03 April 2019

Botox Dapat Sebabkan Koma, Mitos atau Fakta?

Botox Dapat Sebabkan Koma, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta - Usia yang semakin bertambah dapat menjadi satu hal yang dicemaskan banyak orang. Tidak hanya fungsi tubuh yang pastinya mulai menurun, penuaan juga pasti menyebabkan banyak kerutan halus muncul dan kulit tidak lagi sekencang saat masih muda. Penggunaan krim anti-penuaan menjadi salah satu cara untuk mengatasinya. Namun, banyak orang yang merasa hal ini kurang efektif, karena efeknya terasa cukup lama. Oleh karena itu, suntik botox sebagai cara instan menjadi cara yang juga banyak dipilih orang.

Suntik botox menjadi prosedur awet muda yang resmi dan sudah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) sejak 1991. Namun, ini bukan berarti botox tidak menimbulkan efek samping. Pasalnya, botox adalah racun yang diproduksi bakteri Clostridium botulinum.

Selain itu, melansir Asia One, seorang wanita agen real estat bernama Lau Li Ting asal Singapura dilaporkan meninggal pada 13 Maret 2019 setelah menerima suntikan botox. Lau Li Ting mengalami gagal jantung yang membuatnya koma selama lima hari. Kematian ini terjadi tepat beberapa hari setelah ia mendapat suntikan botox di klinik estetika di Marina Bay. Dilaporkan juga bahwa ini bukan kali pertama Lau menjalani perawatan Botox dan hingga kini masih belum diketahui persis zat atau reaksi kimia penyebab kematian Lau.

Baca Juga:  Benarkah Suntikan Botoks Bisa Mengurangi Sakit Pengidap Trigeminal NeuralgIa?

Efek Samping Botox

Suntikan botox bekerja dengan cara melemahkan atau menghalangi otot-otot berkontraksi. Jadi, ketika otot tidak berkontraksi, kulit mengencang dan terlihat halus. Dengan suntikan botox, berbagai kerutan di wajah menghilang dalam waktu singkat, umumnya 14 hari saja. Namun, botox hanya memberi penampilan ideal sesaat, tepatnya empat hingga enam bulan dan setelah itu otot-otot wajah kembali mengerut. Untuk mendapatkan penampilan yang didambakan, kamu wajib menyiapkan dana lebih karena suntikan botox mesti dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali.

Baca Juga: Awas, 5 Makanan Ini Mempercepat Penuaan Dini

Mereka yang usianya masih di bawah 25 tahun harus berpikir dua kali untuk melakukan suntikan botox. Botox memberikan efek yang membuat seseorang berhenti mengekspresikan emosi secara lepas. Menurut perawat Helen Collier yang melakukan riset tersebut, kemampuan manusia untuk menunjukkan berbagai emosi tergantung pada ekspresi wajahnya. Emosi seperti empati dan simpati membantu untuk bertahan dan tumbuh sebagai manusia dewasa yang percaya diri dan komunikatif. Ketika kamu menghapus semua ekspresi, ini membatasi perkembangan emosi dan sosial.

Untuk penggunaan jangka panjang, suntikan botox dikhawatirkan malah membuat kulit kehilangan kekenyalannya. Lama-lama, pengguna suntik botox bisa terlihat lebih tua karena massa ototnya berkurang. Suntikan botox juga menyebabkan kelemahan otot di seluruh tubuh, termasuk otot yang jauh dari lokasi suntikan. Hal ini yang diduga membuat seseorang bisa mengalami koma akibat botox adalah efeknya terhadap otot jantung.

Botox membuat otot jantung menjadi lemah sehingga fungsi tubuh jadi tidak bisa berjalan semestinya. Akibat lemahnya fungsi jantung ini, seseorang mengalami koma hingga berisiko menjadi penyebab seseorang kehilangan nyawa. Sementara itu, efek samping lainnya dari suntik botox adalah:

  • Nyeri kepala.

  • Kemerahan atau memar pada tempat suntikan.

  • Nyeri pada tempat suntikan.

  • Infeksi pada tempat suntikan.

  • Mata kering atau iritasi mata.

  • Penglihatan ganda.

  • Sensitif terhadap cahaya.

  • Kelopak mata atau alis mata yang jatuh (akan kembali dalam beberapa bulan).

Botox sebenarnya jarang menimbulkan reaksi alergi. Namun, kamu perlu waspada bila muncul beberapa reaksi alergi seperti ruam, pusing parah, kesulitan bernapas, serta gatal atau bengkak pada wajah, lidah dan tenggorokan. Botox juga dapat menyebabkan overdosis, dengan gejala seperti sesak napas, pingsan, kelemahan otot, dan paralisis atau kelumpuhan.

Pertimbangan Sebelum Melakukan Suntik Botox

Jika kamu berpikiran untuk menerima suntik botox, yakinkan alasan kamu untuk melakukannya, karena prosedur ini menghabiskan biaya yang cukup mahal dan tidak bersifat permanen. Kamu bisa diskusi dengan orang terdekat yang pernah melakukan tindakan ini dan meminta sarannya tentang dokter atau klinik kecantikan terpercaya.

Baca Juga: Enggak Hanya Wajah, Kenali Botoks Ketiak untuk Atasi Bau Badan

Bicarakan terlebih dahulu pada dokter Halodoc terkait keamanan dan efek samping yang mungkin ditimbulkan dari prosedur suntik botox. Kamu bisa menggunakan aplikasi  Halodoc untuk bicara pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!