Ganggu Pencernaan, Ini Penyebab Utama Terjadinya Proktitis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ganggu Pencernaan, Ini Penyebab Utama Terjadinya Proktitis

Halodoc, Jakarta - Pernah merasakan gangguan saat buang air besar seperti sakit perut bagian kiri, nyeri di dubur, BAB disertai darah atau lendir, diare atau merasa tidak tuntas setelah BAB? Ini bukanlah kondisi yang bisa dibiarkan, karena menjadi gejala dari penyakit proktitis. Penyakit ini menyebabkan dinding usus besar bagian akhir atau rektum mengalami peradangan.  

Baca juga: Harus Tahu, Ini Komplikasi Berbahaya dari Proktitis

Apa Saja Penyebab Proktitis?

Banyak hal yang bisa menyebabkan peradangan muncul pada bagian usus besar. Nah, beberapa hal yang menyebabkan proktitis, yaitu: 

  • Penyakit Menular Seksual. Beberapa jenis penyakit yang menular akibat hubungan seksual antara lain gonore, sifilis, herpes, atau klamidia. Penyakit ini rentan diidap oleh pasangan yang kerap melakukan seks anal.

  • Infeksi Bakteri. Bakteri yang berasal dari makanan juga memicu terjadinya infeksi saluran cerna, seperti tifus, sehingga memicu peradangan pada rektum.

  • Radang Usus. Sebagian pengidap penyakit radang usus, yaitu penyakit Crohn atau kolitis ulseratif rentan mengalami peradangan pada rektum.

  • Penggunaan Antibiotik Tanpa Pengawasan Dokter. Tidak hanya membunuh bakteri penyebab infeksi, antibiotik yang digunakan bisa ikut membunuh bakteri baik yang berfungsi menjaga kesehatan saluran cerna. Hasilnya, berbagai bakteri berbahaya, seperti Clostridium difficile dapat tumbuh dan berkembang biak di rektum. Jangan pernah menggunakan antibiotik sembarangan dan pastikan berada di bawah pengawasan dokter.

  • Radioterapi. Mereka yang menjalani terapi radiasi atau radioterapi untuk menangani kanker yang berada di sekitar rektum, seperti kanker prostat atau ovarium, dapat menyebabkan peradangan pada rektum.

  • Efek Samping Operasi. Penyakit ini bisa terjadi pada mereka yang menjalani operasi usus besar dan pembuatan stoma (lubang buatan baru di perut untuk BAB). Rektum yang tidak dilewati makanan ini justru malah berisiko mengalami peradangan.

  • Reaksi terhadap Protein dari Makanan. Bayi yang minum susu sapi atau susu kedelai nyatanya lebih berpotensi mengalami proktitis. Hal ini karena protein tertentu dalam susu dan makanan bisa sebabkan peradangan saluran cerna pada sebagian orang.

Baca juga: Perlu Tahu, 3 Jenis dan Penanganan Radang Usus

Apa Saja Langkah untuk Mengobati Proktitis?

Tujuan utama dari pengobatan proktitis adalah untuk mengurangi peradangan, meredakan rasa sakit, dan menyembuhkan infeksi yang terjadi. Pengobatan bisa saja berbeda antara satu orang dan yang lain, tergantung kepada penyebabnya. Nah, pengobatan tersebut meliputi: 

  • Pemberian Obat. Terdapat beberapa jenis obat yang bisa diberikan untuk mengatasi proktitis, antara lain:

  • Obat antibiotik, jika proktitis disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Obat antivirus, jika proktitis disebabkan oleh infeksi akibat virus.

  • Obat pelunak tinja dan prosedur pelebaran rektum atau ablasi. Pemberian obat ini dilakukan jika proktitis disebabkan oleh efek samping radioterapi.

  • Obat antiperadangan dan obat imunosupresif, jika proktitis disebabkan oleh radang usus.

  • Pembedahan. Langkah ini dilakukan apabila gejala-gejala yang dialami pengidapnya tidak kunjung hilang. Pembedahan akan dilakukan dengan cara melakukan operasi pengangkatan jaringan yang rusak. 

Baca juga: Ini Gejala-Gejala Kanker Rektum yang Perlu Diketahui

Adakah Pengobatan Rumahan yang Bisa Dilakukan?

Tidak hanya dengan pengobatan medis, terdapat cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya, antara lain: 

  • Hindari kebiasaan makan sesaat sebelum tidur, supaya sistem pencernaan dapat beristirahat.
  • Rendam bokong dan selangkangan dengan air hangat selama beberapa menit.
  • Gunakan obat pereda sakit yang dijual bebas pasaran.
  • Hindari makanan pedas, asam, atau berlemak.
  • Pastikan untuk selalu minum banyak air putih.
  • Hindari konsumsi minuman yang mengandung soda, kafein, dan susu.

Ingin tahu lebih jauh tentang penyakit ini? Kamu bisa chat dengan dokter di Halodoc untuk menanyakannya. Dokter di Halodoc akan siaga 24 jam untuk memberikan solusi kesehatan yang kamu butuhkan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions: Proctitis.
Healthline. Diakses pada 2019. What Is Proctitis?
WebMD. Diakses pada 2019. Proctitis