Ketahui Hidrosefalus dengan Dideteksi dari Dalam Kandungan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Hidrosefalus dengan Dideteksi dari Dalam Kandungan

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar masalah kesehatan bernama hidrosefalus? Umumnya, hidrosefalus dialami oleh bayi atau anak-anak, tetapi dalam beberapa kasus kondisi ini juga bisa dialami oleh orang dewasa. 

Hidrosefalus sendiri merupakan penumpukkan cairan di rongga otak. Nah, cairan ini nantinya akan meningkatkan tekanan pada otak. Ketika terjadi pada bayi atau anak-anak, hidrosefalus bisa membuat ukuran kepala mereka membesar.

Hidrosefalus ini terjadi ketika produksi dan penyerapan cairan otak tak seimbang. Padahal, fungsi cairan ini aman penting. Cairan ini melindungi otak dari cedera, membuang limbah sisa metabolisme otak, hingga menjaga tekanan otak. 

Lalu, bagaimana sih cara mendeteksi hidrosefalus pada janin? Benarkah penyakit ini bisa ditelisik ketika anak masih di dalam kandungan? 

Baca juga: Radang Otak pada Anak Bisa Akibatkan Hidrosefalus?

Dari MRI atau USG Prenatal

Untuk mendiagnosis hidrosefalus pada janin, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang. Seperti: 

  • Pemindaian otak dengan MRI, untuk mendapatkan gambaran otak secara rinci dengan menggunakan medan magnetik dan gelombang radio. MRI bisa menghasilkan gambar otak yang lebih rinci. 

  • Pencitraan dengan USG prenatal antara 15 dan 35 minggu kehamilan. USG relatif lebih aman dan rendah risiko, serta dapat dilakukan sebagai pemeriksaan awal untuk mendeteksi hidrosefalus pada janin dalam kandungan atau bayi yang sudah lahir.

USG menjadi pemeriksaan kehamilan yang sangat umum dilakukan oleh ibu hamil. Sebab, USG ini memiliki banyak kegunaan. Misalnya, identifikasi cacat lahir, menentukan usia kehamilan, mengetahui jumlah bayi, evaluasi pertumbuhannya, menentukan posisi janin sebelum lahir, hingga menyelidiki komplikasi janin atau ibu.

Sedangkan untuk orang dewasa, hidrosefalus juga bisa dideteksi melalui pemindaian otak dengan CT scan. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai pemeriksaan darurat terhadap penyakit hidrosefalus, untuk mengetahui kondisi otak pengidap.

Baca juga: Hidrosefalus Bisakah Ukuran Kepala Menjadi Normal?

Hal yang perlu diingat, segeralah temui dokter bila ibu mengalami keluhan kesehatan selama kehamilan. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc 

Lantas, bagaimana sih hidrosefalus bisa terjadi? 

Bisa Infeksi, Bisa Pula Gangguan Cairan Otak

Hidrosefalus sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu hidrosefalus kongenital (kelainan bawaan) dan hidrosefalus yang didapat atau setelah lahir (acquired hydrocephalus). Penyebab hidrosefalus kongenital umumnya adalah infeksi pada masa kehamilan, seperti cytomegalovirus (CMV), rubella, mumps, sifilis, atau toksoplasma. Lalu, bagaimana dengan (acquired hydrocephalus)?

Acquired hydrocephalus lain lagi. Pada hidrosefalus yang terjadi setelah lahir umumnya disebabkan oleh penyakit di otak yang menimbulkan gangguan sirkulasi cairan otak, seperti stroke perdarahan, tumor otak, cedera otak yang parah, radang otak, atau radang selaput otak.

Untuk kasus hidrosefalus kongenital, selain infeksi ada pula kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hidrosefalus pada janin atau bayi yang baru lahir. Misalnya: 

  • Saat hamil, ibu mengalami infeksi pada rahim, sehingga timbul peradangan di jaringan otak janin. Misalnya, akibat infeksi rubella, toksoplasma, gondok, bahkan cacar air.

  • Adanya perkembangan yang tidak normal pada sistem saraf pusat, sehingga menghalangi aliran cairan serebrospinal.

  • Adanya perdarahan di ventrikel otak, sehingga memicu kemungkinan bayi lahir prematur.

Baca juga: Ketahui Berbagai Faktor Risiko Hidrosefalus Sejak Dini

Tips Mencegah Hidrosefalus

Setidaknya ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya hidrosefalus pada janin atau bayi, misalnya:

  • Ibu hamil melakukan kontrol berkala untuk mengetahui ada-tidaknya infeksi yang menyerang ibu atau janin.

  • Ibu hamil, bayi, dan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai arah dokter atau program pemerintah.

  • Melakukan perencanaan kehamilan dengan dokter spesialis dan melakukan tes-tes kesehatan yang dianjurkan sebelum merencanakan kehamilan. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2019. Hydrocephalus. 
Kids Health. Diakses pada 2019. Hydrocephalus. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hydrocephalus.