• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Ampuh Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Ampuh Mengobati Sariawan pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Berbicara sariawan sama halnya membicarakan penyakit “sejuta umat”. Alasannya, mungkin hampir tiap orang pernah mengalami penyakit ini, setidaknya sekali dalam seumur hidupnya. Stomatitis aftosa, begitu sariawan disebut dalam dunia kedokteran, merupakan luka di dalam mulut yang dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. 

Luka yang timbul ini bisa berbentuk oval atau bulat dan berwarna putih atau kuning. Luka ini memiliki tepian berwarna merah akibat peradangan. Bagaimana dengan lokasinya? 

Lokasi sariawan ini bisa terjadi dibagian dalam pipi, bibir, ataupun permukaan gusi dan lidah dengan jumlahnya bisa satu, maupun lebih. Hal yang perlu diingat, sariawan ini bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak, bahkan bayi. 

Nah, pertanyaannya, bagaimana sih cara mengobati sariawan pada anak-anak?

Baca juga: Cari Tahu 5 Penyebab Sariawan dan Cara Mengatasinya

Cara Mandiri sampai Resep Dokter

Jangan langsung menyuruh Si Kecil mengonsumsi obat-obatan untuk mengobati sariawan. Alasannya, sariawan pada umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu. Namun, ada beberapa pengobatan mandiri untuk mengurangi atau mengobati rasa sakit sariawan. Misalnya:

  • Hindari semua pemicu yang bisa memperparah luka sariawan.

  • Cobalah berkumur dengan larutan garam atau baking soda. Takarannya kira-kira 1 sendok teh baking soda dan setengah cangkir air hangat.

  • Gunakan sedotan saat minum untuk mengurangi rasa sakit. 

  • Jangan gunakan pasta gigi dengan bahan yang bisa memicu iritasi, contohnya sodium lauril sulfat.

  • Perbanyak mengonsumsi air putih, meski terbilang sepele hal ini bisa membantu untuk mempercepat penyembuhan sariawan.

  • Konsumsi makanan yang lembut dan hindari makanan yang asam, asin, pedas, dan minuman panas. 

  • Cara mengobati sariawan dengan bahan alami juga bisa melalui makanan. Perbanyaklah mengasup sayur dan buah-buahan yang kaya akan vitamin C, B, folat, dan zat besi. Bila dianggap perlu, kita juga boleh mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin tersebut. Vitamin B kompleks dan C dapat mempercepat penyembuhan sariawan.

Andaikan cara-cara di atas tak ampuh untuk mengurangi rasa sakit atau mengobati sariawan anak, cobalah temui atau tanyakan pada dokter. Apalagi bila sariawan tak kunjung membaik dalam satu sampai dua minggu. Ibu bisa kok  bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Nantinya mungkin saja dokter akan meresepkan obat-obatan bila dianggap perlu. Contohnya, obat pereda nyeri atau obat antimikroba untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi pada luka. 

Selanjutnya, bagaimana cara mengatasi sariawan pada bayi? 

  • Berikan makanan bertekstur lembut dan bersuhu dingin, seperti es krim contohnya. 

  • Kompres sariawan dengan es batu. Sensasi dingin bisa membuat sariawan jadi mati rasa. 

  • Berikan minuman dalam jumlah sedikit tapi sering. Tujuannya untuk membasahi rongga mulut.

  • Buat larutan dari dari garam dan soda kue. Lalu, celupkan kapas pada laurat tersebut dan tempelkan kapas pada sariawan. Agar hasilnya maksimal, lakukan cara ini 3–4 kali sehari. 

Sama seperti anak-anak, sariawan pada bayi umumnya juga akan pulih dengan sendirinya. Namun, bila ibu merasa khawatir tak ada salahnya untuk membawa Si Kecil untuk mendapatkan penanganan dan saran medis yang tepat. 

Baca juga: 5 Fakta tentang Sariawan

Tak Sembuh-Sembuh? Jangan Anggap Remeh

Sariawan memang membutuhkan waktu untuk sembuh dengan sendirinya. Kira-kira sekitar 2–4 minggu, bergantung dari luka tersebut. Misalnya, luka karena trauma (tergigit atau tergesek benda tajam) bisa membuat peradangan cenderung tak kunjung reda. Namun, bila tak terjadi hal-hal yang dapat memicu iritasi pada peradangan, kamu perlu waspada. Sebab, hal ini bisa saja pertanda dari suatu penyakit. 

Selain itu, orang dengan anemia biasanya sangat mudah terserang sariawan. Selain itu, pengidap HIV yang memiliki sistem imun yang rendah juga rentan terhadap sariawan. Nah, bila sariawan ini sering kambuh atau tak kunjung sembuh, sebaiknya tanyakan kepada dokter. 

Hal yang perlu diperhatikan lagi mengenai bentuknya. Lesi dalam mulut bisa disebut sariawan atau bukan, bila memenuhi lima indikator. Mulai dari berbentuk bulat atau oval, membentuk kawan atau cekungan, diikuti rasa sakit, dasar luka berwarna putih kekuningan, dan pinggiran merah karena peradangan. 

Nah, ketika kelima indikator ini tak terpenuhi, sebaiknya tanyakan pada dokter mengenai kondisi tersebut. Sebab, meski awalnya sariawan yang terbentuk tidak oval atau bulat, lama-kelamaan lukanya akan tetap berbentuk seperti indikator yang disebutkan di atas. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2019. Canker Sores. 
Healthline. Diakses pada 2019. Stomatitis.
WebMD. Diakses pada 2019. Oral Health Centre. Mouth ulcers: Symptoms, treatment and prevention.