Fobia Ruang Sempit? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Fobia Ruang Sempit? Begini Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Bagi sebagian orang, berada di dalam bilik toilet atau lift yang tertutup tidak akan memicu terjadinya masalah khusus. Namun, pada beberapa orang lain, berada di dalam ruang sempit seperti lift atau bilik toilet menjadi hal yang begitu menakutkan. Kondisi ini dikenal dengan fobia ruang sempit atau claustrophobia. Biasanya, fobia pada ruang sempit ini memicu reaksi yang berlebihan, termasuk mual, keringat dingin, sakit kepala, dan denyut jantung yang berdetak lebih cepat. 

Sebagian besar fobia biasanya terjadi karena pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan. Bisa saja kamu terjebak di dalam lift dalam kondisi tertutup, terkurung di kamar mandi yang gelap, atau pernah terjebak di terowongan sempit. Beberapa kasus fobia juga biasanya diturunkan dari orangtua pada anaknya. Jadi, tidak heran jika orangtua yang memiliki fobia memiliki keturunan yang turut mengidap fobia tertentu. 

Bagaimana Mengatasi Fobia Ruang Sempit?

Tidak sedikit orang dengan fobia ruang sempit sudah biasa mengatasi ketakutan berlebihan yang sering muncul ketika berhadapan dengan objek yang ditakutinya. Meski begitu, tidak ada salahnya juga mendapatkan bantuan dari para ahli psikologis untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Kalau kamu membutuhkan bantuan ahli, kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat

Baca juga: Fobia Dapat Sebabkan Gangguan Kecemasan, Ini Alasannya

Melawan ketakutan yang dirasakan secara bertahap menjadi cara efektif untuk mengatasi fobia, tidak terkecuali fobia terhadap ruangan sempit. Cara ini biasanya disebut terapi eksposur diri atau desensitisasi. Kamu bisa melakukannya secara mandiri atau dibantu oleh tenaga medis profesional. Sementara terapi CBT disinyalir cukup efektif dalam mengatasi claustrophobia. 

Biasanya, dokter juga meresepkan obat antidepresan untuk membantu mengelola gejalanya. Namun, konsumsinya harus dengan pantauan dokter karena dapat menimbulkan efek ketergantungan. Selain terapi obat atau psikoterapi, kamu bisa mengatasi fobia ruang sempit dengan latihan relaksasi untuk mengusir pikiran negatif atau menggunakan pengobatan alami. 

Baca juga: Ketakutan yang Berlebihan, Ini Fakta di Balik Fobia

Mengatasi Serangan Panik ketika Berada di Ruang Sempit

Terkadang, kamu merasakan serangan panik ketika harus berhadapan dengan objek yang ditakuti dan tidak memiliki jalan keluar lain. Tentunya, kamu mau tidak mau harus menghadapinya. Memang, serangan panik ini biasanya terjadi secara singkat, tetapi ada juga serangan panik yang terjadi hingga setengah jam. 

Kalau kamu berada di pesawat terbang dan fobia dengan ruang sempit seperti bilik toilet pesawat, pasti tidak mungkin untuk berhenti dan parkir seperti layaknya mobil. Namun, kamu bisa mengatasi ketakutan dan serangan panik yang muncul dengan tips mudah ini.

  • Sibukkan pikiran. Kamu bisa menonton film, mendengarkan lagu, atau membaca buku di dalam pesawat. Melakukan hal yang disukai bisa membantu diri lupa akan ketakutan atau kecemasan yang sedang dialami. 

  • Lakukan relaksasi. Tariklah napas panjang, dan pikirkan semua hal yang membuat kamu senang. Lakukan relaksasi setiap kali kamu merasa panik atau perasaan takut datang menghinggapi. 

  • Cari bantuan. Kalau memang fobia ruang sempit yang kamu alami sangat mengganggu, kamu bisa mencari bantuan. Kamu bisa bercerita pada orang lain, teman, keluarga, atau pasangan.

Baca juga: Ketakutan Biasa dan Fobia, Bagaimana Cara Membedakannya 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. Claustrophobia.
Verywell. Diakses pada 2019. Claustrophobia: Fear of Enclosed Spaces.
NHS UK. Diakses pada 2019. Claustrophobia.