• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta di Balik Minuman Isotonik

Fakta di Balik Minuman Isotonik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Fakta di Balik Minuman Isotonik

Halodoc, Jakarta - Ketika haus usai berolahraga, kebanyakan orang mungkin memilih minum minuman isotonik, karena digadang dapat menggantikan cairan dalam tubuh. Pun ketika sedang beraktivitas di luar dan cuaca sedang panas-panasnya, minuman isotonik juga kerap dicari karena menyegarkan.

Namun, sebenarnya kandungan apa saja yang terdapat dalam minuman isotonik? Amankah jika minuman tersebut sering dikonsumsi? Ketahui dulu fakta di balik minuman isotonik berikut ini, yuk!

1. Berbeda dengan Minuman Berenergi

Minuman isotonik termasuk jenis sport drink atau minuman olahraga yang memiliki kandungan bermanfaat untuk tubuh, yaitu karbohidrat, mineral, dan elektrolit. Sementara itu, minuman berenergi lebih banyak mengandung zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh, seperti kafein, taurin, guarana, keratin, dan zat adiktif lainnya yang bermanfaat untuk menstimulasi kerja tubuh.

Baca juga: Ikuti 8 Tips Ini Supaya Rajin Minum Air Putih

2. Serupa dengan Cairan Tubuh

Minuman isotonik memiliki konsentrasi gula dan garam serta kepekatan yang serupa dengan cairan dalam tubuh. Itulah sebabnya jika minuman ini dibilang dapat menggantikan cairan tubuh, sah-sah saja. Terutama jika diminum ketika tubuh mengalami dehidrasi ringan, seperti setelah berolahraga berat.

3. Membuat Tubuh Bertenaga

Menurut US National Library of Medicine, National Institute of Health, minuman isotonik mengandung elektrolit dan karbohidrat sebesar 6-8 persen, yang sangat efektif untuk membuat tubuh bertenaga. Itulah sebabnya minuman isotonik kerap menjadi pilihan terbaik pada saat berolahraga dan banyak dikonsumsi oleh para atlet.

4. Cepat Diserap Tubuh

Karena dirancang untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar melalui keringat dengan cepat, minuman isotonik cepat diserap tubuh.

Baca juga: Berbagai Jamu yang Baik untuk Wanita

Tidak Baik Jika Dikonsumsi Setiap Hari

Meskipun baik dikonsumsi untuk menggantikan cairan tubuh, kamu tidak dianjurkan untuk mengonsumsi minuman isotonik setiap hari. Hal ini karena kandungan gula dan sodiumnya yang cukup tinggi, sehingga terlalu banyak mengonsumsi minuman isotonik dapat menyebabkan kenaikan berat badan, dan peningkatan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. 

Minuman isotonik juga dapat memperberat kinerja ginjal. Jika kamu mengonsumsi minuman ini tanpa disertai aktivitas fisik seperti olahraga, manfaat minuman isotonik bisa dibilang akan menjadi sia-sia dan membuat tubuh membuang zat-zat yang tidak diperlukan. Oleh karena itu, air putih tetap minuman yang paling baik untuk dikonsumsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Minuman isotonik akan memberikan manfaat optimal jika diminum pada saat yang tepat, seperti:

  • Dehidrasi. Tak hanya atlet saja yang berisiko mengalami dehidrasi, orang yang sedang mengalami muntah-muntah dan diare pun berpotensi kekurangan cairan. Nah, di saat inilah minuman isotonik dapat membantu gantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang, sehingga tubuh tetap terhidrasi.
  • Aktif berolahraga. Kamu yang rutin berolahraga setiap harinya, seperti minimal 90 menit dalam sehari, sangat cocok untuk mengonsumsi minuman isotonik. Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, minumlah cairan isotonik 10-15 menit sebelum memulai latihan, sebanyak 200-250 milimeter.
  • Bekerja berat. Kamu yang memiliki pekerjaan berat, yang sebagian besar dilakukan di luar ruangan, atau kamu yang banyak melakukan aktivitas fisik berat, minumlah minuman isotonik setiap 10 menit sekali atau setiap kali merasa haus.

Baca juga: 6 Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil

Aturan Mengonsumsi Minuman Isotonik

Ada beberapa aturan dalam mengonsumsi minuman isotonik, agar tetap aman bagi kesehatan tubuh. Berikut di antaranya:

  • Bagi pengidap diabetes, gagal ginjal, penyakit jantung, dan gangguan lambung, disarankan untuk membicarakan kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi minuman isotonik. Agar lebih mudah, download dan gunakan aplikasi Halodoc saja untuk membicarakannya pada dokter.
  • Perhatikan terlebih dulu label kemasan sebelum membeli minuman isotonik. Sebab, beberapa merk minuman isotonik mengandung kafein yang jika dikonsumsi terlalu banyak, dapat memicu serangan jantung.
  • Pertimbangkan atau selingi konsumsi minuman isotonik dengan yang alami, seperti membuat sendiri minuman isotonik dari larutan gula dan garam. Kamu juga bisa memiliki air kelapa, yang telah lama dikenal sebagai isotonik alami, dan tak kalah khasiatnya dengan minuman isotonik kemasan. 

 

Referensi:
US National Library of Medicine, National Institute of Health. Diakses pada 2020. The effectiveness of commercially available sports drinks.
Livestrong. Diakses pada 2020. Health Benefits of Isotonic Drinks.
Healthline. Diakses pada 2020. Should You Drink Sports Drinks Instead of Water?