Cegah Hepatitis E, Hindari 4 Kebiasaan Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
cegah-hepatitis-e-hindari-3-kebiasaan-ini-halodoc

Halodoc, Jakarta – Dibanding hepatitis A, B, dan C, hepatitis E mungkin belum terlalu dikenal banyak orang. Tapi nyatanya, hepatitis E merupakan infeksi hati akut yang sudah menelan banyak korban jiwa, lho.

Berdasarkan laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 20 juta orang terinfeksi hepatitis E setiap tahunnya dan hampir lebih dari 56 ribu kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Nah, agar bisa mewaspadai penyakit ini, kamu harus tahu bagaimana cara hepatitis E menjangkiti manusia.

Hepatitis E disebabkan oleh virus HEV yang penularannya bisa terjadi melalui kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar sering kamu lakukan. Karena itu, ketahui kebiasaan apa saja yang mesti kamu hindari untuk mencegah hepatitis E di sini.

Bagaimana Cara Penyebaran Virus Hepatitis E?

Cara penyebaran virus hepatitis E hampir mirip dengan hepatitis A, yaitu melalui konsumsi air atau makanan yang sudah terkontaminasi oleh feses orang yang terinfeksi virus ini. Kamu bahkan tetap bisa tertular hepatitis E walaupun hanya mencicipi sedikit saja makanan yang sudah tercemar tersebut.

Risiko kamu untuk terkena infeksi hati akut ini juga bisa meningkat bila kamu tinggal atau bepergian ke negara dengan kualitas kebersihan yang buruk, terutama di wilayah yang sangat padat penduduk.

Selain itu, hepatitis E juga bisa ditularkan melalui transfusi darah. Ibu hamil yang terinfeksi hepatitis E juga bisa menularkan penyakit ini ke janin yang ada di dalam kandungannya. Pada kasus yang jarang terjadi, hepatitis E bisa menular dari hewan yang terinfeksi.

Baca juga: Hepatitis E Bisa Ditularkan Tikus pada Manusia

Siapa Saja yang Berisiko Tinggi Terkena Hepatitis E?

Hepatitis E sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja dari segala usia. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena hepatitis E, yakni:

  • Tidak menjaga kebersihan pribadi dengan baik.

  • Melakukan hubungan intim tanpa kondom (anal, oral, dan vaginal) dengan beberapa pasangan seks atau dengan seseorang yang sudah terinfeksi HEV.

  • Tinggal dengan pengidap infeksi HEV kronis.

  • Bepergian ke wilayah dengan tingkat hepatitis E yang tinggi.

Baca juga: 5 Fakta Penting tentang Hepatitis E

Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Hepatitis E

Selain memiliki faktor risiko di atas, orang yang sering melakukan kebiasaan berikut juga rentan terkena infeksi hepatitis E.

1. Jajan Sembarangan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyakit hepatitis E bisa menyebar melalui makanan atau air yang sudah terkontaminasi oleh kotoran pengidap. Itulah mengapa punya kebiasaan jajan sembarangan bisa meningkatkan risiko kamu terkena infeksi hati akut ini. Pasalnya, bila kamu membeli makanan atau minuman di tempat yang tidak terjamin kebersihannya, mungkin saja sajian tersebut sudah terkontaminasi oleh virus hepatitis E yang bisa menyerang kamu.

2. Mengonsumsi Makanan yang Tidak Segar

Tidak hanya jajan di tempat yang tidak bersih, mengonsumsi makanan yang sudah tidak lagi segar atau makanan yang sudah berada pada suhu ruang cukup lama juga bisa meningkatkan risiko terkena hepatitis E. Hindari juga makanan mentah, sayur dan buah yang belum dicuci, serta daging hewan liar karena virus hepatitis E bisa saja bersarang di situ.

3. Malas Mencuci Tangan

Kebiasaan buruk yang satu ini juga bisa menjadi cara virus HEV masuk dan menginfeksi tubuh kamu. Karena itu, cucilah tangan setelah menggunakan toilet, bersin, batuk, mengurus orang sakit, serta membuang sampah.

Baca juga: Penting untuk Kesehatan, Inilah Cara Mencuci Tangan yang Benar

Nah, itulah kebiasaan-kebiasaan yang sebaiknya segera kamu hentikan bila tidak ingin tertular hepatitis E. Kalau kamu ingin mengetahui lebih jauh seputar hepatitis E dan cara pencegahannya, jangan ragu untuk bertanya ke dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Untuk melakukan pemeriksaan terkait hepatitis, sekarang kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter lho di rumah sakit pilihan kamu di sini. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.