16 October 2017

Cara Aman Berhubungan Intim Setelah Melahirkan

Cara Aman Berhubungan Intim Setelah Melahirkan

Halodoc, Jakarta – Seusai melahirkan, seorang wanita seringkali mengalami krisis kepercayaan diri. Di satu sisi, ada kebahagian besar karena telah berhasil membawa si buah hati lahir ke dunia. Namun di sisi lain, perubahan fisik yang terjadi membuat rendah diri karena bentuk tubuh tak seperti semula lagi.

Lalu bagaimana dengan hubungan dengan suami? Perubahan fisik inilah yang juga menjadi alasan bagi wanita ragu untuk berhubungan intim dengan suami. Setelah melahirkan, terjadi perubahan pada miss V dan rahim. Sehingga ada kekhawatiran yang biasa muncul sebelum melakukan hubungan. Misalnya saja rasa sakit yang mungkin muncul, baik melakukan persalinan Caesar maupun normal keduanya sama-sama memiliki efek sakit yang sama setelah melahirkan.

Nah berikut ini alah beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum berhubungan intim setelah melahirkan yang perlu ketahui oleh pasangan suami istri:

1.  Waktu yang Tepat Berhubungan Intim
Setelah melahirkan ada yang disebut dengan masa nifas yang berlangsung selama kurang lebih 40 hari. Masa ini ditandai dengan keluarnya darah serta sisa plasenta yang disebut lochea. Hubungan intim aman dilakukan setelah masa nifas berlalu, namun jika ibu melahirkan secara Caesar  atau proses episiotomy dan mendapat jahitan kemungkinan butuh waktu sembuh yang lebih lama. Setidaknya ibu butuh waktu enam minggu sebelum mulai berhubungan intim kembali sedangkan dalam beberapa kasus lain butuh beberapa bulan.

2.  Rasa Sakit
Sakit dan nyeri yang muncul ketika berhubungan intim usai melahirkan sudah menjadi hal yang biasa. Ini terjadi karena produksi hormon dari aktivitas menyusui memang membuat Miss V kering. Oleh karena itu, foreplay perlu dilakukan secara perlahan dan lebih lama agar rasa nyeri berkurang. Selain itu, untuk posisi berhubungan yang disarankan bagi ibu yang melahirkan normal adalah wanita di atas (woman on top) sedangkan bagi yang melahirkan Caesar sebaiknya menggunakan posisi bersisian (spooning) agar tidak menekan luka paska operasi.

3.  Miss V Mengendur
Ada kekhawatiran jika setelah melahirkan Miss V akan berubah. Inilah alasan mengapa sebagain wanita memilih untuk melahirkan dengan cara Caesar. Namun sebenarnya, otot Miss V yang meregang akibat melahirkan ini hanya terjadi sementara dan setelah masa nifas akan kembali ke bantuk normal. Untuk membantu otot Miss V kembali kencang, kamu bisa melakukan senam kegel.

4.  Menunda Kehamilan Berikutnya
Tak sedikit wanita yang mengalami kekhawatiran tentang terjadinya kehamilan jika berhubungan intim seusai melahirkan. Jadi setelah masa nifas berakhir dan ingin melakukan hubungan intim. Sebaiknya pasangan memutuskan untuk menggunakan alat kotrasepsi seperti kondom, pil, suntik, atau IUD.

5.  Terlalu Lelah untuk Berhubungan Intim
Ibu membutuhkan energi ekstra saat merawat si kecil yang baru lahir.  Sehingga memang wajar jika tenaga ibu terkuras dan merasa lelah untuk melakukan hubungan intim. Jika ini terjadi, sebaiknya bicarakan masalah ini pada suami agar tercipta saling pengertian. Pilih waktu yang tepat seperti pagi hari ketika si kecil tidur. Atau minta kerabat untuk menjaga si kecil sementara ibu dan ayah menghabiskan waktu romantis sejenak.

Segala hal dapat dibicarakan agar pasangan suami istri merasa nyaman satu sama lain. Termasuk masalah hubungan intim usai melahirkan. Tak perlu khawatir kondisi fisik mempengaruhi kualitas hubungan karena jika dilakukan dengan cara benar tentu dapat memberikan kepuasan satu sama lain.

Jika membutuhkan saran dari dokter mengenai hubungan intim usai melahirkan, pasangan bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, produk kesehatan yang dibutuhkan pun bisa dibeli di Halodoc dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.