Cek Pranikah, Apa Saja yang Diperiksa?

cek pranikah

Halodoc, Jakarta - Semua orang akan sangat bahagia saat hari pernikahan tiba. Karena pernikahan akan menjadi awal kehidupan baru untuk kamu dan pasangan. Jika kamu sudah menyiapkan materi maupun mental untuk hal yang satu ini, apakah kamu juga sudah melakukan persiapan fisik untuk mempunyai keturunan dengan kualitas yang baik dan sehat? Nah, untuk itu, diperlukan cek pranikah untuk pasangan calon suami istri. Ini beberapa tes yang akan dilakukan untuk pasangan calon suami istri.

Baca juga: Cek Pra Nikah Bisa Tentukan Pasangan Bisa Punya Keturunan?

  1. Pemeriksaan Fisik Secara Keseluruhan

Langkah pertama pada cek pranikah terdiri atas pemeriksaan umum, yaitu pemeriksaan fisik secara keseluruhan. Mengapa hal ini dilakukan? Karena umumnya kondisi kesehatan sudah bisa dilihat melalui tekanan darah. Calon istri yang positif mengidap tekanan darah tinggi akan berbahaya bagi kandungan, karena dapat menghambat proses tumbuh kembang janin dalam kandungan. Dengan menjalani pemeriksaan ini, pasangan juga akan mengetahui beberapa riwayat penyakit yang pernah dialami, seperti diabetes.

  1. Pemeriksaan Penyakit Hereditas atau Penyakit Genetika

Penyakit hereditas ini akan diturunkan dari kedua orangtua kepada anak cucunya nanti. Penyakit ini terjadi akibat adanya kerusakan gen saat tubuh terpapar radikal bebas dan bahan-bahan kimia yang bisa mengubah kode genetik dengan sendirinya. Selain itu, kerusakan gen ini juga bisa terjadi jika seseorang mengalami stres berat.

Dan karena adanya gen yang rusak, maka sel-sel dalam tubuh tidak bisa berfungsi dengan normal. Hal ini yang mengakibatkan munculnya penyakit. Penyakit hereditas yang cukup umum terjadi, misalnya asma, penyakit jantung, kanker, diabetes, dan depresi bisa terjadi. Selain itu, buta warna dan down syndrome juga bisa terjadi karena adanya penyakit hereditas pada seseorang, namun kasus ini cukup langka.

Baca juga: 3 Fakta tentang Cek Pranikah yang Perlu Diketahui

  1. Pemeriksaan Penyakit Menular

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah awal pencegahan transmisi hepatitis B kepada pasangan melalui hubungan intim. Jika hasil pemeriksaan HBsAg positif, berarti kamu telah terinfeksi virus hepatitis B dan berisiko untuk menularkan penyakit ini.

Selain hepatitis B, pemeriksaan ini juga meliputi tes HIV/AIDS yang berisiko ditularkan melalui hubungan intim dan dari ibu kepada janin yang dikandung. Untuk itu, tes ini penting dilakukan sebelum menikah.

Kondisi kesehatan seseorang bisa memengaruhi proses kehamilan dan kualitas kehidupan yang dimiliki oleh keturunan kamu nantinya. Maka dari itu, mengetahui kondisi kesehatan pasangan akan membuat perencanaan rumah tangga kedepannya menjadi lebih matang.

  1. Pemeriksaan pada Organ Reproduksi

Pemeriksaan pada organ reproduksi bertujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan organ reproduksi pada calon suami istri. Contohnya pemeriksaan guna mengetahui apakah calon suami istri mengidap infeksi saluran kemih. Apabila positif terinfeksi, kondisi ini akan sangat berbahaya saat sang istri mengandung nanti.

  1. Pemeriksaan Alergi

Pemeriksaan alergi seringkali dianggap sepele. Padahal, pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa calon suami istri apakah di tubuh mereka memiliki reaksi alergi terhadap bahan atau substansi tertentu. Jika alergi ada pada tubuh dan tidak disadari dan ditangani dari awal, akan berakibat fatal bagi pengidapnya. Pemeriksaan alergi ini biasanya dilakukan dalam bentuk tes darah atau tes pada kulit.

Baca juga: 6 Jenis Pemeriksaan yang Penting Dilakukan Sebelum Menikah

Jika kamu dan pasangan berniat untuk melakukan tes pranikah, pastikan kamu sudah mengetahui dengan jelas apa saja tahapan-tahapan yang harus dijalani. Kamu bisa bertanya seputar prosedur ini dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc, melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa melakukan cek pranikah dengan menggunakan Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang di Google Play atau App Store!