• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Lupus Menyebabkan Stroke?

Bisakah Lupus Menyebabkan Stroke?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bisakah Lupus Menyebabkan Stroke?

Halodoc, Jakarta – Penyakit lupus merupakan jenis penyakit autoimun, yaitu penyakit yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi malah berbalik menyerang. Lupus bisa menyerang siapa saja dan akan bertahan di tubuh selama bertahun-tahun. Gejala penyakit ini bisa kambuh sewaktu-waktu. Lupus dapat memengaruhi beberapa organ dalam tubuh, seperti saraf, jantung, otak, sendi, dan otot. 

Apakah lupus dapat sebabkan stroke? Jawabannya bisa. Ada studi yang menemukan bahwa risiko serangan stroke cenderung lebih tinggi pada pengidap lupus. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 4.451 pengidap stroke, diketahui 3,1 persen atau sekitar 139 orang mengaku mengalami gejala menyerupai stroke. Kebanyakan, pengidap lupus mengembangkan stroke iskemik. 

Baca juga: Akhirnya, Penyebab Penyakit Lupus Kini Terungkap

Lupus bisa Menyebabkan Stroke 

Penyakit lupus bisa menyebabkan stroke. Pada beberapa pengidap, lupus menimbulkan gejala neurologis yang menyerupai pengidap stroke. Dengan kata lain, stroke merupakan salah satu komplikasi yang dapat dialami oleh pengidap lupus. Untuk mencegah penyakit ini, selalu diskusikan masalah kesehatan yang kamu alami dengan langsung bertemu dokter di rumah sakit terdekat, ya! Biar lebih mudah, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menemukan daftar rumah sakit yang bisa dikunjungi. Download Halodoc sekarang untuk mendapatkan kemudahannya!

Meski bisa memicu komplikasi berupa stroke, sebenarnya lupus bisa dikendalikan. Ketika gejala yang muncul dapat kamu atasi, lupus dapat terkendali, sehingga lupus tidak akan menimbulkan komplikasi berbahaya akibat rusaknya jaringan otak. 

Tak hanya stroke, ada beragam komplikasi lain yang bisa muncul jika lupus menyerang jaringan otak. Kondisi ini bisa menyebabnya pengidap lupus mengalami gangguan berupa halusinasi, perubahan perilaku, kejang-kejang, serta sering sakit kepala. 

Baca juga: 10 Fakta Tentang Lupus yang Perlu Diketahui

Mengenali Gejala Penyakit Lupus 

Lupus merupakan penyakit autoimun yang belum diketahui bagaimana langkah penyembuhannya. Sejauh ini, pengobatan dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul agar tidak semakin parah. Berikut gejala utama yang muncul pada pengidap sakit lupus:

  • Mengalami rasa lelah yang parah. Gejala ini adalah gejala yang paling sering dialami saat sedang beraktivitas. Pada kasus yang parah, rasa kelelahan ini dapat muncul ketika pengidapnya beristirahat.
  • Mengalami ruam kulit. Ruam ini akan menyebar pada area batang hidung dan kedua bagian pipi. Tak hanya area wajah, pergelangan tangan dan lengan juga bisa mengalami ruam ini, yang ditandai dengan rasa nyeri dan gatal yang akan bertambah parah saat terpapar sinar matahari.
  • Mengalami nyeri pada area persendian. Gejala yang satu ini dialami pada area tangan dan kaki yang semakin bertambah parah pada waktu pagi hari. Rasa nyeri bahkan bisa saja menjalar dari sendi satu ke sendi lain. 

Tak hanya gejala utama, gejala lain juga akan muncul pada beberapa pengidapnya. Beberapa di antaranya, yaitu demam, sariawan yang tak kunjung membaik, migrain, rambut rontok, mata kering, nyeri pada dada, depresi, hilang ingatan, napas menjadi pendek, jari-jari yang membiru saat terpapar hawa dingin, pembengkakan pada pergelangan kaki, serta darah tinggi.

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Lupus yang Perlu Diketahui

Karena bisa memicu komplikasi parah, penting untuk mencegah dan menurunkan risiko penyakit lupus memburuk. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit lupus menjadi lebih parah, mulai dari menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, rutin berolahraga, serta berhenti merokok.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Lupus.
Very Well Health. Diakses pada 2021. Lupus as a Cause of Stroke.
LUPUS Foundation of America. Diakses pada 2021. New Insights Emerge on the Link between Lupus and Stroke.