Gaya Hidup Sehat bagi Pengidap Sepsis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Gaya Hidup Sehat bagi Pengidap Sepsis

Halodoc, Jakarta – Sepsis merupakan salah satu penyakit yang mengancam jiwa. Tubuh biasanya melepaskan bahan kimia ke dalam aliran darah untuk melawan infeksi. Pada pengidap sepsis, respons tubuh terhadap bahan kimia tidak seimbang sehingga memicu perubahan yang berpotensi merusak sistem organ. Sepsis yang dibiarkan tanpa penanganan menyebabkan tekanan darah turun drastis (syok septik).

Sepsis dapat dialami siapa saja, tetapi sepsis paling rentan terjadi pada orang berusia lanjut, wanita hamil, anak berusia kurang dari satu tahun, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, dan pengidap penyakit kronis (seperti diabetes, penyakit ginjal, paru-paru, dan kanker).

Baca Juga: Demam dan Tekanan Darah Rendah, Bisa Saja Gejala dari Sepsis

Perawatan awal sepsis biasanya menggunakan antibiotik dan sejumlah besar cairan intravena. Hal ini bisa meningkatkan peluang untuk bertahan hidup pengidap sepsis. Selain itu, pola hidup sehat perlu diterapkan agar gejala sepsis tidak semakin berlanjut. Begini gaya hidup yang sehat untuk pengidap sepsis:

  1. Rajin Mencuci Tangan

Menjaga kebersihan tangan sangat penting untuk pengidap sepsis. Dengan rajin mencuci tangan, kamu mencegah perpindahan dan penumpukan mikroba yang dapat masuk ke tubuh. Untuk memastikan tangan benar-benar bersih dan terhindar dari berbagai macam mikroba, kamu bisa mencuci tangan menggunakan sabun. Kuku yang bersih juga dibutuhkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

  1. Mengonsumsi Makanan Sehat

Agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga, pengidap sepsis dianjurkan mengonsumsi makanan sehat. Makanan tinggi nutrisi memberikan kekuatan tubuh melawan infeksi penyakit. Berikut makanan yang dianjurkan untuk pengidap sepsis:

  • Yoghurt. Makanan ini mengandung bakteri baik (probiotik) yang dihasilkan dari fermentasi. Probiotik berfungsi melawan infeksi akibat ketidakseimbangan antara bakteri baik dan berbahaya bagi tubuh.

  • Jahe. Sifat antibakteri dan antibiotik dalam jahe dipercaya ampuh melindungi tubuh dari infeksi virus flu dan faringitis.

  • Sayuran hijau. Sayuran seperti bayam, kangkung, dan selada membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sayuran hijau sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah, karena kandungan nya masih sempurna. Jangan lupa untuk mencucinya terlebih dahulu agar terhindar dari mikroba,

  • Buah beri. Beri-berian seperti blueberry, raspberry, ceri, dan stroberi mengandung polifenol, fitokimia, dan flavonoid yang berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga: Ini Alasan Luka Bisa Menjadi Sepsis

  1. Mengonsumsi Makanan yang Matang Sempurna

Kebersihan dan kematangan makanan perlu dipastikan sebelum dikonsumsi. Disarankan agar memasak makanan sesuai dengan standar keamanan dan kebersihannya. Makanan yang dimasak pada suhu 93-100 derajat Celsius dapat membunuh mikroba. Saat membekukan makanan, pastikan suhunya nol derajat Celsius atau kurang.

  1. Pastikan Kebersihan Air Minum

Kebersihan air minum memegang peranan penting dalam mencegah sepsis. Hindari minum air keran, sebaiknya minum air dalam kemasan. Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk mengonsumsi air kemasan, usahakan untuk mendidihkan air selama satu menit untuk menghilangkan mikroba dalam air.

  1. Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekitar

Semakin sedikit mikroba, risiko terjadinya infeksi dan sepsis semakin kecil. Salah satu caranya adalah menggunakan disinfektan, bahan kimia yang digunakan untuk membasmi kuman penyakit hingga 99,9.

Baca Juga: Akibat Fatal dari Sepsis yang Mesti Diketahui

Jika memiliki pertanyaan lain tentang sepsis, tanya saja ke dokter Halodoc untuk mengetahui lebih jauh seputar penyakit. Gunakan fitur Contact Doctor yang ada di Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan dimana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!