23 January 2019

Enggak Selalu Garam, Begini Cara Atasi Kekurangan Yodium

Enggak Selalu Garam, Begini Cara Atasi Kekurangan Yodium

Halodoc, Jakarta - Yodium adalah salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh dan bersumber dari makanan-makanan yang kita makan sehari-hari. Di Indonesia, gangguan akibat kekurangan yodium adalah masalah yang cukup sering ditemui apalagi bagi penduduk yang tinggal di area pegunungan. Kekurangan yodium terjadi karena produksi makanan di sana miskin kandungan yodium karena yodium didapatkan dari garam atau makanan laut. Cara mengatasi kekurangan yodium dapat dilakukan dengan beberapa cara sederhana seperti menjaga asupan makanan.

Fungsi utama yodium untuk sintesis hormon di dalam kelenjar tiroid. Kebutuhan yodium harian untuk orang dewasa berkisar antara 0,1-0,15 mg per hari. Detail kebutuhan yodium sesuai kelompok umur berdasarkan rekomendasi Institut Kedokteran Amerika Serikat sebagai berikut:

  • Dewasa = 0,15 mg per hari.

  • Wanita hamil = 0,22 mg per hari.

  • Wanita menyusui = 0,29 mg per hari.

  • Anak usia 1-11 tahun = 0,09-0,12 mg per hari.

  • Bayi = 0,11-0,13 mg per hari.

Baca Juga: Ini Efek Terlalu Banyak Garam Bagi Otak

Sumber utama yodium adalah garam dapur yang ditambahkan garam yodium, sedangkan sisanya berasal dari makanan laut. Perlu diingat kandungan yodium dalam tanah sangat sedikit sehingga sulit untuk mendapatkan sayuran dengan kandungan yodium tinggi. Asupan yodium tidak hanya bisa didapatkan dari garam beryodium, beberapa makanan berikut bisa diandalkan sebagai sumber yodium:

  • Ikan laut.

  • Kerang.

  • Rumput laut.

  • Susu sapi dan produk olahannya.

  • Telur.

  • Susu kedelai.

  • Kecap.

  • Multivitamin yang mengandung yodium.

Penyakit Akibat Kekurangan Yodium

Beberapa penyakit yang dapat terjadi karena kekurangan yodium antara lain:

  • Penyakit Gondok. Gondok adalah penyakit yang umum yang terjadi akibat kekurangan yodium, dengan gejala berupa pembesaran pada kelenjar tiroid. Jika kekurangan yodium pada seseorang terjadi terus-menerus, bentuk permukaan kelenjar tiroid yang membesar tampak berbenjol-benjol (nodular). Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Sakit tenggorokan.

  • Sesak napas.

  • Batuk.

  • Sulit menelan.

Baca Juga: 3 Cara Alami Sembuhkan Gondok

  • Hipotiroidisme.  Hipotiroidisme adalah keadaan saat kelenjar tiroid tidak dapat menghasilkan hormon yang cukup akibat kekurangan yodium. Pada orang dewasa, hipotiroidisme dapat diamati dari gejala-gejalanya. Pada anak-anak dan janin, hipotiroidisme menyebabkan kretinisme, keterlambatan perkembangan sistem saraf pusat, keterbelakangan mental permanen, kelainan saraf, dan pertumbuhan abnormal. Gejala hipotiroidisme adalah sebagai berikut:

  • Lelah atau letih.

  • Kenaikan berat badan.

  • Kulit kering.

  • Sembelit.

  • Depresi.

  • Intoleransi terhadap suhu dingin.

  • Gangguan daya ingat.

  • Detak jantung melemah.

  • Gangguan pola menstruasi atau mengalami menstruasi lebih berat dari biasanya.

  • Nyeri sendi.

Pada anak-anak, gejala hipotiroidisme yang dapat dideteksi dan berbeda dari gejala hipotiroidisme pada dewasa adalah:

  • Pertumbuhan yang buruk (menyebabkan tubuh lebih pendek dari rata-rata).

  • Keterlambatan perkembangan gigi tetap.

  • Keterlambatan perkembangan pubertas.

  • Gangguan perkembangan mental.

Pada bayi, gejala hipotiroidisme yang dapat terobservasi adalah sebagai berikut :

  • Kulit menguning.

  • Sering tersedak.

  • Lidah yang besar dan terjulur (menonjol).

  • Wajah seperti membengkak.

Tanpa penanganan medis yang baik, hipotiroidisme dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti gangguan jantung, gangguan mental, kemandulan (terutama pada wanita), kelainan pada bayi pasca kelahiran. Oleh karena itu, sebaiknya segera atasi kekurangan yodium dengan rajin mengonsumsi makanan yang tadi disebutkan.

Baca Juga: Ibu Hamil Suka Makan Asin, Bolehkah Konsumsi Banyak Garam?

Itulah mengapa yodium penting untuk dikonsumsi setiap hari. Kalau kamu punya keluhan mengenai masalah kesehatan, atau ingin tahu lebih lanjut cara atasi kekurangan yodium, segera bicarakan pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!