18 January 2018

Fakta di Balik Minuman Isotonik

Fakta di Balik Minuman Isotonik

Halodoc, Jakarta – Ketika haus setelah selesai berolahraga, kebanyakan orang memilih minum minuman isotonik, karena katanya dapat menggantikan cairan dalam tubuh. Ketika sedang beraktivitas di luar dan cuaca sedang panas-panasnya, minuman isotonik juga yang paling banyak dicari oleh orang-orang. Namun, sebenarnya kandungan apakah yang terdapat di balik minuman isotonik dan bolehkah minuman tersebut sering dikonsumsi? 

Manusia butuh mengonsumsi banyak cairan setiap harinya, karena 70 persen komposisi tubuh terdiri dari cairan. Peran penting yang dijalankan oleh cairan dalam tubuh adalah sebagai penjaga fungsi tubuh, yaitu dengan mengatur suhu tubuh, melindungi organ dan jaringan dalam tubuh, serta melumasi persendian.

Namun, aktivitas sehari-hari yang menguras tenaga, seperti berolahraga, melakukan pekerjaan fisik, seharian berada di bawah panas matahari, membuat tubuh mengeluarkan banyak cairan melalui pernapasan urin, dan keringat, sehingga jumlah cairan dalam tubuh berkurang. Jika tubuh kekurangan cairan, maka dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa berakibat fatal. Karena itu, sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan memperbanyak minum air, terutama pada saat sedang melakukan aktivitas berat.

Salah satu minuman yang dipercaya dapat menggantikan cairan tubuh adalah minuman isotonik. Kalau kamu selama ini sering meminum minuman isotonik, atau bagi kamu yang tertarik ingin mencobanya, ketahui dulu yuk fakta di balik minuman yang satu ini:

  • Minuman isotonik berbeda dengan minuman berenergi. Minuman isotonik termasuk jenis sport drink yang memiliki kandungan bermanfaat untuk tubuh, yaitu karbohidrat, mineral, dan elektrolit. Sedangkan minuman berenergi lebih banyak mengandung zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh, seperti kafein, taurin, guarana, keratin, dan zat adiktif lainnya yang bermanfaat untuk menstimulasi kerja tubuh.
  • Cairan isotonik memiliki konsentrasi gula dan garam serta kepekatan yang serupa dengan cairan dalam tubuh.
  • Minuman isotonic mengandung elektrolit dan karbohidrat sebesar 6-8% yang sangat efektif untuk mempertahankan tenaga. Oleh karena itu, minuman isotonic menjadi pilihan terbaik pada saat berolahraga dan banyak dikonsumsioleh para atlet.
  • Minuman isotonik cepat diserap tubuh dan dirancang untuk dapat menggantikan cairan tubuh yang keluar melalui keringat dengan cepat.

Dampak Buruk Mengonsumsi Minuman Isotonik

Walaupun baik dikonsumsi untuk menggantikan cairan dalam tubuh, namun kamu tidak dianjurkan untuk mengonsumsi minuman isotonik setiap hari. Karena kandungan gula dan sodiumnya sangat tinggi, terlalu banyak mengonsumsi minuman isotonik dapat menyebabkan berat badan meningkat, berisiko terkena diabetes melitus 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.

Minuman isotonik juga dapat memperberat kerja ginjal. Jika kamu mengonsumsi minuman isotonik tanpa disertai aktivitas fisik seperti olahraga, maka manfaat minuman tersebut akan menjadi sia-sia dan menyebabkan tubuh membuang zat-zat yang tidak diperlukan. Karena itu, air putih tetap minuman yang paling baik untuk dikonsumsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Waktu yang Tepat Mengonsumsi Minuman Isotonik

Minuman isotonic akan memberikan manfaat yang optimal jika kamu mengonsumsinya di saat yang tepat, yaitu:

  • Ketika mengalami dehidrasi.Tidak hanya atlet saja yang berisiko mengalami dehidrasi, orang yang sedang mengalami muntah dan diare pun berpotensi kekurangan cairan. Nah, di saat inilah minuman isotonik dapat membantu menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.
  • Bagi kamu yang aktif berolahraga. Kamu yang rutin berolahraga, minimal 90 menit dalam sehari sangat cocok untuk mengonsumsi minuman isotonik. Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, minumlah cairan isotonik 10-15 menit sebelum latihan, sebanyak 200-250 milimeter.
  • Bagi kamu pekerja berat. Kamu yang memiliki pekerjaan yang sebagian besar dilakukan di luar ruangan, atau kamu yang banyak melakukan aktivitas fisik yang berat, minumlah minuman isotonik setiap 10 menit sekali atau setiap kali merasa haus.

Tips Mengonsumsi Minuman Isotonik

  • Bagi pengidap diabetes, gagal ginjal, penyakit jantung, dan memiliki gangguan lambung, disarankan untuk membicarakan kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi minuman isotonik.
  • Perhatikan dulu label kemasan sebelum membeli minuman isotonik. Beberapa merk minuman isotonik mengandung kafein yang jika dikonsumsi terlalu banyak, maka dapat memicu serangan jantung.
  • Kamu juga bisa membuat minuman isotonik sendiri, yaitu dengan mencampurkan 200 milimeter perasan jeruk atau lemon dengan satu liter air dan tambahkan sejumput garam. Atau kamu juga bisa meminum air kelapa yang merupakan cairan isotonik alami yang baik untuk tubuh.

Jadi, selalu jaga cairan tubuh tetap normal saat beraktivitas dengan meminum air putih atau minuman berisotonik. Jika kamu mengalami gangguan kesehatan tertentu, mintalah saran kesehatan kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Di Halodoc, kamu bisa menghubungi dokter melalui Chat dan Voice/Video Call. Kamu juga bisa membeli berbagai produk kesehatan di Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order lewat aplikasi dan pesanan akan diantarkan dalam waktu satu jam. Kini, kamu juga bisa melakukan berbagai tes kesehatan tanpa perlu keluar rumah dengan menggunakan fitur Lab Service. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.