Bisakah Anak-Anak Mengalami Pneumotoraks?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bisakah Anak-Anak Mengalami Pneumotoraks?

Halodoc, Jakarta – Salah satu gangguan pada organ paru-paru yang bisa terjadi adalah pneumotoraks. Penyakit ini terjadi karena adanya kumpulan udara pada rongga pleura, yaitu rongga tipis yang dibatasi dua selaput pleura di antara paru-paru dan dinding dada. Udara tersebut terkumpul karena adanya celah yang muncul akibat cedera pada dinding dada. Celah juga bisa terbentuk karena ada robekan pada jaringan paru-paru. Penyakit ini merupakan kondisi gawat darurat, sehingga tidak boleh diabaikan. 

Udara yang menumpuk pada rongga pleura bisa menekan paru-paru dan menyebabkan gangguan pada organ tersebut. Kondisi ini bisa membuat paru-paru mengempis atau mengalami kolaps. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak-anak. Namun, risiko pneumotoraks disebut lebih tinggi pada orang yang berusia 20–30 tahun. Biar lebih jelas, simak penjelasan seputar penyakit pneumotoraks yang rentan menyerang anak-anak berikut! 

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Pneumotoraks yang Bisa Berakibat Fatal

Pneumotoraks bisa Menyerang Anak 

Penyakit pneumotoraks terjadi akibat bertumpuknya udara pada rongga pleura. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya cedera pada dinding dada atau ruptur pada jaringan paru-paru. Hal itu menyebabkan paru-paru mengalami kolaps karena ada perubahan tekanan udara pada paru-paru. Tumpukan udara tersebut bisa menekan organ paru-paru dan memicu gejala tertentu. 

Penyakit ini umumnya menyerang orang yang berusia 20–30 tahun, baik yang memiliki riwayat penyakit paru-paru maupun tidak. Pneumotoraks lebih rentan menyerang orang yang memiliki fisik tinggi dan kurus. Risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang aktif merokok, mengidap penyakit paru-paru, cedera, serta memiliki riwayat penyakit pneumotoraks sebelumnya. Penyakit ini juga bersifat genetik, yaitu bisa diturunkan dari orangtua ke anak. 

Baca juga: Ketahui Penanganan Pneumotoraks Berdasar Tingkat Keparahannya

Jika dilihat dari jenisnya, penyakit ini dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu pneumotoraks traumatik dan pneumotoraks nontraumatik. Pneumotoraks traumatik terjadi karena adanya cedera pada dinding dada ataupun paru. Sementara itu, ada juga jenis pneumotoraks nontraumatik. Pneumotoraks nontraumatik menjadi jenis yang paling rentan menyerang anak. Penyakit ini bisa menyerang pada usia muda, yaitu 10-30 tahun. Selain itu, pneumotoraks nontraumatik juga bisa menyerang orang kurus, berjenis kelamin laki-laki, hingga aktif merokok. 

Penyakit ini sering ditandai dengan gejala yang khas, terutama terasa pada organ paru-paru. Umumnya, gejala penyakit pneumotoraks muncul secara spontan, bahkan ketika pengidapnya tengah beristirahat. Pada awalnya, penyakit ini muncul dengan gejala sakit atau nyeri pada organ paru-paru yang muncul mendadak. Selain itu, kondisi ini juga ditandai dengan munculnya rasa nyeri di dada, sesak napas, keluar keringat dingin, muncul nyeri dan sensasi tertarik di dada, serta gejala takikardia berat atau jantung berdenyut lebih cepat. 

Penyakit ini harus segera ditangani karena bisa mengancam nyawa. Penyakit pneumotoraks yang tidak ditangani dengan baik bisa memicu berbagai komplikasi, termasuk kerusakan pada organ paru-paru. Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan berupa wawancara serta pemeriksaan fisik untuk menemukan gejala. Setelah itu, dokter akan menguatkan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti rontgen dada, CT scan, dan USG dada. 

Baca juga: Ini Pengobatan untuk Pneumotoraks yang Perlu Diketahui

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit pneumotoraks dan risikonya pada anak-anak dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Pneumothorax (Collapsed Lung).
NCBI. Diakses pada 2019. Acute Pneumothorax Evaluation and Treatment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pneumothorax.