• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hasil Laboratorium Demam Berdarah Positif, Lakukan Hal Ini

Hasil Laboratorium Demam Berdarah Positif, Lakukan Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Di musim pancaroba ini, nyamuk menjadi lebih mudah untuk berkembang biak. Hal tersebut membuat segala risiko penyakit yang disebabkan oleh nyamuk akan meningkat. Salah satu penyakit yang kerap terjadi adalah demam berdarah. Penyakit ini terbilang berbahaya karena dapat membuat pengidapnya kehilangan nyawa jika tidak segera mendapat pengobatan.

Maka dari itu, penting untuk memastikan beberapa gejala yang terjadi berhubungan dengan demam berdarah dengan segera. Sebab, pengobatan dini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi jika hasil pemeriksaan positif DBD. Lalu, apa yang harus dilakukan jika hasil laboratorium dipastikan terserang demam berdarah?

Baca juga: Hati-Hati, Kenali Gejala Demam Berdarah

Hal yang Dapat Dilakukan ketika Pemeriksaan Demam Berdarah Positif

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari virus dengue. Penularan dari penyakit ini melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Penting untuk mengetahui gejala yang pasti timbul saat seseorang mengidap demam berdarah, yaitu demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius yang dapat berlangsung hingga 7 hari.

Gejala tersebut masuk dalam fase awal ketika seseorang mengidap DBD. Seseorang yang mengalami infeksi ini juga dapat mengalami gejala lainnya, seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, bintik merah di kulit, perasaan nyeri di seluruh tubuh, hingga mual dan muntah. Pada fase ini, trombosit dapat menurun cepat dalam beberapa hari.

Dengan mengetahui beberapa gejala pada fase awal tersebut, penting untuk langsung memastikannya dengan pemeriksaan laboratorium. Jika hasilnya kamu positif demam berdarah, pengobatan dini harus segera dilakukan agar tidak masuk ke fase kritis.

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

Pengobatan Demam Berdarah Fase Awal

Sejauh ini tidak ada obat yang khusus dikonsumsi untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh gigitan nyamuk ini. Jika kamu merasakan sedang mengalami demam berdarah atau hasil pemeriksaan dari laboratorium menunjukkan hasil positif, maka beberapa cara pengobatan harus dilakukan. Beberapa hal yang harus dilakukan seperti:

  • Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti acetaminophen dan menghindari obat aspirin yang dapat memperburuk perdarahan.
  • Pastikan untuk lebih banyak beristirahat dan mengonsumsi banyak cairan.
  • Melakukan kompres agar dapat menurunkan panas tubuh.
  • Mengonsumsi obat penurun panas.

Mungkin dokter juga akan memberitahu terkait tanda dehidrasi pada tubuh dan menyarankan agar melihat hasil urin yang keluar. Jika urine yang keluar sangat sedikit, penting untuk memperbanyak konsumsi air putih. Jika hal tersebut terus dilakukan dengan konsisten, diharapkan apabila kondisi ini tidak mencapai fase kritis karena mungkin menimbulkan hal yang berbahaya.

Namun, penting juga untuk selalu memperhatikan kondisi yang terjadi. Jika demam yang menyerang tidak kunjung turun dalam kurun waktu 3 hari, maka penting untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Saat berada di rumah sakit, mungkin saja kamu akan diberikan cairan intravena sebagai tambahan cairan tubuh dan transfusi darah.

Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan dini jika mengalami beberapa gejala yang berhubungan dengan demam berdarah. Pastikan untuk selalu mendapatkan pemeriksaan medis melalui laboratorium untuk hasil yang pasti. Dengan begitu, penentuan langkah pengobatan juga lebih pasti.

Baca juga: 5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait hal apa saja yang dapat dilakukan jika hasil laboratorium menunjukkan positif demam berdarah. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan setiap hari untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Symptoms and Treatment.
WebMD. Diakses pada 2020. Dengue Fever.