23 September 2017

Waspada 9 Gejala Usus Buntu pada Anak dan Cara Penanganannya

Waspada 9 Gejala Usus Buntu pada Anak dan Cara Penanganannya

Halodoc, Jakarta – Penyakit usus buntu bukan hanya bisa diidap oleh orang dewasa saja, namun juga oleh anak-anak. Penyakit usus buntu yang terjadi pada anak biasanya disebabkan adanya infeksi perut yang telah menyebar ke usus buntu atau terdapat penyumbatan yang telah menghalangi usus buntu. Selain itu, usus buntu bisa terjadi karena adanya penyumbatan akibat mengerasnya feses atau pembengkakan kelenjar getah bening yang ada di usus. Gejala usus buntu pada anak dan orang dewasa tidak selalu sama. Penyakit usus buntu pada anak membutuhkan perhatian medis secepat mungkin. Sebagai orang tua penting bagi kamu untuk mengetahui beberapa gejala usus buntu pada anak.

Gejala Usus Buntu Pada Anak
1.  Demam ringan dan nyeri di sekitar pusar.
2.  Mual dan muntah.
3.  Kehilangan nafsu makan.
4.  Rasa sakit di bagian tengah perut si anak yang mungkin hilang timbul.
5.  Rasa sakit biasanya semakin parah dan bergerak ke sisi kanan bawah perut namun sebagian orang mengalami penjalaran nyeri hingga perut kanan atas, pinggul, dan punggung.
6.  Dalam beberapa jam, rasa sakit bergerak ke sisi kanan bawah perut, di mana usus buntu biasanya berada, dan menjadi menetap serta bertambah parah. Dan bila ditekan area tersebut, atau ketika anak kamu batuk dan berjalan kaki, bisa membuatnya merasakan nyeri yang hebat.
7.  Gejala usus buntu pada anak mungkin juga disertai peningkatan jumlah sel darah putih, yang merupakan tanda terdapatnya infeksi lain pada tubuh.
8.  Sementara pada bayi dan anak yang berusia kurang dari 2 tahun, gejala usus buntu biasanya mengakibatkan muntah, kembung, sakit perut, tidak mau makan atau minum, terjadi demam, bahkan diare.
9.  Anak-anak di antara usia 2 sampai 5 tahun sering mengalami sakit perut dan muntah. Bila mereka mengidap  penyakit ini, gejala usus buntu yang biasanya terjadi yakni demam dan hilangnya nafsu makan.

Bila anak mengalami beberapa gejala usus buntu, sebaiknya segera bawa anak kamu ke dokter untuk memperoleh penanganan. Seringkali untuk mengetahui penanganan yang tepat diperlukan juga beberapa pemeriksaan tambahan selain pemeriksaan fisik, yaitu foto roentgen, USG, CT scan, serta pemeriksaan darah dan urin. Penyakit usus buntu pada anak terkadang sulit untuk didiagnosis, terutama pada anak yang lebih kecil.

Penanganan Penyakit Usus Buntu pada Anak
Bila kondisi anak kamu sudah parah atau penanganan dengan obat-obatan tidak menunjukkan perubahan, maka perlu ditangani dengan mengeluarkan usus buntu yang meradang dengan prosedur apendektomi. Dokter bedah akan membuat sayatan kecil di perut atau bisa juga menggunakan alat bedah khusus yang disebut laparoskopi. Apendektomi mmebutuhkan rawat inap selama dua hingga tiga hari di rumah sakit tergantung kondisi anak kamu.


Penyakit usus buntu pada anak tidak bisa dianggap remeh dan harus segera ditangani. Untuk itu kamu perlu selalu siap sedia untuk memeriksakan kondisi anak pada dokter. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter dan meminta saran untuk penanganan penyakit usus buntu yang diidap oleh anak melalui menu Contact Doctor. Kamu bisa memilih metode chat, voice call, dan video call. Selain itu kamu bisa juga membeli kebutuhan medis seperti vitamin atau suplemen menggunakan menu Pharmacy Delivery. Download sekarang juga aplikasi Halodoc pada Google Play dan App Store untuk menggunakannya.

BACA JUGA : KENALI 5 GEJALA DAN CARA MENGOBATI TIFUS PADA ANAK