Benarkah Orang yang Obesitas Lebih Berisiko Terkena Osteofit?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
risiko terkena osteofit

Halodoc, Jakarta - Seseorang biasanya akan mengalami osteofit ketika berusia di atas 60 tahun. Tidak hanya orang lanjut usia, osteofit juga bisa dialami oleh seseorang dengan usia muda. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat cedera atau kondisi medis tertentu. Osteofit sendiri dapat tumbuh di bagian tulang manapun, seperti leher, bahu, tulang belakang, punggung bawah, lutut, kaki, atau pun tumit. Benarkah orang yang obesitas lebih berisiko terkena osteofit? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di sini.

Baca juga: 6 Kebiasaan yang Bisa Menjadi Penyebab Seseorang Terkena Osteofit

Apa Itu Osteofit?

Osteofit, atau yang bisa juga disebut dengan bone spur, merupakan benjolan tulang yang tumbuh di tulang atau sekitar sendi. Kondisi ini biasanya akan muncul pada sendi yang sering mengalami gangguan dan nyeri sendi.

Apa Gejala yang Muncul pada Pengidap Osteofit?

Gejala yang muncul akan tergantung pada lokasi pertumbuhan osteofit. Gejala dapat meliputi:

  • Jika osteofit muncul pada leher, akan ditandai dengan gejala rasa nyeri seperti tertusuk jarum dan mati rasa di area tangan karena saraf terjepit.
  • Jika osteofit muncul pada bahu, akan ditandai dengan pembengkakan atau robeknya soket bahu yang melindungi sendi bahu. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya pergerakan bahu.
  • Jika osteofit muncul pada pinggang, akan ditandai dengan terbatasnya gerak pinggang, dan timbul rasa nyeri ketika menggerakkan pinggang.
  • Jika osteofit muncul pada lutut, akan ditandai dengan rasa nyeri ketika mencoba meluruskan atau menekuk kaki. Kondisi ini terjadi karena terhalangnya pergerakan tulang dan tendon yang terhubung dengan lutut.

Pada sebagian besar kasus, osteofit tidak menimbulkan gejala. Gejala baru akan muncul ketika terjadi gesekan antar tulang dan menimbulkan tekanan pada saraf di sekitarnya.

Baca juga: 3 Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Pengidap Osteofit

Apa Penyebab Terjadinya Osteofit?

Osteofit biasanya akan muncul sebagai respons tubuh terhadap gangguan yang terjadi pada sendi. Osteoarthritis merupakan penyebab umum dari kondisi ini. Osteoarthritis merupakan kondisi ketika tulang rawan di sekitar sendi terkikis secara perlahan. Tulang rawan merupakan jaringan elastis yang melapisi tulang, dan memungkinkan sendi untuk bergerak dengan mudah. Ketika tulang ini terkikis, endapan kalsium akan terbentuk secara bertahap sebagai respon tubuh terhadap tulang rawan yang rusak.

Benarkah Orang Obesitas Lebih Berisiko Mengidap Osteofit?

Osteofit bisa dicegah dengan meminimalisir tekanan pada tulang dan sendi. Bagi orang dengan obesitas, mempertahankan berat badan ideal merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi faktor risiko terjadinya osteofit. Selain mempertahankan berat badan ideal, pencegahan osteofit dapat dilakukan dengan:

  • Menghindari aktivitas yang berulang-ulang dan memberi beban berlebihan pada salah satu sendi.
  • Lakukan latihan beban secara teratur agar kekuatan tulang terjaga.
  • Konsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.
  • Usahakan untuk berdiri dan duduk dengan postur yang benar guna mempertahankan kekuatan punggung dan menjaga agar tulang belakang tetap lurus.
  • Jangan lupa untuk banyak minum air putih untuk menjaga cakram tulang belakang dan kesehatan sendi.
  • Gunakan sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki, agar kaki dan sendi terlindungi saat sedang berjalan.
  • Lakukan fisioterapi untuk melatih dan memperkuat otot di sekitar sendi.

Baca juga: 3 Olahraga yang Masih Aman Dilakukan Pengidap Osteofit

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!