• Home
  • /
  • Penanganan Terbaik untuk Sirosis

Penanganan Terbaik untuk Sirosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penanganan Terbaik untuk Sirosis

Halodoc, Jakarta – National Health Service menganjurkan untuk melakukan perubahan gaya hidup dapat membantu mengobati sirosis. Perubahan yang dilakukan termasuk menghindari konsumsi alkohol, menurunkan berat badan jika kamu mengalami obesitas, melakukan olahraga teratur, serta menjalani hidup bersih guna menghindari infeksi.

Sirosis hati adalah jaringan parut pada hati yang disebabkan oleh beberapa penyakit, seperti hepatitis, penyakit hati berlemak, dan mengonsumsi alkohol yang kronis. Setiap kali hati mengalami luka, baik karena penyakit, konsumsi alkohol, atau hal lainnya, organ tersebut akan berusaha untuk memperbaiki diri.

Namun, jika sirosis semakin parah, semakin banyak jaringan parut yang terjadi, sehingga hati sulit berfungsi. Simak selengkapnya mengenai pengobatan sirosis di bawah ini!

Tidak Bisa Diobati, tetapi Bisa Ditangani

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau mengobati sirosis hati. Hal-hal tersebut, antara lain:

  1. Perawatan Penyalahgunaan Alkohol

Hati mempunyai fungsi untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Alkohol terdeteksi oleh tubuh sebagai racun. Mengonsumsi alkohol terlalu banyak dapat membuat hati bekerja lebih berat untuk memprosesnya.

Untuk mengatasi terjadi sirosis hati yang kamu alami, berhentilah mengonsumsi alkohol. Hal tersebut mungkin sulit dilakukan jika kamu sudah ketergantungan alkohol. Namun, demi kesehatan, kamu harus melakukannya.

Kalau kamu butuh saran profesional untuk mengatasi kecanduan alkohol, tanyakan langsung saja di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

  1. Perawatan Hepatitis

Sirosis hati dapat diatasi dengan perawatan hepatitis. Jenis hepatitis yang dapat menyebabkan kerusakan pada hati adalah hepatitis B dan C. Perawatan dari penyakit ini dapat membantu seseorang untuk mencegah terjadinya kerusakan hati. Jenis pengobatannya adalah mencakup:

  • Obat antivirus. Obat ini dapat menyerang virus hepatitis yang berada di dalam tubuh. Walau begitu, obat tersebut tergantung dari jenis hepatitis yang menyerang. Efek samping dari obat ini adalah sakit kepala, mual, dan masalah tidur.
  • Interferon. Obat ini dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus hepatitis. Walau begitu, pengobatan ini memberikan efek samping, yaitu kesulitan bernapas, pusing, perubahan berat badan, dan depresi.
  1. Perawatan Penyakit Hati Non-Alkoholik

Penyakit hati non-alkoholik disebabkan oleh penumpukan lemak yang dapat merusak hati. Kamu dapat mengidap penyakit ini karena kelebihan berat badan atau obesitas. Salah satu cara untuk mencegah hal ini terjadi adalah dengan menurunkan berat badan.

Baca juga: 3 Makanan Sehat untuk Mencegah Sirosis

Pola makan sehat yang bisa kamu aplikasikan untuk penanganan sirosis adalah mengurangi asupan, sehingga menekan risiko pembengkakan di kaki dan perut yang disebabkan oleh penumpukan cairan.

Mengemil yang sehat di antara waktu makan bisa menambah kalori dan protein yang baik untuk pengidap sirosis. Disarankan untuk makan dalam porsi kecil setidaknya 3-4 kali sehari. Perlu diketahui kalau sirosis hati dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan tidak dapat disembuhkan.

Hal tersebut dapat menyebabkan pengidapnya kehilangan nyawa. Maka dari itu, sirosis hati pada seseorang harus didiagnosis secara dini dan diketahui penyebabnya agar dapat dengan mudah diobati.

Baca juga: Apa yang Menyebabkan Seseorang Alami Sirosis?

Sirosis hati juga dapat menyebabkan komplikasi lainnya termasuk memperlambat aliran normal pada darah yang melalui hati sehingga menyebabkan darah melewati jalur lainnya sebelum akhirnya kembali ke jantung.

Jalur pembuluh darah tersebut berada di sepanjang perut dan kerongkongan. Tekanan tambahan pada pembuluh darah tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah membesar dan pecah. Hal ini umumnya terjadi di pembuluh darah di kerongkongan.

Referensi:

NHS.UK. Diakses pada 2020. How you can help stop cirrhosis getting worse.

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cirrhosis.