Bisa Pengaruhi Otot Wajah, Ini Dampak Myasthenia Gravis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Myasthenia Gravis, melemahnya otot wajah

Halodoc, Jakarta - Myasthenia gravis merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang menyebabkan gangguan pada neuromuskular. Hal tersebut akan menyebabkan kelemahan pada otot-otot wajah, mata, lengan, tenggorokan, dan kaki. Kelemahan akan bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu. Ketika myasthenia gravis terjadi, hal apa yang harus dilakukan?

Baca juga: 8 Cara Mendeteksi Penyakit Myasthenia Gravis pada Anak

Ini Dampak Myasthenia Gravis yang Dapat Memengaruhi Otot Wajah

Melemahnya otot wajah merupakan gejala utama yang muncul pada pengidap myasthenia gravis. Gejala ini akan semakin bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu, jika tidak ditangani dengan tepat. Kemudian, gangguan penglihatan akan dialami, akibat dari melemahnya otot mata. Parahnya, salah satu atau kedua kelopak mata bisa saja turun karena kondisi ini. Selain itu, gejala yang ditimbulkan oleh pengidap myasthenia gravis, antara lain:

  • Suara menjadi serak.

  • Sulit mengekspresikan wajah.

  • Bicara menjadi cadel.

  • Kesulitan saat mengunyah dan menelan.

  • Mudah tersedak.

  • Napas menjadi pendek.

  • Mengalami nyeri otot setelah beraktivitas.

  • Sulit berdiri dari posisi duduk.

  • Sulit mengangkat benda.

  • Mengalami gangguan ketika berjalan.

Setiap pengidap myasthenia gravis akan mengalami gejala yang berbeda. Bahayanya, gejala yang dialami akan berkembang secara perlahan dan akan bertambah parah dari waktu ke waktu. Ketika hal ini terjadi, risiko kehilangan nyawa tidak bisa dihindari. Saat kamu menemukan gejalanya, lebih baik segera temui dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc untuk mendiagnosis secara pasti perihal penyakit yang kamu alami. Jangan sampai menduga-duga, karena akan membahayakan dirimu sendiri.

Baca juga: Kenali Pencegahan Myasthenia Gravis yang Perlu Diketahui

Komplikasi Berbahaya Akibat dari Myasthenia Gravis

Myasthenic crisis merupakan komplikasi paling berbahaya pada pengidap myasthenia gravis. Myasthenic crisis muncul ketika myasthenia gravis menyerang otot yang membantu pernapasan, sehingga pengidap akan mengalami napas pendek dan sulit menarik napas dalam. Komplikasi ini akan membuat otot tenggorokan terlalu lemah untuk mendukung proses pernapasan. Keadaan inilah yang akan menyebabkan pengidap gagal napas, yang berujung pada hilangnya nyawa.

Myasthenic crisis yang terjadi tidak serta merta muncul begitu saja. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, seperti infeksi saluran pernapasan, stres, atau komplikasi dari prosedur operasi yang pernah dilakukan. Ketika pengidap myasthenia gravis mengidap komplikasi ini, penyakit autoimun lainnya, seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan tirotoksikosis akan rentan dialami.

Baca juga: Otot Bisa Melemah Sebelum Masuk Usia 40an, Wanita Mesti Waspada Myasthenia Gravis

Langkah Pencegahan Myasthenia Gravis

Belum ada langkah pencegahan sepenuhnya untuk menghindari myasthenia gravis. Penanganan yang dilakukan hanya berfungsi untuk mencegah gejala yang timbul semakin bertambah parah. Hal-hal yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Cuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet.

  • Gunakan masker ketika bepergian ke luar rumah.

  • Hindari aktivitas yang berat.

  • Jaga suhu tubuh agar tetap hangat.

  • Kelola stres dengan baik.

  • Lakukan fisioterapi untuk menjaga keseimbangan otot.

  • Berhenti merokok.

Segera temui dokter jika kamu mengalami gejala seperti sesak napas yang semakin parah dari waktu ke waktu. Reaksi tubuh masing-masing pengidap akan berbeda, jadi jangan sampai salah mendiagnosis. Gejala pada myasthenia gravis yang dibiarkan begitu saja, akan menimbulkan komplikasi parah, yaitu kehilangan nyawa. Jadi, lindungi kesehatanmu dengan selalu menerapkan pola hidup sehat di mana pun kamu berada.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Myasthenia Gravis.
Healthline. Diakses pada 2019. Myasthenia Gravis.