• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Cari Tahu, Begini Gejala Neutropenia pada Bayi

Ibu Cari Tahu, Begini Gejala Neutropenia pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Tak hanya pada orang dewasa, neutropenia juga bisa terjadi pada bayi. Penyakit ini adalah kelainan pada kadar neutrofil (salah satu jenis sel darah putih) di dalam tubuh. Neutrofil memiliki peranan penting dalam tubuh, terutama dalam melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Lalu, bagaimana gejala neutropenia pada bayi dan dampak buruk yang ditimbulkannya?

Neutropenia pada bayi atau bawaan lahir ini dapat terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Pada kondisi yang parah, neutropenia pada bayi disebut juga sindrom Kostmann. Sindrom ini menyebabkan tubuh bayi memiliki kadar neutrofil yang sangat rendah, bahkan pada beberapa kasus tidak ada neutrofil sama sekali. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya infeksi serius pada bayi.

Baca juga: Jalani Kemoterapi Bisa Sebabkan Neutropenia, Ini Alasannya

Gejala yang dapat muncul pada bayi yang mengidap sindrom Kostmann adalah:

  • Sariawan atau radang gusi (gingivitis).

  • Abses atau infeksi bernanah di anus (dubur), paru-paru, atau hati.

  • Infeksi tenggorokan (faringitis), sinus (sinusitis), batang saluran pernapasan (bronkitis), paru-paru (pneumonia), pusar (omfalitis), saluran kemih, atau selaput rongga perut (peritonitis).

  • Pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati) atau pembesaran limpa (splenomegali).

  • Diare disertai muntah.

  • Nyeri atau patah tulang.

Jika Si Kecil mengalami berbagai gejala tersebut, segera bawa ke rumah sakit terdekat agar penanganan bisa dilakukan segera. Namun, karena gejala dapat terjadi samar-samar dan bisa juga merupakan gejala dari kondisi medis lain, hal ini tentu dapat membuat ibu kebingungan. Oleh karena itu, penting untuk men-download aplikasi Halodoc di ponsel ibu, untuk bertanya pada dokter lewat chat, tentang semua keluhan yang terjadi pada anak kapan dan di mana saja.

Baca juga: Perlu Tahu, Inilah 4 Jenis Neutropenia

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Neutropenia pada Bayi?

Neutropenia pada bayi, atau yang pada tahap parah disebut sindrom Kostmann, dapat terjadi karena mutasi pada gen pengatur fungsi neutrofil. Mutasi gen ini kemudian menyebabkan fungsi neutrofil terganggu, atau membuat neutrofil jadi lebih cepat mati.

Lebih lanjut, sekitar 50 persen dari kasus neutropenia pada bayi disebabkan oleh mutasi gen ELANE, dan 10 persen lainnya disebabkan oleh mutasi gen HAX1. Sementara itu, 40 persen sisanya merupakan kasus yang tidak diketahui pasti apa yang menjadi penyebabnya.

Diagnosis dan Pengobatan untuk Neutropenia pada Bayi

Sebelum melakukan langkah pengobatan, dokter biasanya akan melakukan pengambilan sampel darah bayi untuk memastikan diagnosis. Sampel tersebut kemudian diteliti dengan tes absolute neutrofil count (ANC), untuk mengukur kadar neutrofil dalam darah. Bayi dikatakan mengidap neutropenia parah atau sindrom kostmann jika kadar neutrofilnya di bawah 500/mm3.

Baca juga: Cegah Neutropenia dengan Lakukan 7 Langkah Pencegahan Ini

Selanjutnya, pengobatan untuk sindrom Kostmann akan ditentukan dokter berdasarkan tingkat keparahannya. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan adalah:

  • Pemberian antibiotik. Antibiotik berfungsi untuk mencegah infeksi di mulut dan gusi (gingivostomatitis) yang sering terjadi pada pengidap sindrom Kostmann. Jenis antibiotik yang biasa digunakan antara lain adalah kotrimoksazol dan metronidazole.

  • Suntikan granulocyte colony-stimulating factor (G-CSF). Pemberian suntikan ini bertujuan untuk merangsang sumsum tulang menghasilkan lebih banyak sel darah putih. Hingga saat ini, ada 2 jenis obat G-CSF yang biasa digunakan, yaitu pegfilgrastim dan lenograstim. Namun, perlu diketahui bahwa jenis obat ini dapat menimbulkan efek samping jangka pendek maupun panjang, tetapi biasanya dapat diatasi dengan mengurangi dosisnya.

  • Transplantasi sumsum tulang. Transplantasi sumsum tulang dapat dilakukan secara autologous (menggunakan sel dalam tubuh pengidap), atau allogeneic (menggunakan sel dari pendonor). Transplantasi sumsum tulang biasanya merupakan metode pengobatan yang dilakukan jika infeksi tetap parah, bahkan setelah menjalani terapi G-CSF.

Referensi:
US National Library of Medicine. Diakses pada 2019. Severe Congenital Neutropenia.