Diabetes Dapat Tingkatkan Risiko Skiatika

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Diabetes Dapat Tingkatkan Risiko Skiatika

Halodoc, Jakarta - Tubuh kamu terdapat saraf-saraf yang berfungsi untuk mengantar sinyal dari otak ke area tertentu untuk bergerak. Pada tubuh manusia, terdapat suatu saraf yang menyebar ke seluruh tubuh. Saraf tersebut adalah saraf skiatik yang mulai dari sumsum tulang belakang, lalu ke pinggul serta bokong, dan berakhir di setiap kaki.

Walau begitu, saraf tersebut mungkin saja mengalami gangguan. Hal yang umum menyebabkan gangguan adalah skiatika. Hal ini dapat menyebabkan tubuh terasa nyeri. Risiko skiatika dapat meningkat pada seseorang yang mengalami diabetes. Berikut adalah pembahasan tentang hal ini!

Baca juga: Waspada, Ini Komplikasi yang Terjadi pada Skiatika

Terkena Diabetes Lebih Berisiko Terhadap Skiatika

Skiatika adalah timbulnya rasa sakit yang terasa di sepanjang jalur saraf skiatik. Saraf tersebut bercabang dari punggung, pinggul, bokong, hingga ke kaki. Umumnya gangguan yang terjadi pada saraf ini memengaruhi satu sisi tubuh pengidapnya. Kamu mungkin juga merasakan kelemahan atau mati rasa.

Hal yang sering terjadi pada seseorang yang mengalami skiatika adalah linu panggul. Perasaan sakit pada panggul ini terjadi ketika piringan hernia pada tulang belakang menekan bagian saraf. Ketika terjadi, seseorang merasakan peradangan, rasa sakit, dan mati rasa pada kaki yang sakit.

Salah satu hal yang meningkatkan risiko dari skiatika adalah diabetes. Kondisi ini memengaruhi cara tubuh untuk menggunakan gula darah. Hal tersebut meningkatkan risiko terhadap kerusakan saraf yang berakhir pada skiatika. Jika kamu mengalami diabetes, berhati-hatilah terhadap risiko gangguan ini.

Baca juga: Saraf Terjepit Dapat Sebabkan Skiatika, Ini Alasannya

Gejala yang Ditimbulkan Skiatika

Gejala yang umum dirasakan ketika mengalami skiatika adalah rasa sakit yang menjalar dari tulang belakang ke bokong hingga bagian bawah kaki. Mungkin saja timbul rasa tidak nyaman di sepanjang jalur saraf, tetapi kemungkinan dari punggung bawah ke pantat dan bagian paha serta betis.

Rasa sakit yang timbul juga dapat berbeda-beda, dari ringan hingga parah. Selain itu, kamu mungkin juga merasakan sensasi terbakar atau perasaan seperti terkena sengatan listrik. Gejala ini akan terasa lebih buruk ketika kamu batuk atau bersin. Duduk terlalu lama juga dapat memperburuk gejala yang ada.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan yang dapat menyebabkan linu panggul ini, dokter dari Halodoc dapat mengatasi kebingungan kamu. Caranya, kamu hanya perlu untuk download aplikasi Halodoc ke smartphone melalui Apps Store atau Play Store! Selain itu, kamu dapat melakukan pembelian obat secara online juga melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: 3 Gejala Dini dari Skiatika yang Perlu Diwaspadai

Cara Mencegah Skiatika

Gangguan skiatika yang terjadi tidak selalu dapat dicegah dan kondisi ini mungkin saja berulang. Walau begitu, terdapat beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mencegah terjadinya skiatika. Berikut ini beberapa hal yang dilakukan untuk mencegah skiatika, yaitu:

  1. Berolahraga Secara Teratur

Cara untuk menjaga punggung kamu tetap kuat, kamu harus memerhatikan otot pada perut dan punggung bagian bawah. Bagian ini penting untuk postur dan pensejajaran yang tepat. Agar hal ini terjadi, kamu dapat berolahraga secara teratur.

  1. Duduk dengan Postur yang Tepat

Saat bekerja, umumnya orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk. Maka dari itu, kamu harus menjaga postur yang tepat ketika duduk untuk mencegah skiatika. Pilihlah tempat duduk dengan penyangga punggung bawah yang baik. Gunakanlah bantal di punggung agar duduk menjadi lebih nyaman.

Referensi:
Healthline.Diakses pada 2019.Everything You Need to Know About Sciatica
Mayo Clinic.Diakses pada 2019.Sciatica