Bisakah Dermatographia Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Bisakah Dermatographia Disembuhkan?

Halodoc, Jakarta – Dermatographia merupakan jenis penyakit kulit yang sering dijuluki skin writing, sebab pengidap kondisi ini seolah bisa menulis atau menggambar di permukaan kulit. Tanda penyakit ini adalah muncul garis di permukaan kulit, garis inilah yang bisa menyebabkan bentuk menyerupai tulisan. Risiko penyakit ini disebut lebih besar pada anak-anak dan dewasa muda. Selain itu, orang yang pernah mengalami penyakit kulit lain juga sangat rentan mengembangkan dermatographia. 

Kabar buruknya, penyakit ini bersifat permanen alias tidak bisa disembuhkan. Meski begitu, gejala penyakit ini biasanya tidak akan bertahan lama. Garis atau tanda dermatographia bisa dengan mudah muncul pada permukaan kulit, tetapi biasanya akan hilang dalam waktu singkat, hanya sekitar 30 menit. Biar lebih jelas, simak penjelasan seputar dermatographia berikut! 

Baca juga: Pemeriksaan untuk Deteksi Dermatographia

Mengenal Gangguan Kulit Dermatographia 

Penyakit kulit ini bisa menyerang siapa saja, tetapi paling rentan terjadi pada anak-anak dan orang dewasa muda. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab gangguan ini bisa terjadi. Gejala dermatographia berupa garis di permukaan kulit biasanya akan hilang dalam 30 menit tanpa penanganan khusus. Namun, jika gejala tidak kunjung membaik atau malah menjadi semakin buruk, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab munculnya garis. 

Permukaan kulit pengidap penyakit ini biasanya akan mengalami perubahan saat mendapat rangsangan tertentu, seperti tergores. Bagian kulit akan mengalami pembengkakan serta membentuk garis, seperti biduran. Pada beberapa kasus, gejala ini bisa saja disertai dengan rasa gatal yang mengganggu. Gejala dermatographia bisa menjadi semakin buruk pada suhu tertentu, misalnya udara yang terlalu dingin atau terlalu panas serta perubahan suhu yang terjadi secara ekstrem.

Baca juga: Dermatographia Bisa Dicegah dengan Gaya Hidup Ini

Meski penyebab pasti dermatographia belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa kondisi yang diduga berkaitan dengan kondisi ini. Berikut ini empat faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko dermatographia: 

  • Reaksi Alergi 

Munculnya gejala garis di permukaan kulit bisa saja berkaitan dengan alergi. Ada banyak hal yang bisa memicu reaksi alergi kulit, misalnya akibat gesekan pakaian. 

  • Tergores

Salah satu penyebab munculnya gejala yang meningkatkan risiko dermatographia adalah kulit tergores, misalnya karena digaruk. Tanda biasanya akan hilang setelah beberapa saat atau setelah berhenti menggaruk. 

  • Infeksi

Infeksi tertentu juga bisa memicu munculnya gejala dermatographia di permukaan kulit. 

  • Kondisi Mental 

Mengalami tekanan atau stres disebut menjadi salah satu faktor munculnya gejala dermatographia. 

Meski jarang bertahan dalam jangka yang lama, tetapi pada beberapa kondisi penyakit ini bisa mengganggu. Misalnya, saat gejala muncul di waktu yang tidak diinginkan dan disertai dengan rasa gatal yang mengganggu. Sayangnya, munculnya gejala biasanya tidak ditandai dengan tanda tertentu, sehingga sulit diperkirakan. 

Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, meski begitu pengobatan tetap perlu dilakukan. Tujuan pengobatan pada kondisi dermatographia adalah untuk meringankan gejala garis, pembengkakan, dan rasa gatal yang mengganggu permukaan kulit. Biasanya, dokter akan meresepkan jenis obat-obatan tertentu untuk mengatasi pembengkakan dan gejala lain yang muncul akibat penyakit dermatographia. 

Baca juga: Bagaimana Cara Mengobati Dermatographia?

Masih penasaran tentang penyakit dermatographia dan cara meredakannya gejalanya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What Is Dermatographia?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Dermatographia.