16 November 2018

Cara Menghadapi Pasangan yang Terkena Sindrom Peter Pan

Cara Menghadapi Pasangan yang Terkena Sindrom Peter Pan

Halodoc, Jakarta - Semestinya sih pria dewasa tak perlu bergantung dengan orang lain, bertanggung jawab, dapat berkomitmen, dan cakap dalam mengambil keputusan. Namun, apa jadinya bila hal sebaliknya yang justru terjadi? Hmm, kamu mungkin akan mengatakan bahwa mereka sangat kekanak-kanakan. Jangan salah lho, sebab ada segelintir pria dewasa yang memang dapat mengembangkan sikap dan sifat seperti itu.

Dalam kacamata dunia psikologi, hal ini disebut sebagai peter pan sindrom. Ada banyak sebutan lain dari sindrom ini, seperti king baby atau little prince syndrome. Kata ahli, sindrom peter pan membuat pria tak bisa hidup mandiri meski mereka sudah memasuki usia dewasa.

Menurut psikolog klinis, pria yang mengidap kondisi ini akan sulit mengambil keputusan dan amat bergantung kepada orang lain, bahkan dalam hal kecil sekalipun. Tak cuma itu, pria tersebut juga takut untuk berkomitmen, tak bertanggung jawab, dan memiliki ambisi yang rendah. Singkatnya, mereka tak mau dan tak mampu untuk tumbuh secara dewasa dan memikul tanggung jawab lebih dalam hidupnya.

Nah, pertanyaannya bagaimana bila pasanganmu yang mengidap sindrom ini? Sebab, bisa saja hubungan kalian akan dipenuhi dengan drama-drama yang makin memperkeruh suasana. Lantas, bagaimana sih cara memperlakukan pasangan pengidap sindrom peter pan?

1. Jangan Selalu Membantunya

Singkat alasannya, kita menginginkan pasangan agar menumbuhkan sikap kedewasaannya. Nah, cobalah untuk tak selalu “memanjakannya”. Pendek kata, jangan selalu memberikan mereka bantuan atau dukungan kecuali mereka melakukan hal yang sama kepada dirimu. Jelaskanlah kepada pasangan, bahwa dirimu juga membutuhkan dukungan dari dirinya.

2. Kenalkan Konsep Kedewasaan

Mengenalkan konsep kedewasaan ini bisa melalui berbagai cara kok. Contoh sederhananya mengenai hal pekerjaan. Ketika mereka ingin melamar pekerjaan, cobalah jelaskan kepada mereka untuk melamar pekerjaan yang mudah terlebih dahulu. Nah, seiring bergulirnya waktu cobalah sarankan mereka untuk mencari pekerjaan yang lebih menantang.

3. Singkirkan Hal yang Mengganggu Fokusnya

Terkadang memang tak ada salahnya untuk bersantai, seperti bermain game, menonton, ataupun sekadar berselancar di internet. Pasalnya, banyak kok pria dewasa yang melakukan hal tersebut. Nah, yang mesti diingat, jangan sampai hal-hal tersebut mengambil alih fokus dan waktu mereka. Apalagi bila mereka belum benar-benar bertanggung jawab pada kehidupannya.

4. Bijaksana dan Realistis

Memang enggak mudah, bahkan sulit ketika harus menghadapi pasangan yang tak tahu atau tak ingin tumbuh menjadi pria dewasa. Namun, cobalah jujur dan tanyakan kepada dirimu sendiri, apa alasan kamu memilih dirinya untuk menjadi pasangan hidup? Mungkin karena cinta atau hal lainnya yang membuatmu merasa tertarik. Setelah itu, pikirlah kembali dan jujur kepada diri sendiri, apakah ingin terus melanjutkan hubungan tersebut atau justru mengakhirinya.

5. Bantuan Ahli

Cara memperlakukan pasangan pengidap sindrom peter pan juga bisa lewat bantuan ahli. Bila dirimu menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda atau tua dengan sindrom peter pan, maka tak ada salahnya mempertimbangkan untuk melakukan couples therapy (terapi pasangan). Sebab, mengatasi masalah ini di dalam ruangan dengan menyertai ahli mungkin akan sangat membantu.

Sekali lagi, jangan ragu untuk meminta bantuan ahli seperti psikolog. Apalagi bila tingkat sindrom ini sudah tak bisa ditolerir lagi. Alasannya jelas, psikolog atau psikiater tentunya bisa membantu untuk meminimalisir sindrom tersebut. Langkah selanjutnya, psikolog akan membantu pasangan untuk mengenal kondisi mereka sendiri, agar lebih bisa memahami dan menerima apa yang terjadi di masa lalu. Namun yang terpenting, bantuan ahli bisa membantu pasangan untuk menyiapkan tindakan atau perilaku yang lebih efektif untuk masa depannya.

Mau tahu lebih jauh mengenai hal di atas atau anggota keluarga punya masalah kesehatan? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: