Benarkah Konsumsi Bawang Putih Bisa Mengontrol Kolesterol?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Konsumsi Bawang Putih Bisa Mengontrol Kolesterol?

Halodoc, Jakarta - Bawang putih dikenal karena aromanya yang khas. Tidak hanya digunakan sebagai bahan masakan, bawang putih kerap diolah menjadi obat. Dikutip dari Verywell Family, bawang putih mengandung bahan kimia disebut allicin yang terbukti dapat membunuh bakteri dan jamur dan meringankan gangguan pencernaan tertentu. 

Selain meringankan gangguan pencernaan, bawang putih diyakini juga punya manfaat untuk menurunkan kadar kolesterol. Apakah hal ini bisa dibuktikan secara medis? Berikut penjelasannya. 

Baca Juga: Pilihan Olahraga untuk Menurunkan Kadar Kolesterol

Benarkah Bawang Putih Mampu Menurunkan Kolesterol?

Studi yang telah diterbitkan dalam Canadian Journal of Cardiology mengungkapkan, bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol. Penelitian yang melibatkan hewan dan manusia ini menunjukkan hasil penurunan kolesterol LDL apabila bawang putih dikonsumsi sebanyak satu setengah gram atau satu gram sehari. Nah, konsumsi bawang putih ternyata tidak menurunkan kadar kolesterol HDL dan hanya menurunkan kolesterol LDL. 

Kemampuan menurunkan kolesterol dari bawang putih tampaknya tergantung pada dosis. Artinya, semakin banyak bawang putih yang dikonsumsi, maka semakin rendah kolesterol turun. Penelitian lain yang diterbitkan dalam U.S National Library of Medicine National Institutes of Health mengungkapkan, efek penurun kolesterol dari bawang putih tampaknya hanya sementara.

Melihat penjelasan di atas, sebenarnya ada baiknya kamu langsung bertanya kepada dokter tentang dosis dan keamanannya. Pasalnya, konsumsi bawang putih dapat berinteraksi dengan kondisi penyakit tertentu atau obat-obatan tertentu, termasuk saquinavir, obat yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV. Jika kamu butuh bertanya soal ini, langsung saja menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja.

Baca Juga: Jangan Berlebihan, Tubuh Juga Butuh Kolesterol

Adakah Efek Samping yang Ditimbulkan?

Efek samping yang paling menonjol dari bawang putih adalah nafas akan berbau menyengat dan persisten. Selain berbau menyengat, bawang putih juga tidak disarankan kalau kamu sedang mengonsumsi segala jenis pengencer darah seperti warfarin. Kamu juga tidak disarankan mengonsumsi bawang putih apabila akan menjalani operasi. Pasalnya, bawang putih mempunyai efek pengencer darah, sehingga dapat memperparah perdarahan. 

Kalau kamu diharuskan untuk makan bawang putih, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui dosisnya. Meskipun tidak ada batasan pasti tentang berapa banyak bawang putih yang dapat kamu konsumsi sehari, beberapa penelitian telah menyarankan bahwa terlalu banyak bawang putih, yakni di atas 0,25 g dapat membahayakan kondisi hati.

Cara Mengontrol Kolesterol Lainnya

Selain mengonsumsi bawang putih, kamu perlu mengatur gaya hidup agar kolesterol lebih terkontrol. Cobalah untuk memilih makanan yang menyehatkan jantung, seperti makananan yang kaya asam lemak omega 3 dan serat larut. Mulailah mengurangi makanan berlemak jenuh dan lemak trans. Usahakan untuk berolahraga setiap hari dan tingkatkan aktivitas fisik sesuai kemampuan tubuhmu.

Baca Juga: Bikin Sehat, Coba 7 Menu Rendah Kolesterol

Kalau kamu perokok, sebaiknya mulai hentikan kebiasaan tersebut untuk meningkatkan kadar kolesterol HDL. Kamu juga harus menjaga berat badan agar tetap ideal. Apabila kamu mengalami berat badan berlebih coba jalankan diet sehat untuk menurunkan berat badan. Hindari pula mengonsumsi alkohol secara berlebihan. 

Referensi:
Verywell Family. Diakses pada 2020. Can Garlic Lower Your Cholesterol?.
Canadian Journal of Cardiology. Diakses pada 2020. The Impact of Dietary Changes and Dietary Supplements on Lipid Profile.
U.S National Library of Medicine National Instituses of Health. Diakses pada 2020. Garlic: a review of potential therapeutic effects.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Top 5 lifestyle changes to improve your cholesterol.