Demam setelah Buka Puasa, Apa Penyebabnya?

Demam setelah Buka Puasa, Apa Penyebabnya?

Halodoc, Jakarta - Saat puasa, pola makan berubah dari yang biasanya tiga kali sehari menjadi dua kali. Kadang jika kita tidak menerapkan puasa sehat, tubuh bisa terserang penyakit. Puasa sehat maksudnya adalah tetap menjalankan pola hidup sehat selama puasa, memilih makanan bergizi tinggi saat sahur dan berbuka serta memastikan kecukupan air tubuh melalui air putih. Salah satu hal yang mengganggu adalah demam saat puasa, dan hal ini bisa muncul bahkan saat baru berbuka puasa.

Baca Juga: Ini Cara Mudah Bisa Bangun Sahur Tepat Waktu

Demam saat puasa bisa saja terjadi karena tubuh kekurangan cairan selama puasa, akibatnya suhu tubuh meningkat. Namun, lebih baik lagi memastikannya dengan menggunakan termometer. Kamu bisa menggunakan termometer untuk memastikannya, dan jika suhunya mencapai lebih dari 37.5 derajat celcius, maka kamu benar-benar mengalami demam.

Tidak hanya karena kekurangan cairan, demam saat puasa bisa menjadi tanda infeksi virus, bakteri, atau parasit tertentu, misalnya radang tenggorokan, cacar air, tifus, atau demam berdarah. Saat puasa wajar jika pertahanan tubuh menjadi lebih lemah akibat asupan gizi menjadi berkurang. Gejala yang menyertai demam saat puasa di antaranya badan menggigil, sakit kepala, nyeri otot, atau nafsu makan menurun.

Baca Juga: Datang Mendadak, Kenapa Kepala Pusing Saat Puasa?

Kiat Mengatasi Demam Saat Puasa

Demam saat puasa bisa mengganggu kelancaran puasa. Nah, beberapa hal yang dilakukan untuk mengatasi demam sementara kamu tengah menjalankan ibadah puasa antara lain:

1. Cukupi Kebutuhan Cairan

Pastikan tubuh tetap mendapatkan kebutuhan cairan yang cukup. Sebab selama demam, kamu akan mengalami kenaikan suhu tubuh yang membuat tubuh terasa lebih panas. Suhu tubuh yang meningkat mempercepat penguapan cairan dalam tubuh dan kondisi ini membuat lebih mudah dehidrasi.

Cukupi kebutuhan air selama puasa dengan cara mengonsumsi cukup air pada waktu berbuka puasa, waktu setelah berbuka puasa dan waktu sahur. Usahakan konsumsi lebih dari 8 gelas agar kamu terhindar dari dehidrasi. Hindari konsumsi air dingin atau yang terlalu panas. Selain itu, kamu bisa konsumsi sup ayam yang mengandung banyak air serta membuatmu merasa nyaman saat berbuka ataupun sahur.

2. Jangan Pakai Pakaian Tebal

Meski demam membuat tubuh terasa dingin, sebaiknya hindari penggunaan pakaian tebal. Pakaian yang tebal menghambat pelepasan panas dari tubuh dan berisiko untuk membuat suhu tubuh menjadi lebih tinggi.

3. Konsumsi Makanan yang Tepat ketika Berbuka dan Sahur

Demam saat puasa diatasi dengan memilih makanan untuk berbuka dan sahur yang tepat. Konsumsi buah-buahan yang kaya vitamin C, vitamin E dan vitamin A dapat menjaga kekebalan tubuh karena sifat antioksidan. Kamu bisa mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan probiotik seperti yoghurt atau tempe. Probiotik dapat menjaga keseimbangan bakteri pada usus dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Makanan tinggi protein disarankan agar tubuh kamu mendapatkan banyak energi.

Jika suhu tubuh tidak kunjung turun dengan perawatan sederhana, maka sebaiknya konsumsi obat penurun panas. Tidak ada salahnya untuk mengonsumsi obat penurun demam pada saat buka puasa, setelah berbuka puasa atau sahur.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Demam saat Puasa

Jaga selalu kesehatan agar puasa tetap bisa kamu bisa dilakukan dengan nyaman. Jika demam terus berlanjut, segera temui dokter. Untuk berjaga-jaga, download aplikasi Halodoc di ponsel kamu, jadi kapan saja kamu merasakan gejala kurang nyaman di tubuh, kamu bisa langsung bertanya pada dokter, atau kapan saja kamu ingin membeli obat, kamu juga tinggal klik aplikasi Halodoc.