Bisakah Hidrosefalus Dicegah Sebelum Bayi Lahir?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bisakah Hidrosefalus Dicegah Sebelum Bayi Lahir?

Halodoc, Jakarta - Bayi yang dilahirkan dengan kepala yang relatif lebih besar disebabkan oleh sebuah gangguan yang terjadi sejak dalam kandungan. Gangguan pada bayi tersebut dikenal dengan sebutan hidrosefalus. Hal ini disebabkan oleh penumpukan cairan pada otak, sehingga menekan otak pengidapnya.

Hidrosefalus merupakan cacat bawaan yang dapat dideteksi sejak bayi tersebut berada di kandungan. Selain itu, infeksi tertentu juga dapat menyebabkan gangguan tersebut. Apakah gangguan pada kepala bayi tersebut dapat dicegah sebelum bayi dilahirkan? Berikut pembahasan mengenai hal tersebut!

Baca juga: Ketahui Hidrosefalus dengan Dideteksi dari Dalam Kandungan

Pencegahan Hidrosefalus Sebelum Bayi Lahir

Otak dan sumsum tulang belakang setiap orang dikelilingi oleh cairan tulang belakang pada otak. Umumnya, cairan tulang belakang otak diproduksi oleh dua ventrikel lateral. Setelah itu, cairan tersebut akan mengalir melalui ventrikel tersebut dan diedarkan ke sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

Cairan dari tulang belakang otak tersebut berfungsi sebagai bantalan terhadap otak. Setelah itu, cairan tersebut akan diserap kembali oleh membran yang menutupi otak. Namun, pada pengidap hidrosefalus, cairan tersebut kembali ke ventrikel sehingga menyebabkan cairan terus bertambah dan menekan otak di kepala.

Cairan berlebih tersebut yang menekan otak dapat menyebabkan kerusakan otak dan masalah terkait mental serta fisik. Walau begitu, gangguan ini terbilang jarang terjadi. Pengobatan dini sangat penting untuk mengatasi masalah tersebut dalam jangka panjang.

Walau begitu, dapatkah gangguan hidrosefalus dapat dicegah sebelum bayi lahir? Ternyata, kamu tidak dapat mencegah terjadinya kelainan pada otak tersebut. Walau begitu, kamu dapat menurunkan risiko yang mungkin terjadi pada anak ibu untuk mengembangkan kondisi berbahaya itu.

Hal yang pertama dapat kamu lakukan adalah memastikan kamu mendapatkan perawatan prenatal selama kehamilan. Cara ini dapat membantu kamu untuk mengurangi peluang kelainan tersebut terjadi dengan cara mencegah persalinan prematur. Cara lahir tersebut ternyata dapat menyebabkan bayi yang lahir mengalami hidrosefalus.

Setelah itu, kamu dapat meminta dokter untuk memberi vaksinasi. Cara ini juga dapat membantu kamu untuk mencegah penyakit dan infeksi yang mungkin berkembang menjadi hidrosefalus. Selain itu, pemeriksaan rutin juga harus dilakukan agar dapat melakukan pencegahan dini terkait risiko dari hidrosefalus.

Kamu juga dapat meminta saran pada dokter dari Halodoc. Caranya yaitu kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc pada smartphone kamu melalui Apps Store atau Play Store. Selain itu, kamu juga dapat melakukan pemeriksaan kandungan dengan pemesanan online pada rumah sakit terpilih di aplikasi tersebut.

Baca juga: Ketahui Berbagai Faktor Risiko Hidrosefalus Sejak Dini

Dampak Hidrosefalus pada Bayi

Dampak dari hidrosefalus pada bayi yang baru lahir mungkin tidak terduga dan berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya. Gangguan ini dapat menyebabkan kelainan pada otak, sehingga mungkin saja menyebabkan epilepsi, ketidakmampuan belajar, masalah pada ingatan jangka pendek, masalah pada koordinasi, dan masalah penglihatan.

Dikarenakan hal tersebut, anak-anak dengan kondisi tersebut sering mendapatkan terapi perkembangan, seperti terapi fisik dan terapi okupasi. Jika gangguan yang terjadi ringan, maka perkembangan bayi tersebut mungkin saja terjadi secara normal. Hal ini juga dapat dilakukan ketika telah mendapat perawatan dini.

Baca juga: Terserang Hidrosefalus, Bisakah Disembuhkan?

Pengobatan Dini Terhadap Hidrosefalus

Sebenarnya, hidrosefalus sudah dapat dideteksi sejak bayi tersebut berada di dalam kandungan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Umumnya, pemeriksaan ini dilakukan ketika usia kandungan memasuki 6-7 bulan. Di Indonesia, operasi penyedotan cairan saat bayi di dalam kandungan belum bisa dilakukan karena masalah alat.

Seorang bayi yang telah didiagnosis mengidap hidrosefalus, dokter akan terus mengawasi keadaannya apabila terjadi tanda-tanda tekanan pada otak. Hal tersebut mungkin menyebabkan terjadinya persalinan dini. Jika bayi tersebut telah lahir, hidrosefalus dapat diobati dengan beberapa pilihan tindakan bedah, seperti:

  1. Shunt

Hal ini dilakukan dengan menggunakan alat yang berguna untuk menormalkan tekanan di otak. Caranya yaitu dengan mengalirkan cairan ke dalam rongga perut, sehingga cairan dapat diserap kembali.

  1. Ventrikulostomi

Prosedur ini adalah alternatif dari shunt. Hal ini dilakukan dengan cara membuat lubang di bagian bawah ventrikel atau di antara ventrikel. Akhirnya, cairan tersebut dapat meninggalkan otak dan tidak terjadi tumpukkan.

Referensi:
Health Line. Diakses pada 2019. Hydrocephalus (Water on the Brain)
SSM Health. Diakses pada 2019. Fetal Hydrocephalus