Benign Prostatic Hyperplasia dan Prostatitis, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Benign Prostatic Hyperplasia dan Prostatitis, Apa Bedanya?

Halodoc, Jakarta – Kesehatan menjadi hal yang penting bagi siapapun. Tidak pandang wanita maupun pria, semuanya perlu menjaga kesehatan agar terhindar dari segala penyakit yang dapat menyerang kesehatan, salah satunya adalah bagian reproduksi.

Baca juga: Pria Sulit Buang Air Kecil? Hati-Hati Pembesaran Prostat

Bagi pria, kelenjar prostat adalah bagian reproduksi yang memegang peranan cukup penting. Kelenjar prostat berada pada bagian dalam panggul tepatnya di bawah kandung kemih. Kelenjar prostat mengalami dua kali pembesaran, yaitu saat pria memasuki usia pubertas dan ketika pria memasuki usia 30 tahun.

Seiring berjalannya usia, berat dari kelenjar prostat juga mengalami penambahan. Umumnya prostat memiliki berat sekitar 40 gram pada saat pria masuk usia lanjut. Meskipun kecil, kelenjar prostat memiliki banyak fungsi penting untuk kehidupan seorang pria, seperti:

  1. Fungsi utama kelenjar prostat digunakan untuk mengeluarkan cairan yang melindungi dan menutrisi sperma. Selama pria mengalami proses ejakulasi, cairan tersebut dikeluarkan bersamaan dengan sperma yang dikenal sebagai air mani. Cairan ini yang membuat sperma mampu bergerak dalam rahim wanita menuju sel telur.

  2. Kelenjar prostat berfungsi untuk menutup saluran kemih ketika pria mengalami proses ejakulasi agar air mani tidak masuk dalam saluran kemih.

  3. Adanya kelenjar prostat juga digunakan untuk menunjang kinerja hormon seksual utama pria yaitu hormon testosterone.

Begitu pentingnya fungsi kelenjar prostat sehingga para pria perlu menjaga kesehatan kelenjar prostat dengan baik. Ada banyak gangguan yang bisa dialami oleh kelenjar prostat beberapa di antaranya adalah benign prostatic hyperplasia dan prostatitis.

Perbedaan BPH dan Prostatitis

Lalu, jika keduanya sama-sama terjadi pada kelenjar prostat, apa perbedaan dari kedua jenis penyakit ini?

Benign prostatic hyperplasia atau pembesaran prostat jinak merupakan kondisi ketika kelenjar mengalami pembesaran tetapi bukan karena adanya sel kanker. Ketika membesar kelenjar prostat menyebabkan penekanan pada bagian saluran kemih.

Kondisi ini mengakibatkan proses pembuangan urine ketika buang air kecil akan terganggu. Kondisi ini biasanya disebabkan adanya perubahan hormon pada seorang pria. Sehingga biasanya, penyakit pembesaran prostat jinak dapat dialami oleh para pria yang sudah memasuki usia lanjut.

Baca juga: Mau Prostat Bebas Masalah? Biasakan Konsumsi 7 Makanan Ini

Sedangkan prostatitis merupakan penyakit yang menyerang kelenjar prostat sehingga menyebabkan prostat mengalami pembengkakan dan peradangan. Penyebab penyakit prostatitis ini beragam, umumnya disebabkan oleh adanya infeksi bakteri pada kelenjar prostat.

Selain itu, ada penyebab lain yang menyebabkan penyakit prostatitis, seperti gangguan sistem imun, gangguan sistem saraf, adanya luka pada bagian prostat dan dampak dari penyakit menular seksual yang dialami oleh pengidap prostatitis.

Menjaga kesehatan prostat memang penting bagi pria. Hal ini digunakan untuk mencegah terjadinya beberapa gangguan pada prostat. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan prostat, salah satunya banyak mengonsumsi sayuran dan buah. Jangan lupa untuk banyak mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan selenium, likopen, vitamin D, omega 3 dan zinc.

Selain itu jangan lupa lakukan gaya hidup sehat seperti menghindari kebiasaan merokok dan mulailah untuk rutin melakukan olahraga ringan setiap harinya. Bila kamu mengalami masalah kesehatan pada bagian prostat tidak ada salahnya untuk segera lakukan pemeriksaan guna mendapatkan penanganan sejak dini.

Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui Halodoc. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: Kanker Prostat, Hantu bagi Para Lelaki