02 October 2018

Emosi Bisa Diperbaiki, Nilai EQ Bisa Berubah?

memperbaiki emosi mempengaruhi EQ, EQ, kecerdasan

Halodoc, Jakarta - Bicara soal kecerdasan, ada berbagai jenis kecerdasan yang seringkali dijadikan tolok ukur, seperti IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient). Dari jenis-jenis kecerdasan tersebut, ada satu jenis kecerdasan yang amat penting untuk dimiliki, yaitu kecerdasan emosional, atau yang lebih dikenal dengan sebutan EQ.

Bahkan psikolog Harvard University, Daniel Goleman, PhD., yang pertama mempopulerkan gagasan EQ, mengatakan dalam bukunya yang berjudul ‘Emotional Intelligence’, bahwa setinggi apapun IQ, EQ-lah yang menentukan seberapa baik kita menggunakan kecerdasan. Kecerdasan emosional yang dimiliki seseorang bukanlah mutlak bawaan sejak lahir. Ia dapat berubah dan diasah.

Seiring bertambahnya usia dan kedewasaan, nilai EQ seseorang biasanya akan semakin meningkat. Namun, alangkah baiknya lagi, jika kecerdasan emosional itu ditingkatkan sejak dini, sejak usia kanak-kanak. Mengapa? Sebab anak yang memiliki empati, kesadaran diri, dan mudah berbaur dengan lingkungannya, secara alami akan memiliki kemampuan belajar yang baik di masa mendatang. Sebaliknya anak yang kurang matang secara emosional, biasanya akan cenderung memiliki banyak masalah, termasuk masalah akademik.

Namun, bagi kamu yang sudah dewasa, bukan berarti kecerdasan emosionalmu tidak bisa ditingkatkan, lho. Beberapa cara berikut dapat membantu kamu untuk meningkatkan kecerdasan emosional:

1. Berlatih untuk Tetap Tenang Ketika Mengalami Stres

Tidak ada orang yang tidak pernah mengalami tekanan atau stres. Bagaimana cara seseorang menghadapinya lah yang membedakan tingkat kecerdasan emosional. Orang dengan EQ tinggi biasanya akan berusaha untuk tetap tenang dan memikirkan solusi atas setiap masalah yang muncul dengan kepala dingin.

Oleh karena itu, cobalah untuk mulai membiasakan diri untuk tetap tenang ketika menghadapi tekanan. Sugesti diri dengan pikiran positif, bahwa segala masalah pasti ada solusinya. Kamu juga bisa mencoba kurangi stres dengan membasuh wajah menggunakan air dingin atau melakukan olahraga ringan yang dapat meningkatkan produksi hormon endorfin, yaitu hormon yang memicu rasa bahagia.

2. Kurangi Emosi Negatif

Mengurangi emosi negatif merupakan hal yang tak kalah penting, jika kamu ingin meningkatkan kecerdasan emosionalmu. Sebab, emosi negatif akan sangat berpengaruh pada kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan.

Hal utama yang perlu dilakukan untuk mengurangi emosi negatif adalah mengubah cara pikir terhadap segala sesuatu. Misalnya, cobalah untuk tidak mudah berprasangka buruk terhadap orang lain atau sesuatu, karena bisa saja, ada maksud atau hal baik dibalik itu semua.

3. Selalu Mampu Bangkit dari Kesulitan

Tidak ada hidup yang tidak menyuguhkan kesulitan. Setiap orang pasti mengalami momen sulit yang membuat nyaris frustasi. Hal yang perlu kamu lakukan adalah mengambil sikap untuk bangkit setiap kali ada sesuatu yang buruk terjadi. Biasakan untuk selalu berusaha mencari hal baik dari setiap hal buruk. Dengan begitu, kamu juga akan terhindar dari stres dan depresi.

4. Bersikap Proaktif, Bukan Reaktif

Ingat pepatah diam itu emas? Kebanyakan orang mungkin akan ‘meledak’ saat ada yang mengucapkan sesuatu yang menyinggung perasaan. Terlebih jika orang yang kamu hadapi adalah orang yang memang sering mengusik atau mempersulit kehidupanmu selama ini. Di sinilah kamu justru harus memainkan kecerdasan emosionalmu dengan bersikap proaktif, bukan reaktif. Cobalah untuk sebisa mungkin kendalikan diri ketika ada yang memancing emosimu.

Nah, pentingnya menjaga emosi juga sama pentingnya dengan menjaga kesehatan. Jika kamu mengalami masalah kesehatan, jangan pernah ragu untuk membicarakannya dengan ahlinya. Manfaatkan fitur contact doctor pada aplikasi Halodoc, untuk berbincang langsung dengan dokter melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat secara online, hanya dengan download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Google Play Store.

Baca juga: