Faktor Risiko Seseorang Bisa Terkena Histoplasmosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Faktor Risiko Seseorang Bisa Terkena Histoplasmosis

Halodoc, Jakarta - Waspada infeksi jamur yang menyerang paru-paru melalui udara yang sudah terkontaminasi. Histoplasmosis, adalah infeksi jamur karena Histoplasma capsulatum yang sering ditemukan pada kotoran burung dan kelelawar. Tidak hanya melalui udara, penyebaran infeksi ini bisa terjadi melalui tanah yang terkontaminasi. 

Petani, pekerja bangunan, dan orang-orang yang bekerja di luar ruangan alias pekerja lapangan berisiko mengalami infeksi jamur ini. Namun, mereka sering tidak menyadari kontaminasinya karena kelainan ini terjadi tanpa gejala. Sayangnya, pada orang-orang dengan imunitas tubuh yang lemah dan bayi, infeksi ini bisa menjadi kondisi yang serius. 

Kenali Faktor Risiko Histoplasmosis

Jamur Histoplasmosis capsulatum memiliki berat yang sangat ringan, sehingga bisa melayang di udara. Inilah mengapa kontaminasi dan infeksi melalui udara menjadi penyebab utama seseorang mengalami histoplasmosis. Infeksi berulang dapat terjadi meski tingkat keparahannya terbilang lebih ringan dibandingkan dengan infeksi pertama. 

Baca juga: 4 Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Udara

Jamur jenis ini tumbuh dan berkembang biak dengan pesat pada tanah yang memiliki kadar organik tinggi, sehingga kondisi seperti kandang ayam taman, lumbung, gua, dan kandang merpati menjadi tempat terbaik untuk spora ini berkembang biak. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena histoplasmosis bukan merupakan penyakit menular, sehingga kontak langsung dengan orang yang terinfeksi tidak akan menularkan penyakit ini. 

Siapa saja bisa mengalami infeksi histoplasmosis, baik pria maupun wanita. Namun, risiko infeksi lebih tinggi pada mereka yang sering beraktivitas atau memiliki pekerjaan sebagai petani, penjelajah gua, penjaga ternak unggas, perbaikan atap bangunan, pekerja konstruksi bangunan, pekerja kontrol hama dan pestisida, dan tukang kebun. 

Baca juga: Mudah Berkeringat? Hati-Hati Terkena Infeksi Jamur

Namun, bayi usia dini dan lansia menjadi kelompok orang yang paling rentan terserang infeksi ini. Pasalnya, keduanya memiliki imunitas tubuh yang terbilang rendah, dan memungkinkan terjangkit histoplasmosis mewabah sebagai bentuk paling parah dari infeksi jamur ini. Tidak hanya itu, lemahnya imunitas tubuh seseorang biasanya terjadi karena hal berikut ini. 

  • Menggunakan obat kortikosteroid;

  • Menjalani prosedur kemoterapi kanker intensif;

  • Konsumsi obat yang mencegah penolakan cangkok atau transplantasi organ;

  • Memiliki atau mengidap HIV/AIDS;

  • Penggunaan TNF inhibitor yang biasanya digunakan untuk mengendalikan rematik.

Apa yang Menjadi Gejala dari Histoplasmosis?

Histoplasmosis terbagi menjadi beberapa jenis, kasus paling ringan terjadi tanpa adanya gejala. Namun, pada kondisi parah, infeksi jamur ini bisa sangat membahayakan nyawa. Gejala yang muncul biasanya mulai antara tiga hingga 17 hari setelah kontaminasi terjadi. Gejalanya adalah demam, tubuh menggigil, sakit kepala, batuk kering, nyeri pada otot, dan tidak nyaman pada dada. 

Pada sebagian orang, histoplasmosis bisa menimbulkan ruam dan nyeri sendi. Mereka yang memiliki riwayat kelainan paru tidak terkecuali emfisema bisa terserang histoplasmosis kronis. Jadi, kamu tidak boleh mengabaikannya, segera periksakan diri ke dokter kalau kamu merasakan salah satu gejalanya. Buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan pengobatan. 

Baca juga: 4 Penyakit dengan Ciri Batuk Darah

Pada kondisi kronis, histoplasmosis ditandai dengan batuk berdarah dan penurunan berat badan, bahkan tanda dan gejalanya mirip dengan tuberkulosis. Tidak adanya penanganan atau keterlambatan pengobatan memunculkan komplikasi serius, termasuk masalah jantung, meningitis, kurangnya adrenal, dan masalah gangguan pernapasan akut. 



Referensi: 
Center for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. Histoplasmosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Histoplasmosis.
MedicineNet. Diakses pada 2019. Histoplasmosis.