Mengenal Lebih Jauh Pneumotoraks yang Bisa Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mengenal Lebih Jauh Pneumotoraks yang Bisa Berakibat Fatal

Halodoc, Jakarta - Pneumotoraks adalah terjadinya paru-paru yang kolaps pada seseorang ketika udara bocor ke ruang antara paru-paru dan dinding dada. Udara tersebut dapat mendorong bagian luar paru-paru seseorang dan membuatnya mengalami kolaps. Pneumotoraks dapat menyebabkan kolaps paru total atau kolaps hanya sebagian paru.

Pneumotoraks dapat disebabkan oleh cedera dada, karena benda tumpul yang menembus, prosedur medis tertentu, atau kerusakan akibat penyakit paru-paru yang mendasarinya. Gangguan tersebut dapat terjadi tanpa alasan yang jelas. Gejala yang umum muncul adalah nyeri dada mendadak dan sesak napas.

Pada beberapa kasus, paru-paru yang kolaps bisa menjadi peristiwa yang mengancam jiwa. Perawatan untuk pneumotoraks biasanya melibatkan memasukkan jarum atau tabung dada di antara tulang rusuk untuk menghilangkan udara berlebih. Pneumotoraks yang spontan juga dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki penyakit paru-paru yang jelas. Gangguan ini paling umum terjadi pada pria kurus dan tinggi yang berusia 20 hingga 40, serta merokok.

Baca Juga: Perbedaan Pneumotoraks Traumatik dan Pneumotorak Nontraumatik

Gejala Pneumotoraks

Gejala dari gangguan paru-paru tersebut mungkin sulit terlihat pada awal terjadi dan bisa saja tertukar dengan gangguan lain. Gejala-gejala pneumotoraks yang terjadi dapat bervariasi dari ringan hingga yang dapat mengancam jiwa. Berikut adalah gejala yang mungkin terjadi:

  • Sesak napas.
  • Nyeri dada, yang mungkin lebih parah di satu sisi dada.
  • Nyeri tajam saat menghirup.
  • Tekanan di dada yang semakin memburuk seiring waktu.
  • Perubahan warna biru pada kulit atau bibir.
  • Peningkatan denyut jantung.
  • Pernapasan cepat.
  • Kehilangan kesadaran atau koma.

Beberapa kasus pneumotoraks yang terjadi, hampir tidak menunjukkan gejala sama sekali. Hal ini hanya dapat didiagnosis dengan sinar-X atau jenis pemindaian lain. Maka dari itu, seseorang yang mengidap gangguan ini membutuhkan perhatian medis darurat dan harus segera menghubungi dokter untuk mencari bantuan medis segera.

Baca Juga: Ketahui Penanganan Pneumotoraks Berdasar Tingkat Keparahannya

Penyebab Pneumotoraks

Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi penyebab dari gangguan pada paru-paru tersebut, yaitu:

  1. Cedera dada

Cedera dada yang disebabkan oleh benturan dapat menyebabkan kolaps paru. Beberapa cedera dapat terjadi selama serangan fisik atau tabrakan mobil, sementara yang lain mungkin secara tidak sengaja terjadi selama prosedur medis yang melibatkan penyisipan jarum ke dalam dada.

  1. Penyakit paru-paru

Jaringan paru-paru yang rusak lebih cenderung kolaps. Kerusakan paru-paru dapat disebabkan oleh banyak jenis penyakit yang mendasarinya, termasuk penyakit paru obstruktif kronik, fibrosis kistik, dan pneumonia. Lepuh udara kecil (blebs) dapat berkembang di bagian atas paru-paru. Bleb ini terkadang pecah, sehingga memungkinkan udara bocor ke ruang yang mengelilingi paru-paru.

Faktor Risiko Pneumotoraks

Secara umum, pria jauh lebih berisiko mengidap pneumotoraks daripada wanita. Jenis pneumotoraks yang disebabkan oleh udara yang pecah kemungkinan besar terjadi pada orang berusia antara 20 dan 40 tahun, terutama jika orang tersebut sangat tinggi dan kurus. Faktor risiko yang meningkatkan pneumotoraks meliputi:

  • Merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko gangguan ini yang berbanding lurus dengan seberapa lama telah merokok dan jumlah rokok yang dihisap per harinya.
  • Genetika: Jenis pneumotoraks tertentu dapat terjadi dalam keluarga.
  • Penyakit paru-paru: Mengidap penyakit paru-paru tertentu dapat menyebabkan pneumotoraks, terutama penyakit paru obstruktif kronis (COPD).
  • Pernah mengidap pneumotoraks sebelumnya: Seseorang yang pernah mengalami pneumotoraks berisiko lebih tinggi mengalami pneumotoraks untuk kambuh.

Baca Juga: Pria Lebih Berisiko Terkena Pneumotoraks

Itulah pembahasan tentang pneumotoraks yang harus kamu ketahui. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!