Efek Samping Obat Penyubur Kandungan

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Efek Samping Obat Penyubur Kandungan

Halodoc, Jakarta - Ketidaksuburan adalah masalah yang kerap dikeluhkan oleh sebagian pasangan suami istri. Akibatnya, tidak sedikit wanita yang menginginkan kehamilan akan mengonsumsi obat penyubur kandungan untuk meningkatkan peluang kehamilan. Namun, konsumsi obat kesuburan tanpa diagnosis tidak selalu berhasil meningkatkan kemungkinan hamil. Malah hal ini bisa saja menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. 

Melansir Medical News Today, pada dasarnya, wanita yang tidak memiliki periode teratur dan wanita dengan kondisi medis yang dapat mempengaruhi kehamilan harus berbicara dengan dokter sebelum mencoba untuk hamil. Konsumsi obat penyubur kandungan juga bukan satu-satunya cara untuk bisa hamil.

Baca juga: 4 Penyebab Sulit Hamil Meski Pasangan Subur

Ini Efek Sampingnya

Setiap wanita akan bereaksi berbeda terhadap pengobatan, beberapa mungkin melihat efek samping ringan sementara yang lain dapat mengalami masalah yang lebih serius. Beberapa wanita juga mungkin tidak akan melihat adanya perubahan sama sekali.

Meskipun sulit untuk memprediksi reaksinya, ada baiknya menyadari efek samping dan seberapa umum mereka. Pada beberapa kasus, kamu perlu segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis darurat.

Reaksi yang paling umum dari obat penyubur kandungan adalah pembilasan kulit, bersamaan dengan pembesaran ovarium. Selain itu, menurut NHS lebih dari 1 dari 100 wanita yang menggunakan obat akan mengalami:

  • Perdarahan di antara periode menstruasi;

  • Rasa tidak nyaman di payudara;

  • Perut kembung dan tidak nyaman;

  • Masalah mata atau penglihatan seperti kabur, melihat bintik-bintik atau berkedip di depan mata;

  • Sakit kepala;

  • Periode menstruasi yang berat atau menyakitkan;

  • Mual dan muntah;

  • Nyeri panggul.

Segera buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc jika kamu merasakan gejala seperti yang disebutkan di atas. Pengobatan yang dilakukan sedini mungkin, akan membantu kamu terhindar dari efek samping obat penyubur kandungan yang lebih berat.

Baca juga: 4 Penyebab Sulit Hamil Meski Pasangan Subur

Efek Samping yang Tidak Biasa

Tidak hanya itu, ada juga efek samping yang kurang umum dan bisa mempengaruhi lebih dari 1 dalam 1.000 orang yang menggunakan obat penyubur kandungan. Efek tersebut termasuk:

  • Depresi;

  • Sulit tidur;

  • Merasa pusing;

  • Merasa gugup;

  • Perasaan tegang;

  • Kelelahan;

  • Vertigo.

Baca juga: Cara Mengetahui Tingkat Kesuburan Wanita

Langkah Mengurangi Efek Samping dan Risiko Obat Kesuburan

Adalah mustahil untuk sepenuhnya terhindari dari semua efek samping obat penyubur kandungan. Namun, ada beberapa hal yang dapat kamu atau dokter lakukan untuk mengurangi risiko. Beberapa efek samping dapat dihindari atau dikurangi dengan minum obat pada malam hari atau dengan makanan. Selalu bicarakan dengan dokter tentang waktu dan cara terbaik untuk minum obat.

Dokter harus menggunakan dosis efektif terendah. Inilah sebabnya mengapa hampir selalu lebih baik untuk memulai dengan dosis yang lebih rendah, dan kemudian meningkatkan dosis jika tidak ada perubahan. 

Beri tahu dokter jika efek samping buruk kamu alami, meskipun efek sampingnya terkait suasana hati. Dokter mungkin akan memberikan obat alternatif.

Untuk mengurangi risiko mengandung anak kembar atau kembar banyak, pemantauan siklus secara cermat sangat penting. Dengan gonadotropin atau Clomid, USG dapat digunakan untuk menentukan berapa banyak folikel potensial yang berkembang. Setiap folikel adalah bayi potensial, jika kelak kamu hamil. 

Dokter juga dapat membatalkan siklus jika menurutnya risiko kehamilan membahayakan nantinya. Setelah itu, kamu diminta untuk menghindari hubungan seksual. Dengarkan dokter dan ingatlah bahwa kehamilan ganda membuat kesehatanmu dan bayi di masa depan akan berisiko.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Fertility Drugs for Women: What to Know.
Mother and Baby. Diakses pada 2020. Fertility Drugs And Their Side-Effects.
Very Well Family. Diakses pada 2020. Side Effects and Risks of Fertility Drugs.