Ini Gejala-Gejala Kanker Rektum yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Gejala-Gejala Kanker Rektum yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Pencernaan yang sehat dapat membuat penyerapan nutrisi dari makanan yang konsumsi menjadi maksimal. Nutrisi tersebut akan diubah menjadi energi agar kamu tetap mempunyai tenaga untuk beraktivitas. Walau begitu, kamu mungkin saja mengalami gangguan pada sistem pencernaan.

Salah satu gangguan yang dapat menyerang sistem pencernaan kamu adalah kanker rektum. Bagian tersebut merupakan saluran dari usus besar yang paling akhir. Kanker ini salah satu yang paling umum menyerang manusia. Kamu mengetahui gejala kanker rektum yang mungkin terjadi agar dapat segera diobati.

Baca juga: Ketahui Stadium Perkembangan Kanker Kolorektal

Gejala Kanker Rektum yang Mungkin Terjadi

Rektum merupakan bagian dari usus besar yang berada di bagian akhir. Bagian sempit tersebut akan mengarah ke anus untuk saluran sisa makanan. Area ini termasuk rentan terkena gangguan kanker. Selain itu, gangguan pada rektum tersebut jika juga terjadi pada usus besar, maka disebut dengan kanker kolorektal.

Walaupun kanker rektum dan usus besar menyebabkan gangguan yang mirip, perawatannya ternyata sangat berbeda. Pasalnya, rektum berada di ruang sempit dan sangat berhubungan dengan organ lainnya. Sehingga, operasi pengangkatan kanker tersebut terbilang kompleks.

Agar kamu dapat mengetahui secara dini apabila mengidap kanker rektum, sangat penting untuk mengetahui gejala-gejala yang timbul. Dengan merasakan gejala tersebut, kamu dapat langsung memeriksakan diri ke dokter agar pengobatan langsung dilakukan. Berikut gejala kanker rektum yang dapat terjadi, yaitu:

  • Tubuh yang melemah dan kerap merasa kelelahan.

  • Perubahan terhadap selera makan.

  • Mengalami penurunan berat badan tiba-tiba.

  • Terasa tidak nyaman pada perut, seperti kram dan nyeri.

Lalu, gejala-gejala lainnya yang dapat timbul ketika seseorang mengalami kanker rektum, yaitu:

  • Perubahan terhadap seberapa sering kamu menggerakkan usus.

  • Kerap merasa usus tidak kosong sepenuhnya.

  • Mengalami diare atau sembelit.

  • Terdapat darah atau lendir yang keluar bersamaan dengan tinja.

  • Anemia defisiensi besi.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait kanker rektum, tanyakan saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Caranya mudah, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu miliki! Selain itu, kamu juga dapat memesan pemeriksaan fisik melalui aplikasi tersebut secara online di beberapa rumah sakit terpilih.

Baca juga: Adakah Komplikasi yang Diakibatkan Kanker Kolorektal?

Cara Mendiagnosis Kanker Rektum

Awalnya, dokter akan melihat riwayat medis kamu dan segera melakukan pemeriksaan fisik. Hal ini mungkin akan dilakukan dengan memasukkan jari menggunakan sarung tangan ke dalam rektum untuk merasakan benjolan yang terjadi.

Setelah itu, kamu mungkin memerlukan kolonoskopi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan tabung tipis dengan cahaya dan kamera yang digunakan untuk melihat ke dalam rektum dan usus besar. Jika terdapat polip dalam pemeriksaan ini, cara ini dapat membantu untuk menghilangkannya.

Kolonoskopi juga dapat mengambil sampel jaringan yang akan diperiksa untuk menentukan apakah gangguan yang terjadi disebabkan kanker atau bukan. Hal tersebut dapat diuji dengan mutasi genetika yang berhubungan dengan kanker rektum.

Setelah diagnosis dilakukan, langkah selanjutnya adalah menentukan seberapa parah penyebarannya. Umumnya, ultrasonografi endorektal akan digunakan untuk memeriksa bagian tersebut dan daerah di sekitarnya. Anus kamu akan dimasukkan probe untuk menghasilkan sonogram yang dapat melihat gangguan yang disebabkan kanker.

Baca juga: Diagnosis untuk Deteksi Kanker Rektum

Pengobatan Kanker Rektum

Gangguan kanker pada bagian akhir usus besar ini umumnya membutuhkan lebih dari satu jenis pengobatan, atau disebut terapi multimodal. Walau begitu, pengobatan yang terjadi pada dubur tersebut adalah hal yang sama digunakan untuk gangguan kanker lainnya. Berikut beberapa cara pengobatannya, yaitu:

  • Kemoterapi, umumnya terdiri dari dua atau lebih obat yang dapat membunuh sel kanker. Selain itu, kemoterapi sering digunakan bersamaan dengan terapi radiasi. Hal tersebut dapat dilakukan sebelum atau setelah operasi.

  • Terapi radiasi juga dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan tersebut. Hal tersebut akan menggunakan sinar berkekuatan tinggi, seperti sinar-X, yang berguna untuk membunuh sel kanker.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Rectal cancer
Health Line. Diakses pada 2019. Rectal Cancer