Gejala Empiema yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Gejala Empiema yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Kumpulan nanah dapat terbentuk di bagian tubuh manapun, termasuk pada ruang pleura atau area yang terletak di antara paru-paru dan permukaan dalam dinding dada. Kondisi ini disebut empiema, yang biasanya terjadi setelah mengalami infeksi pada jaringan paru-paru, seperti misalnya pneumonia.

Gejala empiema dapat berbeda-beda, tergantung jenisnya yaitu empiema sederhana dan kompleks. Empiema sederhana merupakan kondisi yang muncul pada tahap awal penyakit. Kondisi ini terjadi ketika kumpulan nanah yang terbentuk di pleura dapat mengalir secara bebas. Gejala yang dirasakan pengidap empiema sederhana adalah:

  • Napas pendek.
  • Batuk kering.
  • Demam.
  • Berkeringat.
  • Sakit di bagian dada ketika bernapas.
  • Sakit kepala.
  • Disorientasi.
  • Kehilangan nafsu makan.

Baca Juga: Yang Terjadi Ketika Tubuh Terkena Pneumonia

Sementara itu, empiema kompleks merupakan kondisi yang muncul pada tahap akhir atau lanjutan dari penyakit, yang menandakan semakin parahnya peradangan. Pada empiema kompleks, jaringan parut dapat terbentuk dan membagi ruang pleura menjadi rongga-rongga kecil (loculation). Gejala yang dirasakan ketika mengidap empiema kompleks adalah:

  • Sulit bernapas.
  • Sakit di bagian dada.
  • Kehilangan berat badan.
  • Suara napas menurun.

Ketika sudah menjadi empiema kompleks, pengobatan biasanya akan semakin sulit dilakukan. Jika infeksi yang terjadi memburuk, lapisan tebal yang mengelilingi ruang pleura dapat terbentuk, sehingga membuat paru-paru sulit mengembang. Oleh karena itu, jika kamu mengalami berbagai gejala yang mirip seperti empiema sederhana, atau gejala lainnya yang menyebabkan napas tidak nyaman, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter sebelum berkembang menjadi empiema kompleks.

Jika ingin lebih mudah, kamu bisa download dan manfaatkan aplikasi Halodoc, untuk berdiskusi dengan dokter lewat chat, tentang gejala dan gangguan kesehatan yang kamu alami. Selain itu, kamu juga bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, agar tidak perlu antri lama. 

Baca Juga: Selain Merokok, Kebiasaan Ini Menjadi Penyebab Infeksi pada Paru-Paru

Beberapa Kondisi yang Dapat Sebabkan Empiema

Normalnya, ruang pleura memang terisi cairan, tetapi jumlahnya tidak banyak. Ketika terjadi infeksi, produksi cairan di ruang pleura akan meningkat, sampai-sampai penyerapan cairan yang dilakukan oleh tubuh tidak dapat mengimbanginya. Cairan yang terinfeksi tersebut kemudian akan mengental, membentuk nanah, lalu menyebabkan lapisan antara paru-paru dengan rongga dada menempel dan membentuk kantung-kantung nanah. Nah, kantung itulah yang disebut empiema.

Kondisi-kondisi yang dapat memicu terjadinya empiema adalah:

  • Pneumonia.
  • Bronkiektasis.
  • Abses paru.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Cedera serius di bagian dada.
  • Infeksi di bagian tubuh lain dan menyebar ke rongga dada melalui aliran darah.
  • Menjalani operasi di bagian dada.

Selain itu, ada juga beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terbentuknya empiema, yaitu:

  • Rheumatoid arthritis.
  • Diabetes.
  • Sistem imun yang lemah.
  • Kecanduan alkohol.

Baca Juga: 3 Pengobatan Empiema, Penyebab Nanah di Selaput Paru

Waspadai Risiko Komplikasi dari Empiema

Meski terbilang jarang terjadi, komplikasi dari empiema tetap dapat terjadi. Apalagi jika sudah berkembang menjadi empiema kompleks. Beberapa komplikasi berbahaya yang dapat ditimbulkan empiema kompleks adalah:

  • Sepsis. Terjadi akibat sistem kekebalan tubuh bekerja secara terus-menerus melawan infeksi. Dalam hal ini, sejumlah besar bahan kimia dilepaskan ke dalam darah sehingga memicu peradangan yang semakin luas dan menyebabkan kerusakan organ. Gejala-gejala sepsis yang dapat terjadi adalah demam tinggi, menggigil, napas cepat, detak jantung cepat, dan tekanan darah rendah.
  • Paru-paru kolaps (pneumotoraks). Paru-paru kolaps dapat membuat pengidapnya mengalami sakit di bagian dada secara tiba-tiba dan napas pendek, yang dapat semakin memburuk ketika batuk atau bernapas. Jika tidak segera mendapatkan pengobatan, kondisi ini dapat berakibat fatal.

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Empyema.
Healthline. Diakses pada 2019 Empyema.