Bisakah Lupus Menyebabkan Stroke?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Stroke

Halodoc, Jakarta - Penyakit lupus merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri. Penyakit ini dapat menyerang pria atau wanita yang dapat bersarang pada tubuh selama bertahun-tahun lamanya, bahkan dapat kambuh sewaktu-waktu. Lupus dapat memengaruhi beberapa organ dalam tubuh, seperti saraf, jantung, otak, sendi, dan otot. Apakah lupus dapat sebabkan stroke?

Baca juga: Akhirnya, Penyebab Penyakit Lupus Kini Terungkap

Apakah Lupus Dapat Menyebabkan Stroke?

Pada beberapa pengidap, lupus menimbulkan gejala neurologis yang menyerupai pengidap stroke. Meskipun lupus tidak dapat disembuhkan, gejala yang muncul dapat dikendalikan. Stroke merupakan salah satu komplikasi yang dapat dialami oleh pengidap lupus. Untuk mencegah penyakit ini, selalu diskusikan masalah kesehatan yang kamu alami dengan langsung bertemu dokter di rumah sakit terdekat, ya!

Ketika gejala yang muncul dapat kamu atasi, lupus dapat terkendali, sehingga lupus tidak akan menimbulkan komplikasi berbahaya akibat rusaknya jaringan otak. Tak hanya stroke, ketika lupus sudah menyerang jaringan otak, komplikasi yang dapat ditimbulkan antara lain halusinasi, perubahan perilaku, kejang-kejang, dan sakit kepala.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Lupus yang Perlu Diketahui

Kenali Gejalanya Sebelum Parah

Lupus merupakan salah satu penyakit autoimun yang belum diketahui bagaimana langkah penyembuhannya. Sejauh ini, langkah pengobatan dilakukan untuk meredam gejala yang muncul agar tidak semakin parah. Berikut gejala utama yang muncul pada pengidap sakit lupus:

  • Mengalami rasa lelah yang parah. Gejala ini adalah gejala yang paling sering dialami saat sedang beraktivitas. Pada kasus yang parah, rasa kelelahan ini dapat muncul ketika pengidapnya beristirahat.

  • Mengalami ruam kulit. Ruam ini akan menyebar pada area batang hidung dan kedua bagian pipi. Tak hanya area wajah, pergelangan tangan dan lengan juga bisa mengalami ruam ini, yang ditandai dengan rasa nyeri dan gatal yang akan bertambah parah saat terpapar sinar matahari.

  • Mengalami nyeri pada area persendian. Gejala yang satu ini dialami pada area tangan dan kaki yang semakin bertambah parah pada waktu pagi hari.  Rasa nyeri bahkan bisa saja menjalar dari sendi satu ke sendi lain. 

Tak hanya gejala utama, gejala lain juga akan muncul pada beberapa pengidapnya. Beberapa di antaranya, yaitu demam, sariawan yang tak kunjung membaik, migrain, rambut rontok, mata kering, nyeri pada dada, depresi, hilang ingatan, napas menjadi pendek, jari-jari yang membiru saat terpapar hawa dingin, pembengkakan pada pergelangan kaki, serta darah tinggi.

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Lupus yang Perlu Diketahui

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat diperlukan guna mencegah terjadinya penyakit lupus. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang. Dalam menjaga tubuh agar tetap sehat, pengidap lupus disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan, sayur, dan gandum. Pada pengidap lupus yang juga mengidap darah tinggi dan masalah pada ginjal, mereka akan menjalani sejumlah pantangan makanan.

  • Lakukan istirahat cukup. Umumnya pengidap lupus akan mengalami rasa lelah ekstrim yang akan menetap. Untuk meringankan rasa lelah yang dialami,  pengidap dianjurkan untuk beristirahat dan cukup waktu tidur.

  • Lakukan olahraga secara rutin. Tahukah kamu jika olahraga rutin dapat membantu proses penyembuhan saat lupus dalam fase aktif? Tak hanya lupus, olahraga akan menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan.

  • Berhenti merokok. Tembakau ternyata dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit lupus. Oleh karena itu, berhenti merokok merupakan salah satu cara terbaik dalam menekan risiko terjadinya penyakit lupus.

Tak hanya beberapa hal tersebut, kamu juga dapat melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau perkembangan gejala lupus yang ada pada dirimu. Teknik ini juga digunakan guna mencegah terjadinya komplikasi pada pengidap lupus, seperti penyakit stroke

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Lupus.
Very Well Health. Diakses pada 2019. Lupus as a Cause of Stroke.