Faktor yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Leukositosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Faktor yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Leukositosis

Halodoc, Jakarta - Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik. Pun halnya sel darah putih (leukosit). Walaupun berperan penting dalam melawan penyakit, kelebihan sel darah putih atau leukositosis dapat menimbulkan kondisi serius. Apa saja penyebab dan faktor risiko leukositosis yang perlu diwaspadai? 

Secara umum, leukositosis disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Reaksi obat yang menambah produksi sel darah putih.

  • Peningkatan produksi sel darah putih secara alami, untuk melawan infeksi.

  • Kelainan sistem kekebalan tubuh, sehingga produksi sel darah putih meningkat.

  • Tidak normalnya produksi sel darah putih, karena gangguan di sumsum tulang.

Baca Juga: Dampak Kelebihan Sel Darah Putih dalam Tubuh

Sementara itu, ada juga beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko leukositosis, yaitu:

  • Alergi, terutama alergi parah.

  • Infeksi bakteri dan virus.

  • Tuberkulosis dan batuk rejan.

  • Kebiasaan merokok dan masalah emosional seperti stres.

  • Obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid dan epinephrine.

  • Leukemia limfositik kronis dan leukemia mielogen kronis.

  • Leukemia limfositik akut dan Leukemia mielositik akut.

  • Arthritis rheumatoid, polisitemia vera, dan myelofibrosis.

  • Kerusakan jaringan di dalam tubuh.

  • Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi peradangan, gangguan mental, kanker, atau masalah pernapasan.

Jika memiliki faktor-faktor risiko yang telah disebutkan tadi, sebaiknya waspada dan diskusikan dengan dokter, agar pencegahan dan penanganan leukositosis jika sudah terjadi bisa segera dilakukan. Sekarang, kamu bisa berdiskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan di aplikasi Halodocmelalui Chat atau Voice/Video Call.

Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Alami Leukositosis

Sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melindungi diri dari infeksi atau penyakit. Sel ini diproduksi oleh sel punca hematopoietik pada sumsum tulang. Berdasarkan fungsinya, sel darah putih terbagi menjadi 5 jenis, yaitu neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. 

Baca Juga: Tangkal Hoax, Kenali 5 Fakta Penyakit Kanker Darah Leukemia

Jumlah normal sel darah putih pada seseorang dapat berbeda-beda, tergantung usia. Berikut adalah jumlah normal sel darah putih per mikroliter darah (sel/µL darah) berdasarkan tingkat usia:

  • Bayi yang baru lahir: 9.400-34.000.

  • Balita (3 – 5 tahun): 4.000-12.000.

  • Remaja (12 - 15 tahun): 3.500-9.000.

  • Dewasa (15 tahun ke atas): 3.500-10.500.

Seseorang dikatakan mengidap leukositosis jika memiliki sel darah putih dengan jumlah di atas normal. Kemunculan leukositosis biasanya ditandai dengan berbagai gejala, yaitu:

  • Badan terasa lelah, nyeri, dan lemas.

  • Demam, pusing, dan berkeringat.

  • Terjadi perdarahan dan memar.

  • Kesemutan di lengan, kaki, dan perut.

  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan menurun.

  • Gangguan dalam bernapas, berpikir, dan melihat.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter, ya. Agar lebih mudah, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, jika ingin melakukan pemeriksaan. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Seseorang Dapat Terkena Trombositosis

Bagaimana Cara Mengobati Leukositosis?

Sebenarnya, jumlah sel darah putih yang meningkat bisa turun menjadi normal lagi tanpa pengobatan. Misalnya pada kasus leukositosis karena infeksi atau reaksi obat-obatan. Namun, pada beberapa kasus, leukositosis memerlukan beberapa prosedur pengobatan. Jenis pengobatan untuk leukositosis dapat berupa:

  • Obat-obatan, untuk mengurangi peradangan atau infeksi, serta kadar asam di dalam tubuh dan di urine.

  • Cairan infus intravena, untuk menambah kadar cairan dan elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh.

  • Leukapheresis, untuk mengurangi jumlah sel darah putih. Dokter akan mengambil darah pengidap, lalu kandungan sel darah putih akan dipisahkan dan dibuang, kemudian darah tersebut dimasukkan lagi ke dalam tubuh.

Referensi:

Healthline (Diakses pada 2019). What Is Leukocytosis?

Cleveland Clinic (Diakses pada 2019). High White Blood Cell Count

MedScape (Diakses pada 2019). Leukocytosis