Cegah Nyeri Pergelangan Tangan dengan 4 Cara Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Cegah Nyeri Pergelangan Tangan dengan 4 Cara Ini

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mengalami nyeri pergelangan tangan? Nyeri pergelangan tangan ternyata bisa disebabkan banyak hal. Kalau kamu mengalami nyeri pergelangan tangan yang disertai kesemutan, bisa jadi itu disebabkan oleh sindrom karpal tunnel. Kesemutan dapat muncul karena timbul tekanan pada saraf median atau saraf terjepit. 

Sebenarnya tidak sulit untuk mencegah agar pergelangan tangan tidak nyeri. Begini lho cara pencegahannya

Baca Juga: Perhatikan 8 Gejala Nyeri Pergelangan Tangan yang Wajib Diwaspadai

Mencegah Nyeri Pergelangan Tangan

Terkadang nyeri pergelangan tangan muncul secara tiba-tiba. Namun, tips-tips berikut ini bisa kamu coba untuk mencegah terjadinya nyeri pergelangan tangan

1. Bangun Kekuatan Tulang

Mulai sekarang, coba bangun kekuatan tulang secara bertahap. Caranya, penuhi asupan kalsium sebanyak 1.000 miligram per hari bagi orang dewasa dan 1.200 miligram per hari bagi lansia yang usianya diatas 50 tahun. Selain mencegah terjadinya nyeri pergelangan tangan, tulang yang padat dan kuat akan menurunkan peluang osteoporosis dan patah tulang.

Kalsium bisa didapatkan melalui makanan atau minuman, seperti susu, sayuran hijau, makanan laut atau kacang-kacangan. Kamu juga bisa mengonsumsi vitamin maupun suplemen kalsium apabila mengidap alergi atau intoleransi makanan tertentu. Kalau mau beli vitamin atau suplemen lewat Halodoc aja! Yuk, download aplikasinya disini.

2. Mencegah Jatuh

Nyeri pergelangan sering disebabkan karena jatuh ke depan dengan posisi tangan yang terulur. Maka dari itu, hindari risiko-risiko yang rentan membuat kamu atau orang lain jatuh dengan menyingkirkan barang-barang yang mudah membuat kaki tersandung atau mengeringkan lantai yang licin. Menggunakan sepatu yang yang pas atau memasang pegangan di kamar mandi juga termasuk pencegahannya.

3. Gunakan Pelindung Saat Berolahraga

Cedera juga berisiko dialami siapapun saat berolahraga. Apalagi jika olahraga yang kamu lakukan berisiko tinggi terjatuh, seperti futsal, sepak bola, ice skating, basket dan lain-lain. Sebelum melakukan olahraga yang berisiko ini, jangan lupa untuk mengenakan pelindung seperti sepatu, decker, knee pads dan lain-lain. 

Baca Juga: Penyakit Ini Ternyata Sebabkan Nyeri Pergelangan Tangan

4. Kelola Aktivitas

Pekerja kantoran yang banyak menghabiskan waktunya dengan menatap layar komputer sembari mengetik dengan keyboard juga rentan mengalami nyeri pergelangan yang terkait dengan sindrom karpal tunnel. Bagi individu yang sering melakukan aktivitas yang berhubungan dengan tangan,  sebaiknya beri jeda setiap beberapa menit sekali. Saat mengetik, jaga pergelangan tangan dalam posisi santai dan netral. 

Kamu bisa memberikan busa atau gel pergelangan tangan agar tangan terasa lebih nyaman saat mengetik. Individu yang dituntut menggerakan tangan lebih berat lagi, seperti mencangkul atau memikul beban berat, disarankan untuk memakai sarung tangan yang tebal dan empuk.

Itulah beberapa tips untuk mencegah nyeri pergelangan tangan. Kalau kamu sudah terlanjur mengalaminya, ada beberapa opsi perawatan yang bisa kamu lakukan. Yuk, baca terus!

Opsi Perawatan Untuk Atasi Nyeri Pergelangan Tangan

Banyak opsi yang bisa dipilih untuk mengobati nyeri pergelangan tangan tergantung dari penyebabnya. Nyeri yang berkaitan dengan sindrom carpal tunnel bisa diobati dengan memakai belat untuk mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri. Bukan cuma sindrom carpal tunnel, sebagian besar faktor yang menyebabkan nyeri pergelangan rata-rata memang perlu diobati dengan menggunakan belat.

Baca Juga: Hati-Hati, Asam Urat Dapat Sebabkan Nyeri Pergelangan Tangan

Selain menggunakan belat, mengompres dingin dan panas secara bergantian juga efektif meredakan nyeri. Kompres bisa dilakukan selama 10–20 menit. Nyeri yang berkembang menjadi rasa sakit sebaiknya obati dengan mengonsumsi penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen atau naproxen. Itulah informasi seputar nyeri pergelangan tangan yang perlu diketahui. Kalo belum cukup, tanya ke dokter Halodoc aja ya!