05 March 2019

Harus Hati-hati, Ketahui Penyebab Taeniasis

Harus Hati-hati, Ketahui Penyebab Taeniasis

Halodoc, Jakarta - Taeniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi parasit bernama cacing pita. Meski umumnya infeksi parasit ini dapat ditangani dengan mudah, jika infeksi menyebar ke organ-organ tubuh lainnya, akan ada risiko masalah kesehatan serius yang mengintai. Mengetahui gejala, penyebab, dan hal-hal yang dapat meningkatkan risiko infeksi merupakan hal yang diperlukan, agar terhindar dari taeniasis.

Sebenarnya, sebagian besar pengidap taeniasis tidak menunjukkan tanda atau gejala yang berarti. Kondisi ini baru dapat diketahui saat melihat keberadaan cacing pada feses. Cacing pita sering terlihat dalam bentuk yang datar dan persegi panjang, berwarna kuning pucat atau putih, dengan ukuran seperti sebutir beras. Terkadang cacing juga dapat menyatu bersama dan membentuk rantai yang panjang. Keberadaan cacing tersebut dapat berpindah-pindah.

Baca juga: 4 Fakta tentang Taeniasis, Gangguan karena Cacing Pita

Gejala yang dapat muncul pada infeksi cacing pita di usus adalah:

  • Mual.

  • Nafsu makan menurun.

  • Diare.

  • Sakit perut.

  • Ingin mengonsumsi makanan yang asin.

  • Penurunan berat badan akibat gangguan dalam penyerapan makanan.

  • Pusing.

  • Beberapa pengidap taeniasis juga dapat mengalami iritasi di area sekitar anus atau tempat keluarnya telur dewasa.

Sementara itu, ketika infeksi yang terjadi sudah cukup berat, yaitu ketika telur cacing sudah berpindah keluar dari usus, dan membentuk kista larva pada jaringan tubuh dan organ lainnya, gejala yang mungkin muncul adalah:

  • Sakit kepala.

  • Reaksi alergi terhadap larva.

  • Gejala pada sistem saraf, seperti kejang.

  • Terbentuk benjolan.

Hal-Hal Ini yang Memicu Infeksi Cacing Pita

Taeniasis terjadi saat telur atau larva cacing pita berada pada usus manusia. Masuknya telur atau larva cacing pita ini dapat melalui:

  • Mengonsumsi daging babi, sapi, atau ikan air tawar yang tidak dimasak hingga matang seluruhnya.

  • Mengonsumsi air kotor yang mengandung larva cacing, akibat terkontaminasi kotoran manusia atau hewan yang terinfeksi.

  • Melakukan kontak yang dekat dengan pengidap infeksi cacing pita, misalnya melalui pakaian yang terkontaminasi kotoran yang mengandung telur cacing.

  • Cacing pita dewasa dapat tumbuh hingga sepanjang 25 meter, dan bisa bertahan dalam usus manusia hingga 30 tahun tanpa diketahui. Setiap bagian dari tubuh cacing pita dapat menghasilkan telur yang dikeluarkan dari tubuh melalui tinja setelah cacing pita tumbuh dewasa. Penyebaran melalui kontak dengan kotoran yang mengandung cacing pita dapat terjadi jika kebersihan diri dan lingkungan tidak dijaga dengan baik.

Baca juga: Penanganan Pertama Saat Terkena Taeniasis

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga dapat membuat seseorang berisiko mengidap taeniasis, yaitu:

  • Berada dalam lingkungan dengan sanitasi yang buruk.

  • Bepergian atau tinggal di daerah endemi atau negara yang sering mengonsumsi daging babi, sapi, atau ikan air tawar yang terkontaminasi cacing pita.

  • Memiliki sistem imunitas tubuh yang lemah, sehingga tidak bisa melawan infeksi. Kondisi ini banyak terjadi pada pengidap HIV/AIDS, diabetes, pengidap kanker yang menjalani kemoterapi, serta orang yang melakukan transplantasi organ.

Cegah Taeniasis dengan Melakukan Ini

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah taeniasis, yaitu:

  • Hindari mengonsumsi ikan dan daging (terutama daging babi) yang tidak matang sempurna.

  • Cuci semua buah dan sayuran, serta masak makanan hingga matang sebelum dimakan.

  • Bagi yang memiliki peternakan, buatlah saluran pembuangan kotoran yang baik, jangan sampai mencemari air yang digunakan untuk keperluan konsumsi.

  • Bawalah hewan peliharaan ke dokter hewan jika terinfeksi cacing pita.

  • Cucilah tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengolah makanan, sebelum makan, dan setelah keluar dari toilet.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Makanan Agar Tidak Mengalami Infeksi Cacing Pita

Itulah sedikit penjelasan tentang taeniasis, gejala, penyebab, dan cara pencegahannya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!