26 October 2018

Endometriosis Penyebab Datang Bulan Enggak Teratur, Bahayakah?

Endometriosis Penyebab Datang Bulan Enggak Teratur, Bahayakah?

Halodoc, Jakarta - Wanita yang masih dalam usia subur terkadang rentan terkena penyakit yang mengganggu sistem reproduksinya. Mulai dari penyakit kelamin yang menular, hingga penyakit yang terjadi di dalam rahim, semua penyakit tersebut harus ditangani secara tepat. Apabila penyakit menular seksual dapat terjadi akibat hubungan intim yang kurang aman dan sehat, penyakit yang mengganggu rahim biasanya muncul karena satu masalah yaitu endometriosis.

Endometriosis adalah kondisi tidak normal penebalan jaringan dinding rahim. Pada kondisi normal, dinding rahim (endometrium) mengalami penebalan menjelang masa ovulasi untuk mempersiapkan agar calon janin menempel pada rahim saat terjadi pembuahan. Sementara itu, saat tidak terjadi pembuahan, maka endometrium meluruh menjadi darah dan keluar lewat Miss V dan akhirnya biasa kita sebut sebagai menstruasi.

Wanita yang mengalami endometriosis mengalami penebalan dinding rahim dalam kondisi yang menetap atau terjadi hingga di luar rahim. Sementara itu saat ia meluruh, maka darahnya tidak bisa keluar melalui Miss V, sehingga sisa-sisa endometrium menetap dan mengiritasi organ reproduksi wanita. Beberapa hal yang dapat terjadi antara lain peradangan, kista, munculnya jaringan paru. Endometriosis dinilai membuat pendarahan mudah terjadi.

Para wanita yang menderita endometriosis akan mengeluhkan haid deras dengan jangka waktu yang lama, periode tidak teratur. Endometriosis juga menyebabkan nyeri yang luar biasa saat menstruasi, nyeri panggul, bahkan nyeri saat buang air besar, buang air kecil serta saat berhubungan intim.

Penyebab Endometriosis

Endometriosis bisa muncul pada wanita usia subur, tapi hingga kini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Beberapa hal dicurigai menyebabkan kondisi ini adalah genetika, lingkungan, dan anatomi tubuh yang turut berperan dalam munculnya endometriosis.

Berikut ini terdapat beberapa hal yang disinyalir menjadi pemicu terjadinya endometriosis:

1. Menstruasi Retrograde

Menstruasi retrograde dapat terjadi saat darah menstruasi yang mengandung sel endometrium mengalir kembali ke tuba falopi dan masuk ke rongga panggul, dan bukan di luar tubuh. Sel endometrium ini menempel pada dinding pelvis dan permukaan organ pelvis, di mana mereka tumbuh dan terus menebal dan berdarah sepanjang siklus menstruasi.

 

2. Perubahan Sel Embrio

Hormon estrogen mampu mengubah sel embrionik, yakni saat sel pada tahap awal perkembangan menjadi implan sel endometrium selama masa pubertas. Dapat dikatakan endometriosis dirangsang oleh kadar hormon estrogen yang tidak seimbang.

3. Bekas Luka Bedah

Beberapa tindakan bedah yang terjadi di area rahim dapat membuat sel endometrium pada sayatan bedah.

4. Gangguan Sistem Imun

Kelainan sistem imun dapat menyebabkan sel imun tidak mampu menghancurkan jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim. Sehingga sel-sel abnormal tersebut dapat tumbuh dan menyebabkan gangguan ini.

5. Radikal Bebas

Beberapa penelitian menunjukkan paparan racun dan radiasi berbahaya adalah pemicu berkembangannya penyakit ini. Zat kimia beracun seperti phthalates bisa berpengaruh pada respon sistem kekebalan tubuh dan hormon reproduksi sehingga wajib kamu hindari.

Kini kamu tidak perlu malu bertemu dengan dokter kandungan untuk membicarakan masalah kesehatan kewanitaan, apalagi seputar siklus menstruasi yang tidak teratur. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc lebih dulu untuk bicara langsung dengan dokter. Dokter spesialis yang kamu butuhkan bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, kamu bisa membeli produk kesehatan yang dibutuhkan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play sekarang.

 

Baca juga: