Berenang Picu Xerosis, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Berenang Picu Xerosis, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Berenang adalah salah satu olahraga yang baik untuk membuat kamu tetap sehat. Olahraga yang dilakukan di air ini memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti menyehatkan paru-paru dan berdampak baik bagi pernapasan. Walau begitu, kebiasaan berenang mungkin menyebabkan kamu terserang penyakit, salah satunya adalah xerosis.

Penyakit xerosis ini adalah istilah medis untuk menjelaskan ketika kulit terasa kering. Gangguan ini dapat menyerang semua orang, terutama seorang perenang. Maka dari itu, seseorang yang mempunyai hobi berenang harus mencegah terjadinya gangguan ini. Berikut ini pembahasan berenang yang menyebabkan xerosis!

Baca juga: Perlu Diketahui, Ini 8 Penyebab Xerosis

Berenang Dapat Memicu Xerosis

Xerosis atau kulit kering adalah hal yang umum, terutama pada orang yang lebih tua. Umumnya, gangguan ini menyebabkan hal yang kecil dan sementara, namun menimbulkan ketidaknyamanan. Hal ini terjadi karena kelembapan kulit menurun yang membuat kulit menjadi kering.

Seiring dengan bertambahnya usia, kelembapan pada kulit menurun yang sulit menjaga kulit tetap normal. Kulit menjadi lebih mudah terasa kering dan kasar karena kekurangan air dan minyak. Gangguan ini dapat berkembang dan membuat kulit kamu menjadi sangat kasar dan bersisik.

Hal ini juga dapat terjadi pada seorang atlet renang atau seseorang dengan hobi berenang. Xerosis terjadi lantaran tubuh terlalu banyak terkena air yang mengandung kaporit. Kandungan kaporit membuat minyak pada elastisitas kulit menurun drastis sehingga menjadi mudah terasa kering.

Adapun faktor pemicu xerosis lainnya karena beberapa hal, seperti cuaca, mandi dengan air panas, menggunakan sabun yang digunakan untuk menghilangkan minyak, serta kondisi kulit lainnya. Kamu harus menghindari semua hal tersebut agar tidak terserang gangguan kulit kering ini.

Penyakit lainnya juga dapat menyebabkan kulit seseorang menjadi kering dan terjadi xerosis. Gangguan yang menyebabkan hal tersebut adalah asma, demam, diabetes, dan hipotiroidisme. Selain itu, beberapa obat-obatan dan radiasi juga meningkatkan risiko terhadap gangguan kulit ini.

Baca juga: Kenali Xerosis yang Membuat Kulit Gatal dan Kering

Cara Diagnosis Xerosis

Umumnya, xerosis bisa langsung diidentifikasi oleh dokter ketika melihat kondisi kulit pengidapnya. Dokter juga bertanya tentang kebiasaan yang menyebabkan gangguan kulit kering tersebut. Selain itu, kamu akan ditanyai tentang gejala yang timbul, serta perawatan yang telah dilakukan. Hal ini menentukan perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Jika kamu mengalami gangguan pada kulit ini dan bingung cara untuk mengatasinya, dokter dari Halodoc akan membantu. Kamu hanya perlu untuk download aplikasi Halodoc yang memudahkan kamu untuk menjaga kesehatan. Selain itu, Halodoc juga menyediakan pemeriksaan fisik apabila xerosis tidak kunjung sembuh.

Pengobatan dari Xerosis yang Dapat Dilakukan

Pada umumnya, dokter akan memberikan pelembap yang dapat digunakan untuk mengatasi xerosis. Pelembap tersebut umumnya berbahan dasar minyak, karena akan bertahan lebih lama. Selain itu, untuk mengatasi xerosis, pelembap yang mengandung asam laktat mungkin saja digunakan.

Setelah pengobatan tersebut dilakukan dan tidak ada tanda-tanda menjadi lebih baik, mungkin kamu akan menerima krim kortikosteroid. Hal ini memengaruhi sistem imunitas pada kulit. Beberapa fungsi dari krim ini juga mampu meredakan peradangan dan mengurangi gatal.

Baca juga: Adakah Komplikasi yang Diakibatkan Xerosis?

Kamu dapat menghindari gangguan pada kulit ini memang dengan cara mengurangi faktor-faktor pemicunya. Kulit kering pada area yang terlihat, seperti wajah, dapat menurunkan kepercayaan diri kamu saat bertemu dengan orang lain. Kamu juga harus menjaga asupan makanan yang masuk untuk mencegah xerosis dari dalam tubuh.

Referensi:
Health Line.Diakses pada 2019.Xerosis Cutis
Wedrem.Diakses pada 2019.Xerosis Cutis (Dry Skin)