Ratusan Orang Tertular Hepatitis A, Ketahui 6 Fakta Ini 

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ratusan Orang Tertular Hepatitis A, Ketahui 6 Fakta Ini 

Halodoc, Jakarta – Ratusan orang di Pacitan, Jawa Timur, tertular penyakit hepatitis A. Penyebaran penyakit ini tergolong cepat, terjadi hanya dalam dua minggu terakhir. Karena hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait temuan penyakit ini. 

Melansir BBC, penyakit hepatitis A mulai ditemukan di daerah itu pada 13 Juni lalu dengan jumlah pengidap sekitar 24 orang. Dan dalam dua pekan, hepatitis A diketahui telah menyerang hingga 877 orang di lima kecamatan. Hepatitis A merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat menular melalui makanan dan minuman. Biar lebih jelas, simak fakta seputar penyakit hepatitis A berikut! 

1. Disebabkan oleh Virus 

Hepatitis A merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini terjadi karena adanya peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Berita buruknya, infeksi yang terjadi akan mengganggu kinerja organ hati, sehingga memicu gejala-gejala tertentu. Virus penyebab penyakit ini sangat mudah menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. 

2. Gejala yang Lambat 

Gejala penyakit hepatitis A biasanya baru akan muncul beberapa minggu setelah infeksi virus terjadi. Tanda paling khas dan sering disadari pengidap penyakit ini adalah perubahan warna mata dan kulit menjadi kuning. Sebelum terjadi perubahan warna kulit dan mata, ada beberapa gejala lain yang biasanya muncul lebih dulu, yaitu demam, tubuh lemas, mual dan muntah, warna urine menjadi gelap, serta feses terlihat pucat. 

Baca juga: Inilah yang Dimaksud dengan Hepatitis A

3. Sembuh dengan Sendirinya 

Sebenarnya, penyakit hepatitis A akan sembuh dengan sendirinya. Hal itu terjadi berkat sistem kekebalan tubuh yang membasmi virus penyebab penyakit. Meski begitu, kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Pengobatan dan pemeriksaan tetap dibutuhkan pengidap penyakit hepatitis A. Pengobatan bertujuan untuk meringankan gejala-gejala yang muncul, dan membantu penyembuhan. 

Selain menjalani pengobatan, orang yang terinfeksi virus hepatitis A harus menjaga kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi. Dengan begitu, penularan ke orang lain atau penularan kembali penyakit ini tidak akan terjadi. Saat seseorang sembuh dari penyakit ini, maka ia akan memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit hepatitis A. 

4. Risiko Komplikasi 

Jika perawatan dilakukan dengan benar, hepatitis A jarang menyebabkan komplikasi. Kondisi ini tidak akan menyebabkan penyakit liver jangka panjang alias kronis. Infeksi hepatitis A juga jarang berubah menjadi kondisi yang berakibat fatal. Meski begitu, penyakit ini masih memiliki risiko komplikasi. Hepatitis A berpotensi memicu gagal hati, terutama pada lansia dan orang yang memiliki riwayat penyakit liver kronis sebelumnya.

Baca juga:  Perbedaan Penyakit Kuning dengan Hepatitis A

5. Anjuran Istirahat Total 

Meski jarang berakibat fatal, penyakit hepatitis A tetap harus dirawat dengan baik. Pengidap penyakit ini dianjurkan untuk beristirahat total. Hal itu bertujuan untuk mengurangi beban kerja liver yang memiliki kondisi tidak maksimal akibat infeksi. Istirahat total bisa membantu tubuh lebih cepat pulih dan proses penyembuhan terjadi dengan sempurna. 

6. Mencegah Hepatitis A

Hepatitis A bisa dicegah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari infeksi virus penyebab penyakit ini. Hindari konsumsi makanan yang mentah atau setengah matang, dan jangan meminum air mentah atau air yang tidak jelas asalnya. Pastikan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, melindungi diri dari penyakit ini juga bisa dilakukan dengan vaksinasi hepatitis A. 

Baca juga: Komplikasi yang Bisa Disebabkan Hepatitis A

Masih penasaran tentang penyakit hepatitis A dan fakta-faktanya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Sampaikan keluhan kesehatan dan dapatkan rekomendasi pengobatan dari dokter terbaik. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!