami gangguan psikologis. Selain itu, seseorang yang sudah sembuh pun jika ingin menonton lebih baik ditemani oleh orang lain. Kamu pasti tidak ingin mengalami hal-hal yang tidak diinginkan untuk terjadi.

Selain itu, jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan psikologis, dokter dari Halodoc dapat membantu. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Di aplikasi tersebut, kamu juga dapat memesan pemeriksaan kejiwaan secara online ke rumah sakit terpilih.

Baca juga: Jaga Kesehatan Psikis, Ini Bedanya Psikologi dan Psikiatri

Macam-Macam Gangguan yang Diidap Joker

Ada beberapa jenis gangguan mental yang mirip dengan dialami oleh Joker, yaitu mengidap gangguan depresi akut dan post traumatic stress disorder (PTSD). Hal tersebut membuat dirinya selalu merasa tidak pernah dipandang dan didengar oleh orang lain. Sehingga, dirinya merasa perlu membuktikan sesuatu untuk dilihat oleh orang lain.

Depresi yang akut dan PTSD menimbulkan hal yang berbahaya bagi pengidapnya. Tapi, apa sih pengertian dari kedua gangguan tersebut? Berikut penjelasannya!

  1. Depresi

Depresi adalah gangguan yang menyebabkan pengidapnya mengalami kelainan suasana hati. Hal ini dalam tahap akut dapat membuat kamu selalu merasa sedih dan tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu. Hal tersebut memengaruhi cara berpikir dan berperilaku kamu, serta masalah pada emosi dan fisik.

Gangguan ini yang terus terjadi tanpa dilakukan pengobatan dapat mengganggu pekerjaan dan orang sekitar kamu. Tanpa diagnosis yang benar, orang-orang terdekat tidak mengetahui masalah yang terjadi sehingga menyepelekan. Sehingga, pengidapnya rentan untuk mengalami bunuh diri.

  1. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

PTSD atau gangguan stres pasca trauma dipicu karena pengalaman buruk yang pernah terjadi atau disaksikan. Sehingga, hal ini dapat menyebabkan gangguan kejiwaan. Gangguan ini menyebabkan pengidapnya mengalami rasa cemas berlebih, sehingga selalu berpikir negatif setelah melihat kejadian yang sama atau dipicu ketika melihat kejadian yang sama.

Baca juga: Perlu Tahu, Amputasi Bisa Sebabkan Gangguan Psikologis

Itulah pembahasan tentang film Joker bisa memicu gangguan psikologis. Untuk seseorang yang sudah mengidap gangguan mental, ada baiknya untuk mengetahui lebih jauh tentang film yang akan ditonton. Jangan sampai film yang seharusnya menjadi hal yang menyenangkan berakhir menjadi sesuatu yang membuat harimu menjadi suram, ya.

Referensi:
Insider.Diakses pada 2019.'Joker' makes an explicit connection between mental illness and violence. Here's why that's dangerous and wrong.
10daily.Diakses pada 2019.Focusing On Joker's Violence Undermines A Powerful Portrait Of Mental Illness