• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Seseorang yang Pernah Alami Cacar Air Terkena Lagi?

Bisakah Seseorang yang Pernah Alami Cacar Air Terkena Lagi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Cacar air adalah penyakit yang sangat menular. Kondisi ini bisa sangat serius untuk bayi, orang dewasa, dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Penyebab cacar air adalah virus varicella-zoster (VZV), yang untungnya kini sudah ada vaksin untuk melawannya.

Namun, apakah benar bahwa seseorang yang sudah pernah terkena cacar air bisa mengalaminya lagi di kemudian hari? Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasannya berikut!

Baca juga: Cacar Air juga Bisa Menyerang Orang Dewasa

Kemungkinan Terkena Cacar Air Lebih dari Sekali

Meskipun jarang terjadi, seseorang bisa terkena cacar air lebih dari sekali. Namun, mayoritas orang yang pernah mengidap cacar air memiliki kekebalan dari virus penyebab cacar air selama sisa hidup mereka.

Kamu atau anak mungkin lebih rentan terhadap virus cacar air dua kali jika:

  • Mengidap cacar air pertama kali ketika berusia kurang dari 6 bulan.
  • Kasus cacar air pertama sangat ringan.
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Pada beberapa kasus, seseorang yang tampaknya terkena cacar air untuk kedua kalinya sebenarnya mengalami kasus cacar air yang pertama. Beberapa ruam bisa menyerupai cacar air. Bisa jadi orang tersebut sebenarnya tidak pernah mengidap cacar air sebelumnya, tetapi malah menerima diagnosis yang salah. Untuk itu, diagnosis yang dilakukan harus tepat.

Meskipun kasus cacar air yang dapat dengan mudah didiagnosis, infeksi virus lain dan bahkan gigitan serangga dapat salah didiagnosis sebagai kasus cacar air ringan, terutama oleh tenaga non-medis, termasuk orang tua dan pekerja penitipan anak.

Tes pengujian cacar air jarang diperlukan, tetapi ada beberapa pengujian yang dapat memastikan apakah seorang anak mengidap cacar air. Hal ini membantu dalam kasus-kasus ringan atau ketika seorang anak dicurigai mengidap kasus cacar air kedua. Tes untuk cacar air dapat meliputi:

  • Kultur virus cairan dari lesi cacar air.
  • Tingkat antibodi IgG dan IgM.

Untungnya, dengan meningkatnya penggunaan vaksin cacar air, kejadian kasus cacar air pertama dan kedua jauh lebih jarang terjadi akhir-akhir ini.

Baca juga: Ibu, Lakukan 4 Hal Ini saat Anak Terkena Cacar Air

Waspada Kemungkinan Herpes Zoster

Mungkin kamu tidak terkena cacar air dua kali, tetapi VZV bisa membuat kamu sakit dua kali. Setelah kamu atau Si Kecil terkena cacar air, virus tetap tidak aktif di jaringan saraf. Meskipun kecil kemungkinan akan terkena cacar air lagi, virus dapat aktif kembali di kemudian hari dan menyebabkan kondisi terkait yang disebut herpes zoster.

Di dunia medis, herpes zoster adalah ruam lecet yang menyakitkan. Ruam ini bisa berkembang di satu sisi wajah atau tubuh dan biasanya berlangsung sekitar tiga minggu. Lepuh juga biasanya berkeropeng dalam satu atau dua minggu.

Herpes zoster dapat menyebabkan komplikasi yang signifikan, tetapi kondisi ini sangat jarang terjadi.Vaksin herpes zoster pun kini tersedia untuk orang yang berusia 50 tahun ke atas.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Cacar Air Diperiksakan ke Dokter?

Vaksinasi setelah Infeksi Cacar Air

Meskipun sebagian besar anak-anak yang terkena cacar air dianggap kebal alami dan tidak perlu mendapatkan vaksin cacar air, kamu dapat mempertimbangkan untuk memvaksinasi mereka jika mereka masih sangat muda atau memiliki kasus cacar air yang sangat ringan. Ini dilakukan agar mereka tidak mengalaminya lagi. Dengan begitu, banyak anak yang telah divaksinasi, maka ini menciptakan kekebalan kelompok sehingga mencegah penularan kepada orang lain. 

Kini kamu bisa membuat janji di klinik atau rumah sakit untuk melakukan vaksinasi anak lewat aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu gunakan smartphone untuk buat janji vaksinasi di rumah sakit atau klinik terdekat dari rumahmu, sehingga kamu tak perlu lagi antre dan buang waktu lama untuk menunggu giliran. Praktis, bukan? Gunakan Halodoc sekarang juga untuk menikmati kemudahan layanan kesehatan hanya di genggaman!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Chickenpox Vaccination: What Everyone Should Know.
Healthline. Diakses pada 2021. Can You Get Chickenpox Twice?
Very Well Health. Diakses pada 2021. Why Do Some People Get Chickenpox Twice?