Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Postpartum Depression

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Postpartum Depression

Halodoc, Jakarta - Setelah melahirkan, wanita tidak hanya mengalami berbagai perubahan fisik, tetapi juga mental. Terutama bagi para ibu baru, menjalani peran sebagai ibu untuk kali pertama bisa terasa berat. Itulah sebabnya ada kondisi medis yang bernama depresi pasca melahirkan atau postpartum depression. Nah, dalam pembahasan kali ini akan dipaparkan berbagai hal yang perlu diketahui tentang postpartum depression

Postpartum depression bisa muncul secara tiba-tiba, ataupun berkembang secara perlahan. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini biasanya bermula dari baby blues. Namun berbeda dengan baby blues yang terjadi selama 7-14 hari setelah melahirkan, postpartum depression biasanya lebih parah dan berlangsung lebih lama. 

Baca juga: Mengenal 3 Jenis Depresi Pasca-Melahirkan

Oleh karena itu, waspadalah jika depresi terjadi lebih dari 14 hari atau berdampak signifikan pada ibu, bayi, dan keluarga. Berikut beberapa gejala postpartum depression yang perlu diketahui:

  • Terus sedih atau murung.

  • Sering menangis tanpa sebab yang jelas.

  • Selalu lemas dan lelah.

  • Mengalami gangguan tidur dan cenderung mengantuk pada siang hari.

  • Sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan.

  • Tidak tertarik pada sekitarnya.

  • Kehilangan minat pada hal-hal yang pernah disukai.

  • Nafsu makan yang menurun atau meningkat.

  • Merasa bersalah dan tak berdaya.

  • Selalu bicara negatif.

  • Uring-uringan atau cepat emosi.

  • Tidak merawat diri sendiri, misalnya tidak mandi atau ganti baju.

  • Tidak ingat waktu.

  • Kehilangan selera humor.

  • Cenderung menarik diri.

  • Kesulitan merasakan ikatan batin dengan sang bayi.

  • Tidak merasa senang punya momongan.

  • Hanya merawat sang bayi karena kewajiban.

  • Tidak ingin bermain dengan sang bayi.

  • Selalu merasa ada yang salah pada kondisi sang bayi.

  • Memiliki pikiran buruk, seperti ingin menyakiti sang bayi atau bunuh diri.

Keluarga orang terdekat sebaiknya waspada apabila sang ibu mengalami gejala-gejala tersebut. Jika dibutuhkan langkah medis, ajaklah ke dokter agar bisa ditangani secepatnya. Terutama jika depresi makin parah, tak kunjung berkurang, menghambat kegiatan sehari-hari, membuat ibu kesulitan merawat bayinya, atau merasa ingin menyakiti sang bayi.

Baca juga: 21 Gejala yang Dialami saat Terkena Postpartum Depression

Untuk berdiskusi dengan psikolog atau dokter spesialis, kamu bisa manfaatkan aplikasi Halodoc, lho. Kamu bisa obrolkan langsung gejala atau hal-hal tentang postpartum depression melalui Chat atau Voice/Video Call. Namun jika ingin melakukan pemeriksaan langsung, kamu juga bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc

Sebab, postpartum depression yang tidak ditangani berpotensi memicu berbagai masalah dalam keluarga. Misalnya, sang ibu bisa mengalami depresi kronis, sang ayah merasa tertekan, serta gangguan psikologis dan perilaku (seperti hiperaktif dan gangguan makan) yang bisa terjadi pada anak-anak yang dibesarkan oleh ibu yang mengalami postpartum depression.

Baca juga: Enggak Cuma Wanita, Pria Juga Bisa Alami Depresi Pasca Persalinan

Hal-Hal yang Dapat Menyebabkan Postpartum Depression

Meski penyebab pasti dari postpartum depression belum diketahui secara jelas, gangguan ini diduga terjadi karena pengaruh beberapa faktor, seperti:

  • Perubahan fisik setelah melahirkan, misalnya penurunan kadar hormon yang drastis.

  • Gangguan emosional. Merawat bayi biasanya akan menyebabkan sang ibu kurang tidur dan kewalahan, sehingga masalah kecil apa pun berpotensi memicu rasa cemas atau stres. Contohnya, ketika sang ibu kesulitan memberikan ASI.

  • Bayi yang membutuhkan perhatian khusus, misalnya karena mengidap penyakit tertentu.

  • Pernah mengalami depresi atau postpartum depression.

  • Stres akibat kesulitan finansial atau masalah dengan pasangan.

  • Tidak ada dukungan dari keluarga.

Referensi:

Women’s Health (Diakses pada 2019). Postpartum Depression

Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Postpartum Depression

WebMD (Diakses pada 2019). Postpartum Depression