Gangguan Ginjal Tingkatkan Risiko Neuropati Perifer

Gangguan Ginjal Tingkatkan Risiko Neuropati Perifer

Halodoc, Jakarta - Neuropati perifer timbul akibat kerusakan saraf di luar otak dan saraf tulang belakang (saraf perifer). Kondisi ini sering menyebabkan kelemahan, mati rasa, dan nyeri yang umumnya terjadi pada tangan dan kaki pengidapnya. Neuropati perifer juga dapat mempengaruhi area lain dari tubuh. Neuropati perifer merupakan penyakit yang disebabkan oleh sejumlah kondisi, termasuk gangguan ginjal.

Ginjal pada pengidap gangguan ginjal mengalami kendala dalam menjalankan fungsinya, yakni menyaring darah kotor untuk memisahkan darah dengan racun dan benda asing yang kemudian akan dikeluarkan melalui urine. Karena kondisi tersebut, pengidap gangguan ginjal beresiko akan mengalami gejala mati rasa, kram otot, kesemutan, dan sensasi, seperti terbakar di kaki dan tangan. Gejala tersebut adalah tanda dan ciri dari neuropati perifer.

Baca Juga: Neuropati Perifer Lebih Rentan Terjadi Pada Wanita, Benarkah?

Selain gangguan ginjal, kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan neuropati perifer adalah:

  • Penyakit autoimun, seperti sindrom Sjogren, lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Guillain-Barre, radang kronis demielinisasi polineuropati, dan vaskulitis.

  • Diabetes. Lebih dari setengah pengidap diabetes mengembangkan berbagai jenis neuropati.

  • Infeksi. Ini termasuk infeksi virus atau bakteri, seperti penyakit Lyme, herpes zoster, virus Epstein-Barr, hepatitis B dan C, kusta, difteri, dan HIV.

  • Gangguan bawaan. Gangguan, seperti penyakit Charcot-Marie-Tooth adalah jenis neuropati bawaan.

  • Tumor. Pertumbuhan, kanker (ganas) dan non-kanker (jinak) dapat berkembang pada saraf atau saraf tekan. Polineuropati dapat timbul sebagai akibat dari beberapa kanker yang berhubungan dengan respons imun tubuh.

  • Gangguan sumsum tulang yang terjadi akibat jumlah protein abnormal dalam darah (monoklonal gammopathies),  kanker tulang (myeloma), limfoma, dan amiloidosis.

Gejala Neuropati Perifer

Neuropati perifer dapat memengaruhi satu (mononeuropati), dua atau lebih saraf di area yang berbeda (multiple mononeuropathy) atau banyak saraf (polyneuropathy). Carpal tunnel syndrome adalah contoh mononeuropati. Namun, kebanyakan pengidap neuropati perifer mengalami polineuropati.

Setiap saraf di sistem perifer memiliki fungsi spesifik, sehingga gejala neuropati perifer tergantung pada jenis saraf yang terpengaruh. Maka dari itu, gejala neuropati perifer pada setiap orang bisa berbeda-beda. Tanda dan gejala bisa berupa:

Baca Juga: 6 Gejala yang Dapat Mendeteksi Neuropati Perifer

  • Mati rasa yang muncul secara bertahap.

  • Menusuk atau kesemutan di kaki atau tangan yang dapat menyebar ke atas ke kaki dan lengan.

  • Sensitivitas ekstrim saat disentuh.

  • Rasa sakit selama aktivitas yang biasanya tidak timbul, seperti rasa sakit di kaki saat mengangkat beban atau bahkan memakai selimut.

  • Kurang koordinasi, sehingga mudah jatuh.

  • Kelemahan otot.

  • Merasa seperti sedang mengenakan sarung tangan atau kaus kaki.

  • Kelumpuhan jika saraf motorik terpengaruh.

  • Intoleransi panas jika saraf otonom sudah terpengaruh.

  • Berkeringat berlebihan atau tidak bisa berkeringat.

  • Masalah usus, kandung kemih atau pencernaan.

  • Perubahan tekanan darah yang menyebabkan pusing.

Diagnosis dan perawatan dini dapat memberikan banyak peluang untuk mengendalikan gejala dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada saraf tepi.

Langkah Pencegahan Neuropati Perifer

1. Mengatur Pola Makan

Banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak agar saraf tetap sehat. Penuhi asupan vitamin B12 dengan konsumsi daging, ikan, telur, olahan susu rendah lemak dan sereal. Bagi vegetarian, bisa memenuhi asupan B12 melalui konsumsi suplemen. Beli suplemennya lewat aplikasi Halodoc aja. Klik fitur Buy Medicine yang ada di aplikasi Halodoc untuk membeli suplemen yang kamu butuhkan. Setelah dipesan, suplemen akan segera diantar ke tempat tujuan. Mudah kan? Makanya, yuk segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!

2. Olahraga Secara Teratur

Cobalah untuk berolahraga setidaknya 30 menit hingga satu jam setidaknya tiga kali seminggu. Olahraga sangat membantu untuk membakar lemak di tubuh, sehingga aliran darah menjadi lancar.

Baca Juga: 6 Kandungan Makanan yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi Pengidap Neuropati Perifer

3. Menghindari Faktor Risikonya

Hindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan saraf, seperti gerakan berulang, posisi sempit yang memberi tekanan pada saraf, paparan bahan kimia beracun, merokok, dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol.